{"id":5003,"date":"2026-07-30T00:52:48","date_gmt":"2026-07-30T00:52:48","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5003"},"modified":"2026-07-30T00:52:48","modified_gmt":"2026-07-30T00:52:48","slug":"paradoks-kebijakan-iklim-ri-dukung-inisiatif-tfff-tapi-tak-kunjung-mengesahkan-ruu-masyarakat-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5003","title":{"rendered":"Paradoks Kebijakan Iklim RI: Dukung Inisiatif TFFF Tapi Tak Kunjung Mengesahkan RUU Masyarakat Adat"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pidato pertama Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam Leaders Summit, pada 6-7 November lalu menyatakan dukungan Indonesia terhadap inisiatif Fasilitas Hutan Tropis Selamanya atau <em>Tropical Forest Forever Facility<\/em> (TFFF) yang diluncurkan pada 6 November.<\/p>\n<p>Mengulang janji Prabowo saat bertemu Presiden Brasil Lula da Silva akhir Oktober lalu, Hashim berujar Indonesia akan berkontribusi sebesar 1 miliar dolar AS untuk inisiatif TFFF&nbsp;yang ditujukan untuk menyelamatkan hutan tropis tersebut.<\/p>\n<p>Rayhan Dudayev, Ketua Tim Politik untuk Kampanye Solusi Hutan Global Greenpeace yang hadir di Bel&eacute;m, mengingatkan Hashim dan Presiden Prabowo harus ingat bahwa TFFF mengharuskan alokasi pendanaan 20 persen langsung untuk Masyarakat Adat.<\/p>\n<p>Inisiatif TFFF, jelasnya, mensyaratkan bahwa harus ada pengakuan penuh dan efektif terhadap Masyarakat Adat di Indonesia, salah satunya dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat.<\/p>\n<p>&rdquo;Jika pemerintah terus membiarkan atau bahkan menjadi pelaku yang merampas hak-hak Masyarakat Adat, sebesar apa pun kontribusi Indonesia di TFFF akan jadi performatif saja,&rdquo; ujar Rayhan seperti dilansir di laman resmi Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>Greenpeace mencatat ada sejumlah hal signifikan yang perlu diperbaiki dari skema TFFF, khususnya dari aspek pelindungan lingkungan dan aspek keadilan distribusi pendanaan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246727194\/jelang-cop-30-brasil-dorong-inisiatif-tfff-untuk-pelestarian-hutan-tropis\">Baca: Brasil luncurkan Inisiatif TFFF di COP 30 untuk melestarikan hutan tropis<\/a><\/p>\n<p>Pada aspek pelindungan lingkungan, ambang batas tutupan hutan masih cukup rendah yakni sebesar 20 hingga 30 persen dari tutupan kanopi. Secara sains, angka ini mestinya minimal 50 persen.<\/p>\n<p>Catatan lainnya ialah tentang pemantauan degradasi hutan dengan indikator minimum; belum adanya ketentuan jelas untuk mencegah industri berisiko lingkungan terlibat dalam investasi pendanaan hutan tropis ini.<\/p>\n<p>Selain itu perlu dibentuk sistem dan mekanisme akuntabilitas yang kuat serta model distribusi pendanaan yang tidak hanya masih mengutamakan pembayaran kembali kepada investor.<\/p>\n<p>Bila poin-poin krusial ini tak dibenahi, tujuan dibentuknya TFFF tak akan tercapai. Perlu diingat pula bahwa TFFF merupakan inisiatif sukarela yang bukan berasal dari negosiasi COP.<\/p>\n<p>&ldquo;Jika pemimpin dunia tidak berkomitmen untuk menghentikan deforestasi sampai 2030 sebagaimana direncanakan dua tahun lalu dalam COP 28, COP 30 ini bisa dikatakan gagal,&rdquo; tambah Rayhan.<\/p>\n<p>Dengan laju kenaikan suhu Bumi yang disebut telah melewati batas 1,5 derajat celsius (&deg;C) secara temporer, negara-negara harus menghentikan deforestasi selambat-lambatnya pada 2030.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246729794\/masyarakat-sipil-tfff-tidak-menyentuh-akar-masalah-deforestasi-hutan-tropis-dunia\">Baca: TFFF dinilai tidak menyentuh akar masalah deforestasi hutan tropis dunia<\/a><\/p>\n<p>Namun di Indonesia belum ada gelagat dari pemerintah untuk menuju nol deforestasi. Dalam satu dekade terakhir, luas deforestasi hampir 3,5 juta hektare atau setara enam kali luas Pulau Bali.<\/p>\n<p>Laju deforestasi tahunan juga kian meningkat sejak 2022 dan angkanya mencapai 216.200 hektare pada 2024.<\/p>\n<p>Greenpeace juga menyoroti pernyataan Hashim bahwa rata-rata deforestasi menurun hingga 75 persen dibanding 2019. Greenpeace menegaskan, naik-turunnya angka deforestasi tersebut hanya bacaan statistik, apalagi jika dibandingkan angka tertinggi.<\/p>\n<p>&ldquo;Faktanya deforestasi masih terjadi, Masyarakat Adat kehilangan hutan tempat mereka hidup, dan kita kehilangan keanekaragaman hayati yang menjadi benteng iklim,&rdquo; ujar Syahrul Fitra, Juru Kampanye Hutan Senior Greenpeace Indonesia dari Bel&eacute;m.<\/p>\n<p>Syahrul&nbsp;menegaskan,&nbsp;jutaan masyarakat Indonesia telah mengalami langsung dampak dari krisis iklim, dan akan bertambah banyak lagi di masa depan.<\/p>\n<p>&rdquo;Mereka butuh aksi nyata pemerintah Indonesia dalam mengatasi krisis iklim, bukan hanya janji kosong seperti yang disampaikan Pak Hashim dalam pidato pertamanya di COP 30,&rdquo; tutup Syahrul.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246754986\/jelang-cop-30-kepala-iklim-pbb-serukan-dunia-serius-lakukan-aksi-iklim\">Baca: PBB serukan masyarakat dunia lebih serius lakukan aksi iklim<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pidato pertama Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam Leaders Summit, pada 6-7 November lalu menyatakan dukungan Indonesia terhadap inisiatif Fasilitas Hutan Tropis Selamanya atau Tropical Forest Forever Facility (TFFF) yang diluncurkan pada 6 November. Mengulang janji Prabowo saat bertemu Presiden Brasil Lula da Silva akhir Oktober lalu, Hashim berujar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5004,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1582,95,1712],"class_list":["post-5003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-30","tag-hutan","tag-tfff"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}