{"id":4588,"date":"2026-07-30T00:40:45","date_gmt":"2026-07-30T00:40:45","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4588"},"modified":"2026-07-30T00:40:45","modified_gmt":"2026-07-30T00:40:45","slug":"greenpeace-ajak-warga-kota-semarang-meneliti-cemaran-mikroplastik-di-wilayahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4588","title":{"rendered":"Greenpeace Ajak Warga Kota Semarang Meneliti Cemaran Mikroplastik di Wilayahnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Tingginya penggunaan plastik sekali pakai membuat pencemaran mikroplastik semakin sulit dibendung. Mikroplastik kini tak lagi hanya ditemukan di perairan, tapi juga sampai ke tubuh manusia.<\/p>\n<p>Hal ini membuat mikroplastik tak lagi jadi sebatas ancaman bagi lingkungan, tapi juga jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan berpotensi mengganggu kemampuan kognitif manusia.<\/p>\n<p>Untuk mencari tahu seberapa jauh penyebaran mikroplastik&nbsp;warga Semarang, Jawa Tengah diajak&nbsp;untuk ikut meneliti di mana saja mikroplastik ditemukan melalui uji coba <em>Citizen Science<\/em>.<\/p>\n<p>Kegiatan&nbsp;ini&nbsp;digelar&nbsp;Greenpeace Indonesia bersama Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) dan Jaringan Peduli Iklim dan Alam (Jarilima).<\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi Greenpeace, para pengunjung diajak untuk membawa sampel dari rumah, seperti air minum, swab kulit, dan makanan, untuk kemudian diuji menggunakan mikroskop.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246786188\/ecoton-pembakaran-plastik-jadi-sumber-utama-polusi-mikroplastik-di-udara\">Baca: Pembakaran sampah jadi sumber utama polusi mikroplastik di udara<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Selain itu, kami juga mengajak pengunjung menampung air hujan sebanyak 1&ndash;2 liter dari lingkungan sekitar mereka untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari,&rdquo; ujar Rafika Aprilianti, Kepala Laboratorium Ecoton seperti dikutip greenpeace.org.<\/p>\n<p>Hasil pengujian sampel yang berasal dari masyarakat ini menunjukkan adanya kontaminasi mikroplastik di sekitar kita, mulai dari air hujan, makanan, hingga pakaian.<\/p>\n<p>Riset terbaru Ecoton dan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) menyebutkan, Semarang menduduki posisi ke-4 sebagai kota dengan kontaminasi mikroplastik di udara paling tinggi.<\/p>\n<p>Penelitian yang dilakukan di 18 kota\/kabupaten di Indonesia ini menemukan hubungan erat antara cemaran mikroplastik di udara dengan kebiasaan membakar sampah yang membawa partikel mikroplastik naik ke udara dan, pada akhirnya, ikut mencemari air hujan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246781275\/penelitian-ecoton-dan-siej-ungkap-paparan-mikroplastik-di-18-kota\">Baca: Penelitian ECOTON dan SIEJ ungkap paparan mikroplastik di 18 kota<\/a><\/p>\n<p>Komposisi polimer mikroplastik di udara Indonesia didominasi poliolefin yang berasal dari pecahan kantong plastik dan kemasan, disusul polyamide dan PTFE dari serat pakaian, komponen otomotif, dan pelapis tahan panas.<\/p>\n<p>&ldquo;Polyester dan polyisobutylene, yang umumnya berasal dari tekstil dan material ban, juga ditemukan di dalam sampel, menunjukkan beragamnya sumber polusi mikroplastik di udara&rdquo; ungkap Rafika.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komposisi polimer mikroplastik di udara selaras dengan data sumber utama mikroplastik di 18 kota dan kabupaten. Pembakaran sampah plastik menyumbang 55 persen, sementara aktivitas transportasi berkontribusi 33,3 persen.<\/p>\n<p>&ldquo;Korelasi ini menunjukkan bahwa profil polimer di udara sangat mencerminkan pola aktivitas manusia di kota mulai dari sistem pengelolaan sampah yang buruk, tingginya aktivitas transportasi, hingga beban tekstil rumah tangga,&rdquo; kata Rafika.<\/p>\n<p>Sampel mikroplastik juga ditemukan di dalam tubuh manusia. Studi yang dilakukan Greenpeace Indonesia bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengungkap, mikroplastik juga ditemukan di dalam urin, darah, hingga feses manusia.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Tingginya penggunaan plastik sekali pakai membuat pencemaran mikroplastik semakin sulit dibendung. Mikroplastik kini tak lagi hanya ditemukan di perairan, tapi juga sampai ke tubuh manusia. Hal ini membuat mikroplastik tak lagi jadi sebatas ancaman bagi lingkungan, tapi juga jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan berpotensi mengganggu kemampuan kognitif manusia. Untuk mencari tahu seberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4589,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,1589,37],"class_list":["post-4588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kota","tag-mikroplastik","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4588"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4588\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}