{"id":5183,"date":"2026-07-30T00:55:56","date_gmt":"2026-07-30T00:55:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5183"},"modified":"2026-07-30T00:55:56","modified_gmt":"2026-07-30T00:55:56","slug":"oecd-target-perjanjian-paris-masih-mungkin-dicapai-meski-kebijakan-iklim-melambat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5183","title":{"rendered":"OECD: Target Perjanjian Paris Masih Mungkin Dicapai Meski Kebijakan Iklim Melambat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Laporan terbaru dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-operation and Development\/OECD) menyatakan bahwa tujuan Perjanjian Paris masih dapat dicapai meski kebijakan iklim mulai melambat.<\/p>\n<p>Laporan itu juga menyerukan tindakan cepat untuk mengurangi emisi dan menerapkan perubahan kebijakan secara menyeluruh&nbsp;untuk&nbsp;tercapainya&nbsp;target&nbsp;Perjanjian&nbsp;Paris.<\/p>\n<p>Dilansir Earth.org, Laporan OECD menyebut, dunia berada di titik balik dalam aksi iklim. Menurut laporan kebijakan mendalam terbaru OECD tersebut, secara teknis memungkinkan untuk menjaga dunia tetap berada dalam jarak yang dekat dengan emisi nol bersih pada tahun 2050.<\/p>\n<p>Namun, peluang tersebut segera tertutup karena laju penerapan kebijakan iklim yang telah menurun drastis.<\/p>\n<p>Laporan yang diterbitkan pada bulan Mei 2025 ini sebagai bagian dari proyek Membangun Iklim dan Ketahanan Ekonomi OECD tepat waktu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246453796\/china-dan-inggris-berpeluang-memimpin-aksi-iklim-dunia-setelah-as-keluar-dari-perjanjian-paris\">Baca: China dan Inggris berpeluang memimpin aksi iklim dunia<\/a><\/p>\n<p>Disebutkan,&nbsp;tahun 2024 merupakan tahun terhangat yang memecahkan rekor dan tahun pertama suhu rata-rata global naik di atas 1,5&deg;C dari tingkat pra-industri.<\/p>\n<p>Dari banjir dahsyat di Valencia, Spanyol pada 2024, hingga kebakaran dahsyat di Los Angeles awal tahun 2025, menunjukkan&nbsp;makin&nbsp;meningkatnya frekuensi dan keparahan dampak iklim.<\/p>\n<p>Laporan&nbsp;ini&nbsp;juga&nbsp;menyoroti semakin besarnya ancaman yang ditimbulkan perubahan iklim terhadap keamanan manusia dan kesejahteraan ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Kemajuan belum memadai<\/strong><br \/>Sejak Perjanjian Paris diadopsi pada tahun 2015, langkah-langkah besar telah diambil untuk mengubah arah iklim dunia.<\/p>\n<p>Satu dekade lalu, kebijakan saat ini diproyeksikan akan menyebabkan peningkatan suhu hingga 4,8&deg;C pada tahun 2100.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246453688\/arah-aksi-iklim-dunia-setelah-as-hengkang-dari-perjanjian-paris\">Baca: Arah aksi iklim dunia setelah AS mundur dari Perjanjian Paris<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dengan kebijakan yang diperkuat dan ambisi global yang meningkat, perkiraan tersebut kini telah ditingkatkan ke kisaran sekitar 2,6&deg;C hingga 3,1&deg;C selama abad ini.<\/p>\n<p>Meskipun ini merupakan kemajuan yang cukup besar, angka ini masih jauh di atas ambang batas 1,5&deg;C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris. Yang lebih dapat diprediksi, bukti baru menunjukkan bahwa laju peningkatan suhu ini semakin melambat.<\/p>\n<p>Selama tahun 2022 dan 2023, tingkat keketatan kebijakan iklim global hanya meningkat 1-2 persen per tahun, sebuah penurunan yang sangat signifikan dari peningkatan rata-rata tahunan sebesar 10% pada dekade sebelumnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Untuk menutup kesenjangan antara ambisi dan pencapaian, kita perlu meningkatkan kinerja dan memastikan kita mencapainya,&rdquo; ujar Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann dalam kata pengantarnya untuk laporan tersebut.<\/p>\n<p>Dokumen ini berisi beberapa visualisasi data persuasif yang secara meyakinkan mengomunikasikan keharusan dan kemungkinan aksi iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246468132\/rencana-pengurangan-emisi-yang-telah-diajukan-baru-mencakup-22-persen-emisi-global\">Baca: Kemajuan pengurangan emisi global<\/a><\/p>\n<p>Salah satunya mengungkap bukti kuat revolusi energi terbarukan, yang menunjukkan bagaimana biaya listrik dari fotovoltaik surya telah turun di bawah batu bara dan gas.<\/p>\n<p>Penurunan&nbsp;biaya&nbsp;pembangkitan&nbsp;energi&nbsp;surya&nbsp;ini&nbsp;antara&nbsp;lain&nbsp;ditunjukkan&nbsp;di negara-negara ekonomi utama mulai dari&nbsp;China hingga Jerman, India, Jepang, Amerika Serikat, dan Vietnam.<\/p>\n<p>Data tersebut secara efektif menunjukkan bagaimana hambatan biaya untuk penggunaan energi bersih sebagian besar telah menghilang.<\/p>\n<p>Data lainnya memberikan pembagian potensi pengurangan metana yang sangat eksplisit, yang memisahkan peluang di antara sektor minyak, gas, batu bara, pertanian, dan limbah.<\/p>\n<p>Angka tersebut dengan sangat baik menggambarkan bahwa hingga 85 megaton emisi metana berpotensi dapat dikurangi pada tahun 2030, dan peluang jangka pendek terbesar disediakan oleh sektor energi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Laporan terbaru dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-operation and Development\/OECD) menyatakan bahwa tujuan Perjanjian Paris masih dapat dicapai meski kebijakan iklim mulai melambat. Laporan itu juga menyerukan tindakan cepat untuk mengurangi emisi dan menerapkan perubahan kebijakan secara menyeluruh&nbsp;untuk&nbsp;tercapainya&nbsp;target&nbsp;Perjanjian&nbsp;Paris. Dilansir Earth.org, Laporan OECD menyebut, dunia berada di titik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5184,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1751,1500],"class_list":["post-5183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-oecd","tag-perjanjian-paris"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}