{"id":4979,"date":"2026-07-30T00:43:18","date_gmt":"2026-07-30T00:43:18","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4979"},"modified":"2026-07-30T00:43:18","modified_gmt":"2026-07-30T00:43:18","slug":"sekolah-dan-orangtua-perlu-sinergi-ciptakan-lingkungan-aman-dari-perundungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4979","title":{"rendered":"Sekolah dan Orangtua Perlu Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman dari Perundungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Praktik perundungan di lingkungan sekolah adalah masalah serius&nbsp;yang&nbsp;tidak&nbsp;dapat diabaikan&nbsp;dan&nbsp;harus&nbsp;segera&nbsp;ditangani<\/p>\n<p>Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan dampak perundungan bisa sangat ekstrem, termasuk memicu trauma psikologis hingga balas dendam dari korban sebagaimana yang diduga terjadi dalam insiden di SMAN 72 Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika seorang siswa menjadi korban bullying, dampak psikologisnya bisa sangat dalam sehingga mendorong tindakan yang tidak rasional,&#8221;katanya melalui rilis yang diterima Parlementaria, Senin (10\/11\/2025).<\/p>\n<p>Sekolah, lanjut Hetifah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membentuk karakter positif, bukan justru melahirkan trauma bagi peserta didik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244995580\/kenali-ciri-ciri-anak-korban-perundungan-berikut-ini\">Baca: Ciri-ciri anak telah menjadi korban perundungan<\/a><\/p>\n<p>Karenanya, guna mencegah praktik perundungan, diperlukan langkah komprehensif dari semua pihak.<\/p>\n<p>Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan, sebenarnya telah menginisiasi program pencegahan yang berfokus pada pemberdayaan siswa untuk menjadi agen perubahan dan pemimpin dalam menciptakan iklim anti-perundungan di sekolahnya sendiri.<\/p>\n<p>Namun, sekolah tetap harus aktif menegakkan aturan dengan membuat dan mensosialisasikan prosedur pelaporan yang aman bagi siswa<\/p>\n<p>Sekolah juga perlu mendorong siswa untuk saling mendukung dan melaporkan setiap kejadian kepada guru, serta meningkatkan peran guru untuk mengidentifikasi dan menangani kasus dengan tepat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/245090731\/kegiatan-ekstrakurikurel-penting-bagi-pendidikan-karakter-dan-cegah-perundungan-anak-sekolah\">Baca: Kegiatan Ekstrakurikuler untuk cegah perundungan di sekolah<\/a><\/p>\n<p>Kemudian, para orang tua juga memiliki peran kritis dalam menciptakan komunikasi yang terbuka dengan anak, memantau perilaku mereka, dan menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat.<\/p>\n<p>&#8220;Kerjasama dan sinergi antara sekolah, orang tua, dan program pemerintah, diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Kasus perundungan di Indonesia menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. KPAI melaporkan 3.800 kasus pada 2023, dan awal 2024 terdapat 141 kasus.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dari angka ini, 35 persen di antaranya terjadi di lingkungan sekolah. Kasus di dunia digital juga meningkat, dengan 41 kasus kekerasan dan bullying di dunia digital dilaporkan pada awal 2024.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Praktik perundungan di lingkungan sekolah adalah masalah serius&nbsp;yang&nbsp;tidak&nbsp;dapat diabaikan&nbsp;dan&nbsp;harus&nbsp;segera&nbsp;ditangani Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan dampak perundungan bisa sangat ekstrem, termasuk memicu trauma psikologis hingga balas dendam dari korban sebagaimana yang diduga terjadi dalam insiden di SMAN 72 Jakarta. &#8220;Ketika seorang siswa menjadi korban bullying, dampak psikologisnya bisa sangat dalam sehingga mendorong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4980,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1593,160],"class_list":["post-4979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-perundungan","tag-sekolah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4979"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4979\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}