{"id":5215,"date":"2026-07-30T00:56:23","date_gmt":"2026-07-30T00:56:23","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5215"},"modified":"2026-07-30T00:56:23","modified_gmt":"2026-07-30T00:56:23","slug":"buku-reset-indonesia-menata-ulang-indonesia-dari-kerusakan-multi-dimensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5215","title":{"rendered":"Buku Reset Indonesia: Menata Ulang Indonesia dari Kerusakan Multi Dimensi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211; <\/strong>Berbagai persoalan terjadi saat ini di sejumlah wilayah Indonesia akibat kebijakan pemerintah yang dibuat secara sembrono. Banyak pihak yang mempertanyakan ke mana bangsa ini akan dibawa, sehingga menyerukan dilakukannya &lsquo;Reset Indonesia&rsquo;.<\/p>\n<p>Desakan agar dilakukan Reset Indonesia ini dituangkan dalam buku berjudul sama, yang diluncurkan baru-baru ini di Jakarta.<\/p>\n<p>Buku <em>Reset Indonesia<\/em> ini ditulis jurnalis lintas generasi, yaitu Farid Gaban (baby boomer), Dandhy Laksono (generasi X), Yusuf Priambodo (generasi milenial), dan Benaya Harobu (generasi Z).<\/p>\n<p>Buku setebal 448 halaman ini berisi gagasan tentang Indonesia baru yang merupakan hasil ekspedisi jurnalistik selama 15 tahun dari tahun 2009 hingga 2025.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246731693\/satu-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran-indonesia-memasuki-fase-fasisme\">Baca: Indonesia Memasuki Fase Fasisme<\/a><\/p>\n<p>Ekspedisi jurnalistik yang dilakukan yaitu Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa, Ekspedisi Indonesia Biru, dan Ekspedisi Indonesia Baru.<\/p>\n<p>Ada banyak isu yang dibahas dalam buku <em>Reset Indonesia<\/em> di&nbsp;antaranya konflik agraria, keadilan sosial, masyarakat adat, isu lingkungan, perubahan iklim, sistem politik, demokrasi dan korupsi.<\/p>\n<p>Dengan menyajikan data dari berbagai isu tersebut para penulis mengajak pembaca untuk kembali ke cita-cita luhur para pendiri bangsa dan mengidentifikasi bentuk-bentuk penjajahan baru yang hadir di era modern.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid di&nbsp;sela-sela peluncuran buku <em>Reset Indonesia<\/em> menjelaskan kerusakan negara Indonesia saat ini sudah parah.<\/p>\n<p>Tidak hanya kerusakan di bidang hukum dan hak asasi manusia (HAM), Indonesia juga mengalami kerusakan di berbagai bidang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246735109\/satu-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-meningkat-bukti-kegagalan-negara\">Baca: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat, Bukti Kegagalan Negara<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Bisa di bilang ini kerusakan multidimensi. Kerusakan bidang lingkungan, sosial, hukum dan lain-lain. Jadi memang harus di &lsquo;reset Indonesia&rsquo; untuk memperbaiki kerusakan yang parah ini,&rdquo; kata Usman kepada ruangkotacom.<\/p>\n<p>Hal senada juga diungkapkan oleh Manager Kampanye Hutan dan Kebun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nasional, Uli Arta Siagian.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Menurutnya pemerintah saat ini hanya mampu mengeruk dan menjual sumber daya alam, termasuk hutan dan tanah. Mereka tidak peduli bagaimana masyarakat adat memandang hutannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246727031\/bem-si-gelar-aksi-unjuk-rasa-satu-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran-dianggap-gagal\">Baca: BEM SI Gelar Unjuk Rasa, Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Gagal<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Mereka hanya melihat semua itu hanya komoditas yang layak dieksploitasi dan layak dijual. Paradigma berfikir seperti ini yang membuat hidup kita dalam satu situasi yang secara terus menerus krisis,&rdquo; jelas Uli.<\/p>\n<p>Selanjutnya Uli menjelaskan sentral dari kehidupan itu bukan manusia, sementara hutan, tanah, pegunungan, laut dan lainnya dianggap sebagai objek.<\/p>\n<p>Cara pandang seperti ini keliru dan harus diubah. Sentral kehidupan ini tidak hanya manusia, tetapi juga hutan, laut, tanah, gunung dan lain-lain.<\/p>\n<p>Selama ini, lanjut Uli, terjadi perampasan tanah adat di berbagai daerah, kerusakan alam semakin parah, laut tercemar, masyarakat tetap miskin dan sebagian digusur, konflik sosial semakin besar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246682284\/setahun-prabowo-gibran-mengulang-3-dekade-kegagalan-food-estate\">Baca: Setahun Prabowo-Gibran, Mengulang 3 Dekade Kegagalan Food Estate<\/a><\/p>\n<p>Semua masalah tersebut berakar pada eksploitasi, cara pandang dan ketidakmampuan negara dalam memahami bagaimana relasi antara manusia dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau kita tetap ingin hidup di rumah yang sekarang kita tempati ini dengan aman, layak untuk manusia, maka secara bersama-sama kita harus mendorong reset Indonesia,&rdquo; kata Uli.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini harus kita perbaiki. Perbaikannya harus mendasar, maka harus di reset indonesia. Mengatur ulang, mendefinisikan ulang,&rdquo; tutupnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Berbagai persoalan terjadi saat ini di sejumlah wilayah Indonesia akibat kebijakan pemerintah yang dibuat secara sembrono. Banyak pihak yang mempertanyakan ke mana bangsa ini akan dibawa, sehingga menyerukan dilakukannya &lsquo;Reset Indonesia&rsquo;. Desakan agar dilakukan Reset Indonesia ini dituangkan dalam buku berjudul sama, yang diluncurkan baru-baru ini di Jakarta. Buku Reset Indonesia ini ditulis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5216,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1429,1438],"class_list":["post-5215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-buku","tag-reset-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5215"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5215\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}