{"id":5127,"date":"2026-07-30T00:54:32","date_gmt":"2026-07-30T00:54:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5127"},"modified":"2026-07-30T00:54:32","modified_gmt":"2026-07-30T00:54:32","slug":"pasar-tanah-abang-menjadi-titik-dengan-kontaminasi-mikroplastik-tertinggi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5127","title":{"rendered":"Pasar Tanah Abang Menjadi Titik dengan Kontaminasi Mikroplastik Tertinggi di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penelitian yang dilakukan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) bersama Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) mengungkap bahwa Jakarta Pusat, menjadi kota dengan tingkat kontaminasi mikroplastik udara tertinggi di Indonesia.<\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi ECOTON jumlah partikel mikroplastik di&nbsp;Pasar&nbsp;Tanah&nbsp;Abang&nbsp;mencapai 37 partikel dalam periode waktu 2 jam, jauh di atas kota lain yang diteliti.<\/p>\n<p>Koordinator relawan Riset Mikroplastik ECOTON, Sofi Azilan Aini menjelaskan, penelitian dilakukan di 18 kota pada periode Mei&ndash;Juli 2025.<\/p>\n<p>Penelitian dilakukan dengan menggunakan pemantauan deposisi pasif mikroplastik udara dengan analisis mikroskopik dan spektroskopi inframerah Fourier Transform (FTIR) untuk memastikan jenis polimernya.<\/p>\n<p>Langkah penelitian meliputi Penempatan cawan petri kaca pada ketinggian 1&ndash;1,5 meter (zona pernapasan manusia) di lokasi representatif tiap kota. Dilanjutkan dengan Penangkapan partikel melalui deposisi alami selama 2 jam menggunakan kertas Whatman basah steril.<\/p>\n<p>Lalu dilakukan pemisahan partikel plastik dengan mikroskop stereo, identifikasi bentuk (fiber, film, fragmen), warna, ukuran, dan konfirmasi jenis polimer dengan FTIR.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246781275\/penelitian-ecoton-dan-siej-ungkap-paparan-mikroplastik-di-18-kota\">Baca: Penelitian ECOTON dan SIEJ ungkap paparan mikroplastik di 18 kota<\/a><\/p>\n<p>Metode ini mengacu pada penelitian Islam et al. (2024) dan Aini et al. (2024) serta disesuaikan dengan konteks lingkungan perkotaan Indonesia.<\/p>\n<p>Adapun, titik pengambilan sampel udara di Jakarta mencakup Pasar Tanah Abang, Jalan Sawah Besar, dan Kawasan Ragunan.<\/p>\n<p>Pasar Tanah Abang yang merupakan pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara menjadi hotspot mikroplastik akibat kombinasi lalu lintas kendaraan tinggi, penggunaan plastik sekali pakai, aktivitas bongkar-muat barang, dan pelepasan serat sintetis dari pakaian tekstil.<\/p>\n<p>Fragmen dan fiber mikroplastik yang beterbangan di udara inilah yang kemudian terdispersi oleh angin dan berpotensi turun bersama air hujan, menjelaskan fenomena &ldquo;hujan mikroplastik&rdquo; yang kini menjadi sorotan di Jakarta.<\/p>\n<p><strong>Sumber mikroplastik<\/strong><br \/>Sofi menjelaskan, sumber utama mikroplastik di udara berasal dari pembakaran terbuka sampah plastik dan sampah rumah tangga, degradasi produk plastik dan tekstil sintetis, serta emisi kendaraan bermotor akibat gesekan ban dan rem.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246752203\/temuan-mikroplastik-di-air-hujan-di-jakarta-kurangi-sampah-plastik-sekarang-juga\">Baca: Temuan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Beberapa studi internasional juga menunjukkan bahwa proses pembakaran plastik dapat menghasilkan partikel mikroplastik dan aerosol sintetis yang bertahan lama di udara dan terbawa angin hingga ratusan kilometer.<\/p>\n<p>Ketika partikel-partikel ini bereaksi dengan uap air di atmosfer, mereka dapat turun bersama air hujan dan membentuk fenomena yang kini dikenal sebagai hujan mikroplastik.<\/p>\n<p>Merespon polusi mikroplastik yang semakin memprihatinkan ini, ECOTON mendorong Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengambil langkah-langkah strategis seperti melarang pembakaran sampah terbuka dan memperkuat penegakan hukum lingkungan di tingkat kelurahan.<\/p>\n<p>Pemerintah juga diminta meningkatkan fasilitas pemilahan sampah dari sumber serta memperluas jaringan pengelolaan sampah di setiap kecamatan, mengembangkan sistem pengolahan organik (kompos dan biodigester) untuk mengurangi volume sampah yang berpotensi dibakar.<\/p>\n<p>ECOTON juga mendesak dilakukannya pemantauan berkala kandungan mikroplastik di udara dan air hujan Jakarta sebagai dasar kebijakan berbasis sains.<\/p>\n<p>Kampanye publik dan pendidikan lingkungan untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap pembakaran sampah dan penggunaan plastik sekali pakai juga harus ditingkatkan.<\/p>\n<p>&rdquo;Dengan langkah-langkah ini, Jakarta dapat menurunkan emisi mikroplastik udara, melindungi kesehatan masyarakat, dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan,&rdquo; ujar Sofi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246524411\/ledakan-sampah-plastik-memicu-penjajahan-gaya-baru\">Baca: Ledakan sampah plastik memicu penjajahan gaya baru<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penelitian yang dilakukan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) bersama Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) mengungkap bahwa Jakarta Pusat, menjadi kota dengan tingkat kontaminasi mikroplastik udara tertinggi di Indonesia. Dilansir di laman resmi ECOTON jumlah partikel mikroplastik di&nbsp;Pasar&nbsp;Tanah&nbsp;Abang&nbsp;mencapai 37 partikel dalam periode waktu 2 jam, jauh di atas kota lain yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5128,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1750,1589,1755],"class_list":["post-5127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ecoton","tag-mikroplastik","tag-pasar-tanah-abang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}