{"id":5255,"date":"2026-07-30T00:56:57","date_gmt":"2026-07-30T00:56:57","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5255"},"modified":"2026-07-30T00:56:57","modified_gmt":"2026-07-30T00:56:57","slug":"kritisi-inisiatif-azec-koalisi-sipil-azec-bukan-solusi-krisis-iklim-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5255","title":{"rendered":"Kritisi Inisiatif AZEC, Koalisi Sipil: AZEC Bukan Solusi Krisis Iklim di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp; <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Jaringan organisasi masyarakat sipil di Indonesia kembali menyuarakan penolakannya terhadap inisiatif <em>Asia Zero Emission Community<\/em> (AZEC) dinilai justru memperpanjang ketergantungan pada energi fosil.<\/p>\n<p>Dalam pernyataan bersama yang dirilis di laman resmi Greenpeace, Jaringan masyarakat sipil juga mendesak pemerintah Jepang dan Indonesia untuk berkomitmen pada transisi energi yang cepat, berkeadilan, dan merata.<\/p>\n<p>Peneliti Lingkungan dari AEER, Riski Saputra menegaskan bahwa jika AZEC benar-benar serius mendukung agenda transisi energi di Indonesia, maka fokus pengembangan proyek harus diarahkan pada sistem yang lebih berkelanjutan<\/p>\n<p>Jika AZEC serius dalam mendukung agenda transisi energi di Indonesia, ujarnya, seharusnya pengembangan proyek diarahkan untuk smart grid dan pengembangan terhadap sumber-sumber energi bersih seperti surya dan angin.<\/p>\n<p>&rdquo;Selain itu, AZEC juga seharusnya mendukung pensiun dini PLTU, bukan malah memperpanjangnya dengan solusi palsu seperti co-firing dan CCS\/CCUS yang justru memperburuk keadaan&rdquo; jelas Riski.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245975868\/koalisi-masyarakat-sipil-desak-inisiatif-azec-dihentikan-karena-tersimpan-upaya-greenwashing\">Baca: Koalisi masyarakat sipil desak inisiatif AZEC dihentikan<\/a><\/p>\n<p>Al Farhat Kasman, Juru Kampanye JATAM, menyampaikan kritik tajam terhadap peran AZEC dalam lanskap energi Indonesia.<\/p>\n<p>&ldquo;AZEC tidak hadir sebagai solusi atas krisis yang sedang terjadi, dia hadir justru sebagai wajah baru dari kolonialisme ekstraktif,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Farhat, investasi yang dibawa AZEC atas nama rendah karbon menyimpan berbagai konsekuensi yang merugikan masyarakat dan lingkungan.<\/p>\n<p>Dia menegaskan, menanamkan investasi atas nama rendah karbon yang di&nbsp;dalamnya tersembunyi jebakan utang, kerusakan lingkungan akibat masifnya ekstraksi sumber daya seperti geothermal dan komoditas mineral kritis lainnya, akan melahirkan penderitaan dan memperpanjang tunggakan utang sosial-ekologis yang harus dirasakan oleh warga di tapak-tapak operasinya.<\/p>\n<p>&rdquo;Kesepakatan yang dibuat pemerintah Indonesia di bawah AZEC adalah wujud nyata bahwa negara hanya berpihak kepada para pemodal,&rdquo; pungkas Farhat.<\/p>\n<p>Wishnu Utomo, Direktur Advokasi Tambang CELIOS, menilai pendekatan AZEC dalam memitigasi krisis iklim keliru dan berpotensi memperburuk keadaan.<\/p>\n<p>&ldquo;AZEC menggunakan pendekatan yang salah dalam memitigasi krisis iklim. Terbukti dengan banyaknya proyek solusi palsu yang berbahaya bagi lingkungan hidup dan sosial yang mereka danai,&rdquo; tegas Wishnu.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245976387\/daftar-proyek-di-bawah-bendera-azec-yang-dinilai-mengancam-lingkungan\">Baca: Proyek di bawah inisiatif AZEC yang dinilai mengancam lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Menurutnya, transisi energi seharusnya menjadi momentum untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang telah dirusak oleh eksploitasi usaha skala besar yang rakus, bukan memperluas dampak buruknya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa langkah yang tepat adalah memperkuat sistem perlindungan lingkungan hidup dan sosial agar transisi energi benar-benar berkeadilan dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Yuyun Harmono, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia menambahkan bahwa portofolio AZEC selama ini menunjukkan dukungan yang lebih besar terhadap infrastruktur energi fosil dan solusi palsu dibandingkan dengan energi terbarukan.<\/p>\n<p>Laporan dari Zero Carbon Analytics pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa hanya 11 persen dari 158 Nota Kesepahaman (MoU) di bawah AZEC yang terkait dengan energi dari angin dan surya.<\/p>\n<p>Sedangkan, sebanyak 56 MoU (35 persen) melibatkan teknologi bahan bakar fosil, seperti LNG, co-firing amonia, dan CCS.<\/p>\n<p>&rdquo;Dukungan AZEC terhadap solusi palsu seperti co-firing PLTU, CCS\/CCUS dan gas fosil untuk pembangkit hanya akan memperpanjang ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan menjauhkan dari upaya dekarbonasi dan transisi yang adil.<\/p>\n<p>AZEC harusnya berperan menjadi bagian dari solusi untuk mendorong berkembangnya energi terbarukan di Indonesia bukan justru memperparah dalam fossil lock-in.&rdquo; ujar Yuyun<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245976495\/celios-implementasi-inisiatif-azec-berpotensi-bebani-apbn\">Baca: Implementasi inisiatif AZEC berpotensi bebani APBN<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia &#8211; Jaringan organisasi masyarakat sipil di Indonesia kembali menyuarakan penolakannya terhadap inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC) dinilai justru memperpanjang ketergantungan pada energi fosil. Dalam pernyataan bersama yang dirilis di laman resmi Greenpeace, Jaringan masyarakat sipil juga mendesak pemerintah Jepang dan Indonesia untuk berkomitmen pada transisi energi yang cepat, berkeadilan, dan merata. Peneliti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1786],"class_list":["post-5255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-azec"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5255"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5255\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}