{"id":4568,"date":"2026-07-30T00:40:41","date_gmt":"2026-07-30T00:40:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4568"},"modified":"2026-07-30T00:40:41","modified_gmt":"2026-07-30T00:40:41","slug":"walhi-banjir-bandang-di-sumatera-utara-cermin-kegagalan-negara-kendalikan-kerusakan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4568","title":{"rendered":"WALHI: Banjir Bandang di Sumatera Utara Cermin Kegagalan Negara Kendalikan Kerusakan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara menyebut banjir bandang&nbsp;dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten\/kota di wilayah itu bukan semata bencana alam akibat hujan ekstrem yang dipicu badai tropis Senyar.<\/p>\n<p>Seperti diberitakan, sejak Selasa (25\/11\/2025), sedikitnya 8 kabupaten\/kota di Sumatera Utara terdampak banjir bandang dan longsor, dengan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah sebagai wilayah paling parah.<\/p>\n<p>Puluhan ribu warga mengungsi, ribuan rumah hancur, serta ribuan hektare lahan pertanian rusak tersapu banjir. Hingga kini, tercatat 51 desa di 42 kecamatan terdampak, dengan banjir melumpuhkan perekonomian, merusak infrastruktur, rumah ibadah, dan sekolah.<\/p>\n<p>Banjir&nbsp;bandang&nbsp;paling parah melanda wilayah-wilayah yang berada di Ekosistem Harangan Tapanuli (Ekosistem Batang Toru), yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Rianda Purba, dalam pernyataannya kepada media mengatakan, bahwa kerusakan hutan turut memperburuk dampak yang diakibatkan badai tersebut.<\/p>\n<p>Dia menegaskan, banjir dan tanah longsor yang menewaskan puluhan orang ini adalah bencana ekologis akibat kegagalan negara mengendalikan kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246888632\/dpr-dorong-presiden-tetapkan-banjir-sumatera-sebagai-bencana-nasional\">Baca: DPR dorong Presiden tetapkan banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Setiap banjir membawa kayu-kayu besar, dan citra satelit menunjukkan hutan gundul di sekitar lokasi. Ini bukti campur tangan manusia melalui kebijakan yang memberi ruang pembukaan hutan,&rdquo; ujarnya dalam keterangan tertulis pada media yang diterima Jumat (28\/11\/2025).<\/p>\n<p>Ia menambahkan, setidaknya ada tujuh perusahaan sebagai pihak yang diduga menjadi penyebab utama bencana ekologis yang melanda kawasan Tapanuli.<\/p>\n<p>Ketujuh perusahaan tersebut beroperasi di atau sekitar ekosistem Batang Toru yang menjadi habitat orangutan Tapanuli, harimau Sumatera, tapir, dan spesies dilindungi lainnya.<\/p>\n<p>WALHI Sumatera Utara menegaskan bahwa kehadiran industri ekstraktif telah menyebabkan deforestasi yang mengorbankan lingkungan dan masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Ekosistem Batang Toru: Penyangga hidrologis yang terus terkikis<\/strong> <br \/>Rianda memaparkan, ekosistem Harangan Tapanuli\/Batang Toru merupakan salah satu bentang hutan tropis esensial terakhir di Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari Bukit Barisan, hutan ini menjadi sumber air utama, mencegah banjir dan erosi, serta menjadi pusat Daerah Aliran Sungai (DAS) menuju wilayah hilir.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/246883551\/9-kabupaten-di-aceh-tetapkan-status-darurat-bencana-banjir\">Baca: Aceh tetapkan status darurat bencana banjir<\/a><\/p>\n<p>Secara administratif, 66,7 persen Ekosistem Batang Toru berada di Tapanuli Utara, 22,6 persen di Tapanuli Selatan, dan 10,7 persen di Tapanuli Tengah.<\/p>\n<p>Adapun tujuh perusahaan yang beroperasi di Ekosistem Batang Toru adalah:<br \/>1. PT Agincourt Resources &ndash; Tambang emas Martabe<br \/>2. PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) &ndash; PLTA Batang Toru<br \/>3. PT Pahae Julu Micro-Hydro Power &ndash; PLTMH Pahae Julu<br \/>4. PT SOL Geothermal Indonesia &ndash; Geothermal Taput<br \/>5. PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) &ndash; Unit PKR di Tapanuli Selatan<br \/>6. PT Sago Nauli Plantation &ndash; Perkebunan sawit di Tapanuli Tengah<br \/>7. PTPN III Batang Toru Estate &ndash; Perkebunan sawit di Tapanuli Selatan<\/p>\n<p>WALHI mendesak pemerintah untuk segera menghentikan aktivitas industri ekstraktif di Ekosistem Batang Toru, antara lain dengan mengevaluasi dan mencabut izin sejumlah&nbsp;perusahaan<\/p>\n<p>WALHI juga mendesak pemerintah mengevaluasi dan menghentikan proyek PLTA Batang Toru (NSHE), menutup dan mencabut izin PT Toba Pulp Lestari, termasuk praktik PKR; serta menghentikan aktivitas keempat perusahaan lain yang disebut sebelumnya<\/p>\n<p>Pemerintah juga diminta menindak tegas pelaku perusakan lingkungan, termasuk tujuh perusahaan yang diindikasikan merusak hutan dan lahan di DAS Batang Toru.<\/p>\n<p>Pemerintah juga didesak untuk segera menetapkan Kebijakan Perlindungan Ekosistem Batang Toru melalui RTRW Kabupaten, Provinsi, dan Nasional secara terpadu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246879626\/bmkg-dua-bibit-siklon-tropis-kepung-indonesia-bisa-picu-hujan-lebat-dan-angin-kencang\">Baca: Dua siklon tropis bisa picu hujan lebat dan angin kencang di sejumlah daerah<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara menyebut banjir bandang&nbsp;dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten\/kota di wilayah itu bukan semata bencana alam akibat hujan ekstrem yang dipicu badai tropis Senyar. Seperti diberitakan, sejak Selasa (25\/11\/2025), sedikitnya 8 kabupaten\/kota di Sumatera Utara terdampak banjir bandang dan longsor, dengan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[355,17,1528,26],"class_list":["post-4568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir-bandang","tag-lingkungan","tag-sumatera-utara","tag-walhi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}