{"id":5068,"date":"2026-07-30T00:53:53","date_gmt":"2026-07-30T00:53:53","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5068"},"modified":"2026-07-30T00:53:53","modified_gmt":"2026-07-30T00:53:53","slug":"sejumlah-hal-yang-perlu-diketahui-soal-cop-30-penting-untuk-solusi-iklim-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5068","title":{"rendered":"Sejumlah Hal yang Perlu Diketahui Soal COP 30: Penting untuk Solusi Iklim Global"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; COP 30 tahun ini&nbsp;yang akan berlangsung di Bel&eacute;m, Brasil pada 10-21 November 2025 menjadi momen evaluasi penting bagi aksi iklim dunia.<\/p>\n<p>Negara-negara anggota diharapkan membawa komitmen iklim yang lebih kuat selaras dengan target 1,5&deg;C, ambang batas pemanasan global berbahaya yang tak boleh dilampaui.<\/p>\n<p>Sederhananya: para pemimpin dunia harus membuktikan komitmen mereka terhadap Perjanjian Paris.<\/p>\n<p>Mengapa COP, termasuk COP 30 penting untuk solusi iklim global? Berikut penjelasan yang kami kutip dari laman Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>Krisis iklim tidak mengenal batas negara. Kekeringan di satu wilayah dapat memicu kenaikan harga pangan di seluruh dunia. Gletser yang mencair di Himalaya mengancam masyarakat yang tinggal ribuan kilometer di hilirnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, gelombang panas di Asia Selatan merenggut nyawa orang-orang yang nyaris tidak berkontribusi memicu krisis iklim ini.<\/p>\n<p>Inilah alasan mengapa COP ada. Forum ini adalah satu-satunya tempat di mana pemerintah bisa&mdash;setidaknya secara teori&mdash;bekerja sama untuk memecahkan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.<\/p>\n<p>Multilateralisme mungkin terdengar seperti kata yang rumit, tapi artinya sederhana: kerja sama negara-negara. Dalam urusan iklim, masalah global hanya dapat diselesaikan lewat solusi global.<\/p>\n<p>Tanpa COP, tiap negara akan berjuang sendiri di tengah kedaruratan yang mengancam planet ini. Kita sudah melihat betapa berbahayanya jika itu terjadi.<\/p>\n<p>Lantas, apa yang sudah dicapai dari penyelanggaraan COP yang tahun ini merupakan yang ke-30?<\/p>\n<p>Di satu sisi, mudah bagi kita untuk merasa pesimis terhadap pertemuan-pertemuan iklim global seperti COP. Namun sejarah membuktikan COP bisa menghasilkan suatu terobosan ketika ada tekanan kuat dari publik.<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa kesepakatan penting yang lahir dari beberapa COP sebelumnya.<\/p>\n<p>COP21 (Paris, 2015): Perjanjian Paris (Paris Agreement). Pemerintah negara-negara sepakat membatasi kenaikan suhu global di bawah 2&deg;C dan berupaya mencapai ambang batas aman 1,5&deg;C. Meski tak sempurna, perjanjian ini adalah titik balik penting.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">COP27 (Sharm el-Sheikh, 2022): COP menyepakati dana kerugian dan kerusakan (loss and damage) untuk membantu negara-negara rentan yang paling terdampak bencana iklim. Aktivis lingkungan telah mendesak pembentukan dana ini selama puluhan tahun.<\/p>\n<p>COP28 (Dubai, 2023): Untuk pertama kalinya, keputusan COP secara eksplisit menyebut bahan bakar fosil sebagai akar penyebab krisis iklim.<\/p>\n<p>Kala itu Greenpeace menyebutnya bersejarah, tetapi juga mengingatkan bahwa para pemimpin harus berkomitmen pada penghentian total bahan bakar fosil secara penuh, cepat, adil, dan dengan dukungan pendanaan.<\/p>\n<p>COP29 (Baku, 2024): Perundingan didominasi oleh isu pendanaan iklim. Kendati pemerintah menjanjikan pendanaan baru, Greenpeace mengkritik nilainya yang sangat tak memadai mengingat besarnya kebutuhan dunia untuk mengatasi dampak iklim. Menunda pendanaan sama saja menyemai bencana.<\/p>\n<p>Semua capaian tersebut tidak terjadi begitu saja. Itu semua lantaran kekuatan rakyat: mulai kepemimpinan Masyarakat Adat, desakan dari negara-negara yang rentan terhadap krisis iklim, aktivis yang menolak menyerah, hingga jutaan orang yang terus menuntut tindakan nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; COP 30 tahun ini&nbsp;yang akan berlangsung di Bel&eacute;m, Brasil pada 10-21 November 2025 menjadi momen evaluasi penting bagi aksi iklim dunia. Negara-negara anggota diharapkan membawa komitmen iklim yang lebih kuat selaras dengan target 1,5&deg;C, ambang batas pemanasan global berbahaya yang tak boleh dilampaui. Sederhananya: para pemimpin dunia harus membuktikan komitmen mereka terhadap Perjanjian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[421,1582,167],"class_list":["post-5068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aksi-iklim","tag-cop-30","tag-krisis-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}