{"id":4876,"date":"2026-07-30T00:42:08","date_gmt":"2026-07-30T00:42:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4876"},"modified":"2026-07-30T00:42:08","modified_gmt":"2026-07-30T00:42:08","slug":"riset-brin-deteksi-obat-diabetes-cemari-sungai-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4876","title":{"rendered":"Riset BRIN Deteksi Obat Diabetes Cemari Sungai di Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Perairan di Jakarta,&nbsp;baik&nbsp;sungai&nbsp;maupun&nbsp;pantai tak hanya tercemar sampah, tetapi juga mengandung limbah obat-obatan. Pada 2021 silam, riset penulis menemukan Teluk Jakarta terkontaminasi material <em>acetaminophen atau parasetamol<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam penelitian terbaru, penulis kembali mendapati obat lain, yakni <em>metformin<\/em> terdeteksi di air sungai Jakarta untuk pertama kalinya. Metformin adalah obat diabetes yang paling umum diresepkan di dunia.<\/p>\n<p>Pada Juni 2022, penulis bersama tim peneliti dari BRIN, Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta, serta dua universitas di Inggris menemukan metformin di tiga dari enam titik sampel di Sungai Angke.<\/p>\n<p>Temuan ini menambah daftar panjang pencemaran zat aktif farmasi di perairan dan sungai di Indonesia.<\/p>\n<p>Dari toilet ke sungai: Bagaimana metformin mencemari air?<br \/>Metformin adalah obat untuk mengontrol kadar gula darah orang dengan diabetes tipe 2. Berbeda dengan obat kebanyakan, metformin tidak hancur diolah oleh tubuh manusia. Akibatnya, obat ini keluar hampir utuh melalui urine.<\/p>\n<p>Saat seseorang yang mengonsumsi metformin buang air kecil, obat tersebut langsung masuk ke sistem pembuangan rumah tangga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Masalahnya, di kota metropolitan seperti Jakarta, sebagian besar limbah dari toilet domestik berakhir di sungai tanpa diolah secara memadai.<\/p>\n<p>Sungai Angke sendiri, tempat ditemukannya metformin, menerima beban pencemaran dari berbagai sumber. Mulai dari limbah domestik yang tak diolah, limbah industri, hingga sampah padat.<\/p>\n<p>Kondisi inilah yang menciptakan jalur langsung bagi metformin dan zat farmasi lainnya untuk masuk ke ekosistem perairan.<\/p>\n<p>Analisis kualitas air di enam titik sampel yang kami lakukan menunjukkan tingkat pencemaran yang bervariasi antara 27 hingga 414 nanogram per liter (ng\/L).<\/p>\n<p><strong>Pencemaran air<\/strong><br \/>Kadar metformin yang terdeteksi di Sungai Angke, Jakarta. Koagouw et al (2024), CC BY<br \/>Situs ketiga memiliki kadar metformin tertinggi. Ini ditandai dengan air yang lebih keruh, warna air yang pekat, dan kadar mangan (unsur logam) yang sangat tinggi.<\/p>\n<p>Kehadiran metformin di Sungai Angke tidak bisa dianggap sepele. Kadarnya memang tidak separah di negara lain, tapi juga tidak bisa dibilang aman.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246630727\/hari-sungai-sedunia-mayoritas-sungai-di-indonesia-dalam-kondisi-tercemar\">Baca: Mayoritas sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar<\/a><\/p>\n<p>Studi ini menemukan bahwa konsentrasi terendah (27 ng\/L) berada di persentil kelima data global, sementara konsentrasi tertinggi (414 ng\/L) berada di persentil ke-40 dari kisaran global.<\/p>\n<p>Artinya, kadar terendah metformin di Sungai Angke lebih tinggi daripada 5 persen data sungai di dunia. Sementara, kadar tertingginya lebih tinggi daripada 40 persen data global, sehingga cukup mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>Studi sebelumnya di berbagai belahan dunia sudah membuktikan bahwa metformin berdampak negatif terhadap organisme air, bahkan pada kadar rendah sekitar 100 ng\/L saja sudah bisa memicu efek biologis.<\/p>\n<p>Misalnya pada kerang biru (Mytilus edulis), paparan metformin dapat memicu gangguan reproduksi dan kerusakan jaringan tubuh.<\/p>\n<p>Sedangkan&nbsp;pada ikan, metformin dapat menghambat perkembangan embrio, pertumbuhan, metabolisme, dan sistem reproduksi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244767679\/tunas-upaya-komunitas-tumbuh-pohon-nusantara-merawat-kali-angke\">Baca: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara merawat Sungai Angke<\/a><\/p>\n<p>Yang lebih mengkhawatirkan, metformin sulit terurai secara alami. Tanpa degradasi yang sempurna, senyawa kimia ini dan produk turunannya (<em>guanylurea<\/em>) bisa dengan mudah terakumulasi dan masuk kembali ke dalam rantai makanan.<\/p>\n<p>Air sungai yang tercemar juga berpotensi digunakan untuk irigasi pertanian atau perikanan. Ujungnya, metformin bisa kembali masuk ke tubuh manusia lewat air minum, ikan, atau sayuran yang menggunakan air tercemar.<\/p>\n<p>Paparan jangka panjang terhadap residu obat ini bisa menimbulkan resiko serius bagi kesehatan manusia, meskipun dampak pastinya masih terus diteliti.<\/p>\n<p>Pemerintah memang sudah mengatur standar baku mutu air sungai atau limbah. Namun, obat-obatan farmasi seperti metformin ini belum termasuk dalam daftar resmi zat berbahaya yang diatur dalam regulasi.<\/p>\n<p>Regulasi seperti apa dan apa yang harus dilakukan akan diulas dalam tulisan selanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Wulan Koagouw (Senior Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional\/BRIN)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Perairan di Jakarta,&nbsp;baik&nbsp;sungai&nbsp;maupun&nbsp;pantai tak hanya tercemar sampah, tetapi juga mengandung limbah obat-obatan. Pada 2021 silam, riset penulis menemukan Teluk Jakarta terkontaminasi material acetaminophen atau parasetamol. Dalam penelitian terbaru, penulis kembali mendapati obat lain, yakni metformin terdeteksi di air sungai Jakarta untuk pertama kalinya. Metformin adalah obat diabetes yang paling umum diresepkan di dunia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4877,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1683,9,406],"class_list":["post-4876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-diabetes","tag-jakarta","tag-sungai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}