{"id":4892,"date":"2026-07-30T00:42:18","date_gmt":"2026-07-30T00:42:18","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4892"},"modified":"2026-07-30T00:42:18","modified_gmt":"2026-07-30T00:42:18","slug":"banjir-lumpur-rendam-ratusan-hektare-sawah-di-kolaka-walhi-sultra-dipicu-pembukaan-lahan-untuk-aktivitas-tambang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4892","title":{"rendered":"Banjir Lumpur Rendam Ratusan Hektare Sawah di Kolaka, Walhi Sultra: Dipicu Pembukaan Lahan untuk Aktivitas Tambang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Banjir lumpur menerjang Desa Oko-oko Kecamatan Pomalaa dan Desa Lamendai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (10\/11\/2025).<\/p>\n<p>Dilansir cakrawalasultra.id, banjir lumpur ini merendam ratusan hektare sawah di Lamendai dan Oko-oko. Akibatnya tanaman padi yang sudah berusia kurang lebih 2 bulan terancam gagal panen.<\/p>\n<p>Petani padi sawah di Desa Oko-oko, Samsul Bahri, menyebut banjir kali ini paling parah sejak hadirnya industri tambang nikel. Sebelumnya, wilayah ini belum pernah terjadi banjir lumpur tanah merah campur kerikil.<\/p>\n<p>Menurutnya, sepanjang tahun 2025 sudah 10 kali sawah terendam banjir. Namun baru kali ini (Senin, 10 November 2025) banjir parah setinggi 1 meter, setelah guyuran hujan deras selama satu malam.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau kondisi terus berlanjut, bisa gagal panen, karena terus terendam air kotor, akan naik ulat batang. Padi yang baru berbuah akan rebah, karena basah,&rdquo; ujar Samsul.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246290563\/komisi-xii-temukan-pelanggaran-lahan-oleh-perusahaan-tambang-di-sulawesi-tenggara\">Baca: Pelanggaran lahan oleh perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara<\/a><\/p>\n<p>Sejak aktivitas industri nikel hadir di wilayah tersebut, banjir memang semakin terjadi.<\/p>\n<p>Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sultra, menyebut banjir lumpur terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan besar-besaran proyek kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) dan PT Vale Indonesia Tbk, yang dilakukan tanpa pengendalian lingkungan memadai.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif WALHI Sultra, Andi Rahman, menilai PT IPIP dan Vale, tidak menjalankan aktivitasnya sesuai izin lingkungan.<\/p>\n<p>Akibatnya kata Andi Rahman, masyarakat sekitar menjadi korban. Air sungai berubah menjadi lumpur merah, lahan pertanian rusak, dan sumber air bersih tercemar.<\/p>\n<p>Dia menegaskan, ini bentuk nyata pelanggaran lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagaimana dijamin konstitusi.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami sudah berkali-kali mengingatkan bahwa wilayah Pomalaa sedang berada di ambang krisis ekologis. Setiap kali hujan datang, masyarakat harus bersiap menghadapi banjir lumpur akibat kelalaian perusahaan,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246589998\/perusahaan-tambang-mengabaikan-kewajiban-reklamasi-warga-mengadu-ke-bam-dpr\">Baca: Perusahaan tambang mengabaikan kewajiban reklamasi<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;PT IPIP dan PT Vale Indonesia tidak menghormati izin lingkungannya dan telah mengabaikan keselamatan rakyat,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">WALHI Sultra, mendesak pemerintah pusat dan daerah segera menghentikan seluruh kegiatan pembangunan industri PT IPIP dan Vale di Pomalaa. Pemerintah, ujar Andi Rahman, tidak boleh membiarkan warga terus menderita akibat aktivitas perusahaan.<\/p>\n<p>Dilansir cakrawalasultra.id, beberapa tahun terakhir sejak beroperasinya PT IPIP, dan Vale Indonesia, produksi petani padi sawah menurun, hingga mereka menderita kerugian.<\/p>\n<p>Sebelumnya, produksi padi sawah petani bisa mencapai 8 hingga 10 ton per hektare sekali panen. Namun sekarang mereka hanya bisa panen 2 hingga 3 ton.<\/p>\n<p>Kondisi ini diperparah dengan biaya perawatan padi sawah lebih mahal, karena harus membeli pupuk dan racun lebih banyak.<\/p>\n<p>&ldquo;Biasanya satu musim sawah itu hanya dua kali diberi pupuk dan racun. Tapi ini baru sekitar 45 hari sudah 3 kali dikasih pupuk.&rdquo; ujar Samsul<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246441753\/film-dokumenter-limbah-nikel-dan-mimpi-energi-bersih-kerusakan-di-balik-mimpi-transisi-energi\">Baca: Film dokumenter tentang dampak lingkungan tambang nikel<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Banjir lumpur menerjang Desa Oko-oko Kecamatan Pomalaa dan Desa Lamendai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (10\/11\/2025). Dilansir cakrawalasultra.id, banjir lumpur ini merendam ratusan hektare sawah di Lamendai dan Oko-oko. Akibatnya tanaman padi yang sudah berusia kurang lebih 2 bulan terancam gagal panen. Petani padi sawah di Desa Oko-oko, Samsul Bahri, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1689,1690],"class_list":["post-4892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kolaka","tag-tambang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4892"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4892\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}