{"id":5175,"date":"2026-07-30T00:55:29","date_gmt":"2026-07-30T00:55:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5175"},"modified":"2026-07-30T00:55:29","modified_gmt":"2026-07-30T00:55:29","slug":"bersahabat-orang-neurodivergent-dengan-gangguan-spektrum-autisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5175","title":{"rendered":"Bersahabat Orang Neurodivergent dengan Gangguan Spektrum Autisme"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Orang neurodivergent dengan gangguan spektrum autisme selama ini merasa sering disalahpahami, direndahkan, dan dianggap sebagai orang yang tidak normal.<\/p>\n<p>Neurodivergent adalah istilah non-medis untuk menggambarkan individu yang cara kerja otaknya berbeda dari norma sosial umum, seperti pada autisme, ADHD, disleksia, atau kondisi neurologis lainnya.<\/p>\n<p>Istilah ini tidak menganggap perbedaan sebagai kelainan, melainkan sebagai variasi alami dalam fungsi neurologis manusia, dan sering dikaitkan dengan gerakan neurodiversitas yang berfokus pada kekuatan unik setiap individu.<\/p>\n<p>Misalnya, mereka sering dicap tidak memiliki empati. Padahal, orang neurodivergent juga mampu memahami perasaan orang lain dan membayangkan diri mereka berada di posisi tersebut.<\/p>\n<p>Mereka juga ingin diterima oleh lingkungan sekitar dan berfungsi dalam masyarakat, baik dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena itu, upaya untuk menerima, menghargai, dan merangkul mereka dengan apa adanya akan sangat berarti dan membahagiakan orang neurodivergent dan keluarganya.<\/p>\n<p>Di dunia psikologi dan kesehatan mental, upaya ini dilakukan lewat gerakan neurodiversitas yang mengakui keragaman proses berpikir dan bernalar manusia.<\/p>\n<p>Gerakan ini mendorong masyarakat untuk menyebut individu yang memiliki perbedaan cara berpikir (termasuk gangguan spektrum autisme) sebagai orang neurodivergent.<\/p>\n<p>Dengan begitu, mereka tidak lagi dicap negatif sebagai seseorang yang tidak normal, punya gangguan, ataupun kelainan.<\/p>\n<p>Bagaimana bersahabat dengan orang &lsquo;neurodivergent&rsquo;?&nbsp;Mengakui keberagaman orang neurodivergent, berarti harus bersedia menyesuaikan diri dengan mereka, termasuk dalam berkomunikasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Orang neurodivergent dengan gangguan spektrum autisme kesulitan untuk memahami isyarat-isyarat nonverbal dari kita. Ini membuat mereka sering merasa terisolasi dan kesepian.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Bagi orang neurodivergent, pendekatan langsung dan jelas dalam berkomunikasi dapat membantu mengurangi kebingungan dan meningkatkan kualitas interaksi.<\/p>\n<p>Selain itu, kita bisa melakukan sejumlah hal,&nbsp;seperti&nbsp;Memahami kebiasaan-kebiasaan mereka dan hal-hal yang tidak mereka sukai.<\/p>\n<p>Kita&nbsp;juga&nbsp;perlu&nbsp;nenunjukkan sikap menghargai dan menerima, baik dalam interaksi sosial dan personal,&nbsp;selain&nbsp;juga&nbsp;Memberikan nasihat dan membimbing mereka.<\/p>\n<p>Perlu diingat, perubahan keterampilan sosial orang neurodivergent ke arah yang positif mungkin akan sangat kecil terjadi dan membutuhkan waktu lama. Bahkan bisa juga tidak terjadi sama sekali.<\/p>\n<p>Namun, kita tetap harus berupaya memahami dan berkomunikasi dengan mereka agar orang neurodivergent semakin paham dan bisa beradaptasi dengan kita.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: David Matahari (Dosen Psikologi, Universitas Pelita Harapan\/UPH) Teguh Lesmana dan Yusak Novanto (Dosen Psikologi , Universitas Pelita Harapan)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Orang neurodivergent dengan gangguan spektrum autisme selama ini merasa sering disalahpahami, direndahkan, dan dianggap sebagai orang yang tidak normal. Neurodivergent adalah istilah non-medis untuk menggambarkan individu yang cara kerja otaknya berbeda dari norma sosial umum, seperti pada autisme, ADHD, disleksia, atau kondisi neurologis lainnya. Istilah ini tidak menganggap perbedaan sebagai kelainan, melainkan sebagai variasi alami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5176,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1514,1768],"class_list":["post-5175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-autisme","tag-neurodivergent"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5175"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5175\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}