{"id":4645,"date":"2026-07-30T00:41:02","date_gmt":"2026-07-30T00:41:02","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4645"},"modified":"2026-07-30T00:41:02","modified_gmt":"2026-07-30T00:41:02","slug":"puluhan-pohon-menteng-bakal-hijaukan-taman-menteng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4645","title":{"rendered":"Puluhan Pohon Menteng Bakal Hijaukan Taman Menteng"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sebanyak 40 pohon menteng (<em>Baccaurea racemosa<\/em>)&nbsp; bakal menambah rindang area Taman Menteng, Jakarta Pusat<\/p>\n<p>Penanaman pohon menteng ini dilakukan pada Jumat (21\/11\/202) lalu dengan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bagian peringatan&nbsp;sebuah&nbsp;media&nbsp;nasional&nbsp;simbol awal gerakan tanam pohon bertajuk &ldquo;Merawat Masa Depan&rdquo;.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Wagub Rano menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menjaga lingkungan di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim dan degradasi ekologis.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita butuh kontribusi nyata dalam pelestarian alam. Saat ini, kita merasakan langsung dampak perubahan iklim. Karena itu, kegiatan tanam pohon seperti ini sangat penting sebagai bagian dari upaya bersama merawat masa depan,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Rano juga menyoroti manfaat ekologis pohon buah, termasuk pohon menteng, yang memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali ekosistem perkotaan.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan keberadaan tanaman buah dapat menarik berbagai jenis burung, sehingga taman bukan hanya hijau, tetapi juga hidup dan dinamis.<\/p>\n<p>&ldquo;Tempat ini damai dan tenang, tapi kita jarang mendengar suara burung karena minim tanaman buah. Dengan menanam pohon Menteng, kita juga menghidupkan ekosistem&mdash;menghadirkan kembali burung-burung dan kehidupan lain di taman,&rdquo; ucapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/246416823\/kawasan-barito-bakal-menjadi-tempat-konservasi-air-dan-ruang-ekologi-berkelanjutan\">Baca: Kawasan Barito bakal jadi tempat konservasi air dan ruang ekologi berkelanjutan<\/a><\/p>\n<p>Wagub Rano juga menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, mitigasi perubahan iklim, serta konservasi alam.<\/p>\n<p>Upaya tersebut sejalan dengan arah pengembangan green economy yang tengah dibangun di Jakarta. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, Jakarta seharusnya memiliki 20 persen ruang terbuka hijau (RTH).<\/p>\n<p>&ldquo;Karena itu, kami terus menambah RTH dengan memanfaatkan aset daerah yang bisa diubah menjadi taman dan ruang publik, termasuk di area kolong tol,&rdquo; tambahnya.<\/p>\n<p>Wagub Rano mencontohkan sejumlah ruang publik yang kini menjadi tujuan favorit warga, seperti Tebet Eco Park dan Taman Lapangan Banteng. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai sebagai bukti bahwa kebutuhan akan ruang hijau semakin besar.<\/p>\n<p>Adapun&nbsp;Taman Menteng adalah sebuah taman yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Taman Menteng dulunya adalah Stadion Menteng.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Taman ini berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektare, dan memiliki koleksi 30 spesies tanaman yang berbeda. Taman Menteng juga memiliki beragam fasilitas pendukung seperti taman bermain untuk anak-anak serta lapangan futsal dan basket.<\/p>\n<p>Uniknya, di Taman Menteng ini terdapat pula 44 sumur resapan untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246346637\/unep-dorong-kota-kota-di-dunia-memperbanyak-hutan-kota\">Baca: Kota-kota di dunia didorong memperbanyak taman dan hutan kota<\/a><\/p>\n<p><strong>Tentang pohon menteng<\/strong><br \/>Pohon menteng yang namanya diabadikan menjadi kawasan elit di Jakarta, kini semakin sulit ditemukan di Jakarta.<\/p>\n<p>Dahulu pohon menteng biasa tumbuh di pekarangan, tetapi sekarang sudah sulit ditemui akibat desakan penduduk dan penanaman tanaman buah lain yang lebih disukai. <br \/>Tumbuhan ini asli dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.<\/p>\n<p>Sekilas buah menteng mirip dengan buah duku tetapi tangkai buahnya panjang dan di setiap satu tangkai yang melekat ke pohon terdapat banyak buah serta tajuk pohonnya berbeda. Rasa buahnya biasanya masam (kecut) meskipun ada pula yang manis.<\/p>\n<p>Setidaknya ada 4 jenis buah yang mirip dengan menteng ini, yaitu :<br \/>1. Menteng atau rambai (Minang) atau Rambe (Sumsel).<\/p>\n<p>2. Kapundung (Sunda) atau kapunduang (Minang), buah mirip rambai namun berukuran lebih besar, berkulit tebal sehingga isi buah hampir sama dengan rambai.<\/p>\n<p>3. Langsat atau lansek (Minang) atau duku palembang (Sumsel) atau duku condet (Jabodetabek).<\/p>\n<p>4. Duku (Minang), buahnya lebih besar dari langsat, di setiap buah ada biji sedang pada langsat belum tentu, lebih panjang di mana perbandingan tinggi buah dibandingkan garis tengahnya lebih panjang tinggi buahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sebanyak 40 pohon menteng (Baccaurea racemosa)&nbsp; bakal menambah rindang area Taman Menteng, Jakarta Pusat Penanaman pohon menteng ini dilakukan pada Jumat (21\/11\/202) lalu dengan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bagian peringatan&nbsp;sebuah&nbsp;media&nbsp;nasional&nbsp;simbol awal gerakan tanam pohon bertajuk &ldquo;Merawat Masa Depan&rdquo;. Dalam sambutannya, Wagub Rano menegaskan pentingnya aksi nyata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4646,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9,1616,1617],"class_list":["post-4645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jakarta","tag-menteng","tag-taman"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}