{"id":4618,"date":"2026-07-30T00:40:53","date_gmt":"2026-07-30T00:40:53","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4618"},"modified":"2026-07-30T00:40:53","modified_gmt":"2026-07-30T00:40:53","slug":"pembahasan-di-cop-berlangsung-lambat-masyarakat-sipil-diserukan-mengambil-peran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4618","title":{"rendered":"Pembahasan di COP Berlangsung Lambat, Masyarakat Sipil Diserukan Mengambil Peran"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; <em>Climate Change and Energy Lead WW<\/em>F Ari Mochamad, mengatakan dari tahun ke tahun perkembangan pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP sangat lambat.<\/p>\n<p>Sejak dia pertama kali mengikuti COP beberapa tahun lalu, tarik menarik antara negara maju dan negara berkembang dalam mengatasi krisis iklim masih saja terjadi. Ini bisa terjadi salah satunya karena perubahan kebijakan pemimpin suatu negara.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, menurut dia, kelompok masyarakat sipil global bisa memberikan kontribusi dalam mendorong kesepakatan global.<\/p>\n<p>&ldquo;Mungkin ke depan bikin konferensi masyarakat sipil selama dua minggu, suaranya didorong jadi&nbsp;agenda&nbsp;di tingkat nasional,&rdquo; ujarnya dalam konferensi pers Refleksi dari COP&nbsp;30&nbsp;: Langkah Lanjut untuk Aksi Iklim yang Berkeadilan, Selasa (25\/11\/2025) yang diikuti secara daring di Jakarta.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Supervisor Divisi Advokasi Hukum Rakyat Perkumpulan HuMa Bimantara Adjie Wardhana, mengatakan COP hanya ajang para elit untuk mempertahankan kepentingan mereka. Ia mengingatkan tentang isu biodiversitas yang kurang dibahas dalam COP 30.<\/p>\n<p>Padahal dalam Deklarasi Rio 92 tentang Lingkungan dan Pembangunan, yang merupakan hasil dari COP 15, telah menetapkan 27 prinsip pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246870722\/cop-30-berakhir-mengecewakan-tanpa-komitmen-pengurangan-bahan-bakar-fosil-dan-pengurangan-deforestasi\">Baca: COP 30 kembali berakhir mengecewakan<\/a><\/p>\n<p>Ini&nbsp;termasuk pengakuan pentingnya perlindungan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan sosial-ekonomi.<\/p>\n<p>Dalam konteks biodiversitas, deklarasi ini menjadi landasan lahirnya Konvensi Keanekaragaman Hayati (<em>Convention on Biological Diversity\/CBD<\/em>) yang menegaskan hak negara atas sumber daya hayati mereka sekaligus kewajiban untuk melestarikannya, memanfaatkan secara berkelanjutan, dan membagi manfaatnya secara adil.<\/p>\n<p>&ldquo;Jangan sampai <em>climate change<\/em> punya framework sendiri tapi juga menghancurkan biodiversitas, contohnya di Papua,&rdquo; tuturnya.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan Nadia Hadad, menyayangkan bahwa COP 30 tidak menghasilkan rencana konkret yang memadai untuk menjawab urgensi krisis iklim.<\/p>\n<p>Ia menilai target pengurangan emisi masih terlalu lemah, mekanisme pendanaan belum jelas, dan komitmen sejumlah negara besar pun tidak menunjukkan kemajuan berarti.<\/p>\n<p>Meskipun ada klaim pendanaan adaptasi akan ditingkatkan hingga tiga kali lipat, Nadia menegaskan bahwa detail implementasinya tetap belum dipaparkan dengan transparan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246873144\/cop-30-gagal-hasilkan-rencana-dan-aksi-iklim-yang-konkret-masyarakat-sipil-kecewa\">Baca: COP 30 gagal hasilkan rencana dan aksi iklim yang konkret<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Belum ada rencana yang konkret. siapa yang akan membayar juga belum jelas. Sehingga seharusnya ada roadmap sesudah itu,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Country Director Greenpeace untuk Indonesia, Leonard Simanjutak&nbsp;menyinggung COP 30 yang tidak menghasilkan komitmen konkrit untuk mencapai ambisi menekan pemanasan global tak lebih dari 1,5 derajat Celcius dibandingkan periode pra-industri.<\/p>\n<p>Laporan Greenpeace terakhir justru menunjukkan, ada peningkatan emisi gas rumah kaca yang menjadi sumber pemanasan global di beberapa negara, termasuk di Indonesia akibat deforestasi.<\/p>\n<p>&ldquo;COP 30 tak membuahkan hasil yang diharapkan,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Leonard, COP 30 tidak menghasilkan peta jalan yang nyata untuk mengakhiri penggunaan energi fosil (<em>transitioning away from fossil fuel roadmap<\/em>) dan menghentikan deforestasi (halting and reverse deforestation roadmap), serta peningkatan pendanaan untuk aksi iklim.<\/p>\n<p>Padahal COP 30 diselenggarakan di Brasil, negara dengan hutan hujan tropis terbesar di dunia.<\/p>\n<p>&ldquo;Hasil tersebut lebih buruk dari COP 28 yang berlangsung di Dubai, negara penghasil minyak, paling tidak ada kalimat transition in away untuk mengakhiri penggunaan energi fossil,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246797909\/jelang-cop-30-pertarungan-antara-kekuatan-lobi-korporasi-dengan-perjuangan-masyarakat-sipil\">Baca: Pertarungan antara kekuatan lobi korporasi dengan perjuangan masyarakat sipil di COP 30<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Climate Change and Energy Lead WWF Ari Mochamad, mengatakan dari tahun ke tahun perkembangan pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP sangat lambat. Sejak dia pertama kali mengikuti COP beberapa tahun lalu, tarik menarik antara negara maju dan negara berkembang dalam mengatasi krisis iklim masih saja terjadi. Ini bisa terjadi salah satunya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4619,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1582,167],"class_list":["post-4618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-30","tag-krisis-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}