{"id":4689,"date":"2026-07-30T00:41:16","date_gmt":"2026-07-30T00:41:16","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4689"},"modified":"2026-07-30T00:41:16","modified_gmt":"2026-07-30T00:41:16","slug":"komitmen-iklim-indonesia-dinilai-kalah-ambisius-dibanding-negara-negara-kepulauan-lainnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4689","title":{"rendered":"Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Kalah Ambisius Dibanding Negara-negara Kepulauan Lainnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Mendekati hari-hari terakhir Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP 30 di Bel&eacute;m, Brasil, pemerintah Indonesia tak kunjung menunjukkan tanda-tanda untuk memperkuat komitmen iklimnya.<\/p>\n<p>Padahal sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol usai bertemu dengan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat sipil pada pekan lalu menyebut akan memperkuat komitmen iklim.<\/p>\n<p>Saat lebih dari 80 negara mendorong adanya kerangka kerja dalam Global Mutir&atilde;o[1] untuk keluar dari energi berbahan bakar fosil (fossil fuel phase out roadmap), Indonesia justru absen.<\/p>\n<p>Pun demikian dengan proses negosiasi di COP 30, pemerintah Indonesia juga anyep bicara tentang rencana kerja kehutanan untuk menghentikan deforestasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246854950\/cop-30-indonesia-resmikan-operasionalisasi-itpc-untuk-pemulihan-lahan-gambut-tropis\">Baca: Indonesia resmikan operasionalisasi ITPC untuk pulihkan lahan gambut tropis<\/a><\/p>\n<p>Padahal, dua langkah tersebut merupakan kunci utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab krisis iklim dan melindungi keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Koordinator Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (Aruki), Torry Kuswardono menilai, komitmen iklim dan negosiasi Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara-negara kepulauan kecil dalam<em> Alliance of Small Island States<\/em> (AOSIS).<\/p>\n<p>Bahkan Kolombia, negara yang sebetulnya cukup tergantung dengan energi fosil, juga punya komitmen untuk mendorong transitioning away from fossil fuels. Tak seperti mereka, Indonesia tidak punya proposal untuk menyelamatkan dunia dari krisis iklim.<\/p>\n<p>&rdquo;Yang keluar dari Indonesia justru proposal untuk menyelamatkan bisnis karbon dalam negeri yang cuma akan menguntungkan segelintir orang. Ini sungguh mengecewakan,&rdquo; ujarnya&nbsp;dalam&nbsp;pernyataan&nbsp;tertulis&nbsp;yang&nbsp;dirilis&nbsp;di&nbsp;laman&nbsp;resmi&nbsp;Greenpeace&nbsp;Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246850165\/kritisi-diplomasi-perdagangan-karbon-delegasi-ri-di-cop-30-climate-rangers-hanya-memindahkan-emisi\">Baca: Diplomasi perdagangan karbon delegasi Indonesia di COP 30 tuai kritik<\/a><\/p>\n<p>Ketua Tim Politik untuk Solusi Hutan Global Greenpeace, Rayhan Dudayev, mengatakan, sikap Indonesia yang aktif dalam negosiasi pasal terkait dengan skema tukar guling karbon menunjukkan Indonesia sebenarnya bisa berperan dalam negosiasi iklim.<\/p>\n<p>Namun sayang sekali peran itu tidak muncul dalam negosiasi untuk mendorong solusi nyata aksi iklim seperti rencana pensiun bahan bakar fosil dan rencana menghentikan deforestasi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Rayhan mengakui, hal ini memang tidak mudah dalam negosiasi COP. Namun menurutnya, Indonesia bisa pula mengajak masyarakat sipil untuk bersama-sama mendorong aksi iklim yang nyata.<\/p>\n<p>&rdquo;Di waktu yang tersisa ini, kita akan melihat apakah Indonesia akan mengambil peran penting untuk aksi iklim atau hanya menjadi penonton,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Mendekati hari-hari terakhir Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP 30 di Bel&eacute;m, Brasil, pemerintah Indonesia tak kunjung menunjukkan tanda-tanda untuk memperkuat komitmen iklimnya. Padahal sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol usai bertemu dengan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat sipil pada pekan lalu menyebut akan memperkuat komitmen iklim. Saat lebih dari 80 negara mendorong adanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4690,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1582],"class_list":["post-4689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-30"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}