{"id":4554,"date":"2026-07-30T00:40:37","date_gmt":"2026-07-30T00:40:37","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4554"},"modified":"2026-07-30T00:40:37","modified_gmt":"2026-07-30T00:40:37","slug":"banjir-dan-longsor-di-tiga-provinsi-korban-meninggal-terbanyak-di-sumatera-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4554","title":{"rendered":"Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi, Korban Meninggal Terbanyak di Sumatera Utara"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Bencana banjir bandang&nbsp;dan tanah&nbsp;longsor yang melanda tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sejak 25 November lalu, telah menelan&nbsp;lebih&nbsp;dari&nbsp;100&nbsp;korban jiwa.&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers <em>update<\/em> penanganan bencana pada Jumat (28\/11\/2025) sore mengungkapkan korban meninggal Terbanyak ada di wilayah Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Korban&nbsp;meninggal&nbsp;akibat&nbsp;banjir&nbsp;bandang&nbsp;yang&nbsp;melanda&nbsp;sejumlah&nbsp;daerah&nbsp;di Sumatera Utara mencapai 116 orang dan 42 orang lainnya&nbsp;masih dalam pencarian.<\/p>\n<p>&ldquo;Jumlah ini masih berkembang, karena ada titik-titik yang sampai sekarang belum bisa ditembus,&rdquo; kata Suharyanto.<\/p>\n<p>Akibat bencana banjir&nbsp;bandang&nbsp;ini, lebih dari 1000 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di&nbsp;sejumlah titik pengungsian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246887965\/12-orang-meninggal-akibat-banjir-bandang-dan-tanah-longsor-di-sumatera-barat-pemerintah-tetapkan-status-tanggap-darurat\">Baca: 12 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat<\/a><\/p>\n<p>Selanjutnya Suharyanto menjelaskan jalur transportasi dan komunikasi yang sempat terputus akibat bencana, kini sudah lebih baik kondisinya. Meski masih ada beberapa jalur yang putus seperti jalur Sibolga ke Tarutung.<\/p>\n<p>Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Polri, TNI dan pemerintah daerah untuk memperbaiki jalur transportasi yang terputus.<\/p>\n<p>Selain itu,&nbsp;BNPB juga menyediakan fasilitas <em>starlink <\/em>untuk berkomunikasi dengan korban.<\/p>\n<p>BNPB dan Presiden Prabowo Subianto juga telah mengirimkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana.<\/p>\n<p>Bantuan tersebut berupa perlengkapan pengungsi, sembako, pakaian, makanan siap saji, mie instan, tenda, selimut, dan lain-lain.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/246881932\/banjir-dan-tanah-longsor-di-sumatra-utara-akibatkan-13-orang-meninggal-dan-ribuan-warga-mengungsi\">Baca: Banjir di Sumatera Utara Telan Korban Jiwa 13 Orang dan Ribuan Orang Mengungsi<\/a><\/p>\n<p>Sementara untuk wilayah Aceh, korban meninggal hingga Jumat sore mencapai 35 orang, 25 orang hilang dan 8 orang luka-luka.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Suharyanto memaparkan kondisi di Aceh tidak separah di Sumatera Utara. Meski demikian, masih ada sejumlah jalur transportasi yang putus seperti jalan nasional dari Aceh menuju Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Sama seperti wilayah Sumatera Utara, BNPB bekerjasama dengan sejumlah pihak akan memperbaiki jalur transportasi yang putus akibat diterjang banjir dan longsor.<\/p>\n<p>Bantuan logistik juga telah dikirim dengan menggunakan pesawat cesna serta helikopter ke titik-titik pengungsian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246889492\/walhi-banjir-bandang-di-sumatera-utara-cermin-kegagalan-negara-kendalikan-kerusakan-lingkungan\">Baca: Walhi Sebut Banjir di Sumut Cermin Kegagalan Negara Tangani Kerusakan Lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Sedangkan untuk wilayah Sumatera Barat, hingga Jumat sore tercatat 23 orang meninggal dunia, 12 hilang dan 4 orang luka.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini ketiga provinsi ini relatif bencananya besar, meskipun kalau dibandingkan ya dengan Sumatera&nbsp;Utara, Aceh, ya Sumatera Barat ini relatif lebih ringan. Tapi bukan berarti ini ringan. Kalau dibandingkan dengan Sumatera Barat sendirian ya ini sangat besar dan sangat masif,&rdquo; jelas Suharyanto.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang diperoleh BNPB hingga Jumat sore, jumlah pengungsi mencapai 3900 kepala&nbsp;keluarga.<\/p>\n<p>&ldquo;Paling parah ada di Tanah Datar, Padang Pariaman. Ada 3000-an lebih pengungsi. Kemudian Solok dan Kota Padang,&rdquo; urainya. &nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246888632\/dpr-dorong-presiden-tetapkan-banjir-sumatera-sebagai-bencana-nasional\">Baca: DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Banjir Sumatera Sebagai Bencana Nasional<\/a><\/p>\n<p>Penanganan di wilayah Sumatera Barat sama dengan wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Dia menjelaskan pada masa tanggap darurat ini, BNPB bekerjasama dengan berbagai pihak melakukan langkah-langkah awal.<\/p>\n<p>Langkah-langkah tersebut adalah mengevakuasi korban, mendistribusikan logistik buat masyarakat yang terdampak bencana serta membuka atau memperbaiki jalur transportasi dan komunikasi yang putus.<\/p>\n<p>&ldquo;Setelah ketiga langkah tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah penanganan para pengungsi kedepannya,perbaikan fasilitas umum dan sebagainya&rdquo; katanya. &nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Mulai hari ini, lanjut Suharyanto, pihaknya juga telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memaksimalkan proses evakuasi serta pendistribusian bantuan kepada para korban.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Bencana banjir bandang&nbsp;dan tanah&nbsp;longsor yang melanda tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sejak 25 November lalu, telah menelan&nbsp;lebih&nbsp;dari&nbsp;100&nbsp;korban jiwa.&nbsp; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers update penanganan bencana pada Jumat (28\/11\/2025) sore mengungkapkan korban meninggal Terbanyak ada di wilayah Sumatera Utara. Korban&nbsp;meninggal&nbsp;akibat&nbsp;banjir&nbsp;bandang&nbsp;yang&nbsp;melanda&nbsp;sejumlah&nbsp;daerah&nbsp;di Sumatera Utara mencapai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4555,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[355,963,1223,1186],"class_list":["post-4554","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir-bandang","tag-bnpb","tag-longsor","tag-pengungsi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4554"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4554\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}