{"id":4791,"date":"2026-07-30T00:41:46","date_gmt":"2026-07-30T00:41:46","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4791"},"modified":"2026-07-30T00:41:46","modified_gmt":"2026-07-30T00:41:46","slug":"kehadiran-industri-fosil-di-cop-30-cetak-rekor-tertinggi-bagaimana-mencari-solusi-iklim-bersama-perusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4791","title":{"rendered":"Kehadiran Industri Fosil di COP 30 Cetak Rekor Tertinggi: Bagaimana Mencari Solusi Iklim Bersama Perusak?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Masyarakat sipil menyebut, Konferensi Perubahan Iklim PBB yang ke-30 atau COP 30 yang saat ini sedang berlangsung tercatat sebagai COP yang paling banyak dihadiri wakil industri fosil.<\/p>\n<p>Analisis terbaru menunjukkan bahwa satu dari setiap 25 peserta COP 30 berasal dari industri fosil yang merupakan pemicu utama perubahan iklim.<\/p>\n<p>Temuan ini menunjukkan semakin melemahnya integritas proses negosiasi iklim, terutama ketika pelaku utama krisis justru semakin mendapat akses dan ruang dalam perumusan kebijakan.<\/p>\n<p>Pada hari kelima COP 30, Sebagai bagian dari perlawanan terhadap fenomena ini, koalisi KBPO menggelar aksi bertajuk &ldquo;Kick Off The Suits&rdquo; di area COP 30.<\/p>\n<p>Aksi&nbsp;ini&nbsp;untuk menyoroti betapa masifnya pengaruh lobi fosil yang mengancam komitmen dunia dalam menekan laju pemanasan global.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246797909\/jelang-cop-30-pertarungan-antara-kekuatan-lobi-korporasi-dengan-perjuangan-masyarakat-sipil\">Baca: COP 30 jadi pertarungan antara kekuatan lobi korporasi dengan perjuangan masyarakat sipil<\/a><\/p>\n<p>Jax Bongon dari IBON International, mengatakan bahwa masalah perubahan iklim tak akan bisa diselesaikan dengan memberi kekuasaan kepada mereka yang menyebabkannya.<\/p>\n<p>Namun setelah tiga dekade dan 30 COP, lebih dari 1.600 pelobi industri fosil berkeliaran di pembicaraan iklim seolah-olah mereka memang pantas berada di sana.&nbsp;<\/p>\n<p>&rdquo;Ironis melihat pengaruh mereka semakin dalam dari tahun ke tahun, memperolok proses ini dan komunitas yang menanggung akibatnya,&rdquo; ujarnya dalam&nbsp;keterangan&nbsp;tertulis&nbsp;kepada media.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, hal ini sebuah ironi, karena terjadi hanya beberapa hari setelah banjir bandang dan supertopan menghantam Filipina, serta di tengah kekeringan, gelombang panas, dan pengungsian yang memburuk di negara selatan,<\/p>\n<p>Kita, lanjutnya, justru melihat pihak yang menyebabkan krisis ini diberi panggung untuk mendorong &lsquo;solusi-solusi palsu&rsquo; demi keuntungan mereka, yang merusak harapan untuk benar-benar mengatasi darurat iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246795511\/mengapa-cop-30-jadi-momen-penting-bagi-aksi-iklim-global\">Baca: COP 30 jadi momen penting bagi aksi iklim global<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;COP30 dijanjikan sebagai &lsquo;COP Implementasi,&rsquo; namun hingga kini gagal memenuhi tuntutan paling dasar: mengeluarkan para perusak besar dari konferensi yang seharusnya menangani krisis yang mereka ciptakan.&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kondisi yang sama, juga terlihat pada Paviliun Indonesia, yang disponsori perusahaan batu bara seperti Adaro, Medco, Bayan.<\/p>\n<p>Juga perusahaan nikel yang beroperasi dengan PLTU captive seperti Harita, IMIP, dan IWIP, yang banyak di antaranya memiliki catatan panjang perusakan lingkungan serta konflik dengan masyarakat lokal.<\/p>\n<p>&ldquo;Setiap ruang yang diberikan kepada industri fosil di COP adalah ruang yang direbut dari masa depan kami,&rdquo; ujar Ginanjar Ariyasuta, Koordinator Climate Rangers dalam pernyataan singkatnya.<\/p>\n<p>Bagaimana orang muda bisa berharap hidup di masa depan yang adil, lestari, dan sejahtera jika pelaku krisis justru diberi panggung untuk mengarahkan pembahasan?<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246818643\/fokus-pada-perdagangan-karbon-misi-delegasi-indonesia-di-cop-30-dinilai-tak-mewakili-kelompok-rentan\">Baca: Misi delegasi Indonesia di COP 30 dinilai tak mewakili kelompok rentan<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kami menuntut proses yang bebas dari konflik kepentingan demi masa depan yang<br \/>sejahtera bagi semua.&rdquo;<\/p>\n<p>Sikap dari delegasi Indonesia yang memamerkan industri nikel bertenaga batu bara ini sebenarnya menunjukkan lemahnya komitmen energi Indonesia.<\/p>\n<p>Hingga hari ini pemerintah masih membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru, bahkan di saat dunia sepakat bahwa batu bara harus dihentikan sebelum 2030.<\/p>\n<p>&ldquo;Alih-alih menghentikan ketergantungan pada energi kotor, Indonesia justru mendorong ekspansi besar-besaran PLTU captive hingga 26 GW untuk melayani kebutuhan industri nikel dan smelter, yang ironisnya dibingkai sebagai bagian dari industri hijau.&rdquo; jelas Ginanjar.<\/p>\n<p>Ginanjar menegaskan, pembangunan PLTU baru ini juga pastinya akan membebani generasi muda karena harus membereskan masalah ini di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Masyarakat sipil menyebut, Konferensi Perubahan Iklim PBB yang ke-30 atau COP 30 yang saat ini sedang berlangsung tercatat sebagai COP yang paling banyak dihadiri wakil industri fosil. Analisis terbaru menunjukkan bahwa satu dari setiap 25 peserta COP 30 berasal dari industri fosil yang merupakan pemicu utama perubahan iklim. Temuan ini menunjukkan semakin melemahnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4792,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1582,17,173],"class_list":["post-4791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-30","tag-lingkungan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4791"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4791\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}