{"id":5294,"date":"2026-07-30T00:57:58","date_gmt":"2026-07-30T00:57:58","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5294"},"modified":"2026-07-30T00:57:58","modified_gmt":"2026-07-30T00:57:58","slug":"pasca-gencatan-senjata-gaza-hadapi-masa-depan-yang-penuh-tantangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5294","title":{"rendered":"Pasca Gencatan Senjata, Gaza Hadapi Masa Depan yang Penuh Tantangan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sebagian besar area Gaza terkubur di bawah reruntuhan. Perserikatan&nbsp;Bangsa-bangsa&nbsp;(PBB) menaksir bahwa 83 persen struktur bangunan dan area pemukiman di Kota Gaza dalam kondisi rusak.<\/p>\n<p>Kini, tersisa sebuah pertanyaan: Apakah Gaza masih mampu membangun kembali kehidupan seperti sediakala?<\/p>\n<p>Gencatan senjata yang baru terjadi membuka secercah harapan akan kedamaian jangka panjang. Saat artikel ini ditulis, gencatan senjata masih berlangsung, tetapi tak menjanjikan.<\/p>\n<p>Perdamaian tak akan bertahan lama tanpa memulihkan kemampuan Gaza untuk menopang kehidupan jutaan warganya.<\/p>\n<p>Butuh waktu puluhan tahun untuk merancang, membiayai, dan membangun kembali seluruh infrastruktur di Gaza.<\/p>\n<p>Perbaikan darurat memang dapat dilakukan untuk jangka pendek (3-6 bulan). Namun, semakin lama perbaikan dilakukan, semakin lama warga mengalami kondisi sulit di bulan-bulan mendatang. Penundaan pembangunan akan memperpanjang penderitaan warga.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/246757299\/83-persen-bangunan-di-gaza-hancur-mungkinkah-mengembalikan-seperti-semula\">Baca: 83 persen bangunan di Gaza hancur akibat perang<\/a><\/p>\n<p>Pembongkaran puing bangunan membutuhkan alat khusus dan alat berat. Pengerjaannya akan sangat intens.<\/p>\n<p>Misalnya yang dialami Beirut. Mereka kelimpungan menghadapi limbah puing seberat 32 juta ton akibat konflik terbaru Israel-Lebanon, padahal kota itu belum beres memulihkan diri setelah perang saudara.<\/p>\n<p>Gaza berpotensi menghadapi masalah yang sama mengingat banyaknya limbah puing di tanah Gaza.<\/p>\n<p>Skema rumah prefabrikasi (rumah yang sudah dirakit terlebih dahulu) dan upaya logistik masif lainnya akan sangat dibutuhkan.<\/p>\n<p>Sejarah telah mencatat proses panjang pembangunan ulang sebuah kota. Stalingrad (sekarang Volgograd, sebuah kota di Rusia) butuh lebih dari 20 tahun untuk memulihkan diri setelah Perang Dunia II.<\/p>\n<p>Warsawa juga baru menyelesaikan pembangunan ulang pascaperang di tahun 1980-an, sekitar 50 tahun pascaperang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245768387\/uni-eropa-menyatakan-komitmennya-untuk-membangun-kembali-gaza\">Baca: Uni Eropa menyatakan komitmennya untuk membangun kembali Gaza<\/a><\/p>\n<p><strong>Masalah listrik, air, dan bahan bakar<\/strong><br \/>Menghidupkan kembali Gaza hanya mungkin dilakukan dengan pendanaan dan akses sumber daya yang kuat.<\/p>\n<p>Sumber daya yang dimaksud bukan sekadar uang. Gaza butuh banyak material, keahlian, dan tenaga kerja untuk bisa bangkit kembali.<\/p>\n<p>Sumber daya ini hanya bisa didapatkan dengan perdamaian jangka panjang, pemetaan kondisi infrastruktur terkini, dan pemasok sumber daya yang bersedia membantu pembangunan Gaza.<\/p>\n<p>Pemerintah setempat tak memiliki kekuasaan atas sumber daya dan infrastruktur dasar seperti listrik, bahan bakar, dan air. Semuanya masih datang dari Israel.<\/p>\n<p>Lembaga bantuan menyediakan bantuan logistik untuk mempertahankan beberapa infrastruktur dasar. <em>United Nations Relief and Works Agency (UNRWA)<\/em> adalah salah satu lembaga yang membantu menyediakan bantuan dan layanan kemanusiaan dasar untuk warga Palestina.<\/p>\n<p>Selama dua pekan bulan September, UNWRA menyediakan 18 juta liter air untuk 370 ribu orang di Gaza dan membuang 4 ribu ton sampah padat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245663362\/pembangunan-kembali-gaza-butuh-50-miliar-dolar-lebih\">Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh 50 miliar dolar AS<\/a><\/p>\n<p>Jika ditotal dalam setahun, Gaza memerlukan setidaknya 3 miliar liter air&mdash;setara dengan 1.200 kolam renang Olimpiade&mdash;dan 600 ribu ton limbah yang perlu dibuang untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Solusi teknik yang akan diciptakan perlu mencapai, bahkan melebihi, level kebutuhan tersebut. Realisasinya membutuhkan komitmen besar&mdash;bukan hanya dana, tetapi juga keahlian dan kerja sama lintas negara.<\/p>\n<p>Pengembangan infrastruktur pelabuhan baru juga perlu diprioritaskan. Pelabuhan dan jalan raya yang tak dikendalikan oleh pihak luar menjadi penting untuk masyarakat di kota pascaperang.<\/p>\n<p>Untuk mendukung pelabuhan, limbah reruntuhan bangunan sebenarnya berpotensi digunakan untuk reklamasi laut dan membangun pemecah gelombang.<\/p>\n<p>Namun, limbah tersebut sulit dimanfaatkan karena sudah terkontaminasi bahan berbahaya akibat perang.<\/p>\n<p><strong>Masa depan penuh tantangan<\/strong><br \/>Membangun ulang Gaza akan membutuhkan miliaran dolar AS dan lautan bantuan lainnya dalam beberapa dekade ke depan.<\/p>\n<p>Tanpa bantuan serius, harga material pembangunan akan melambung dan krisis insinyur akan terjadi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Memulihkan Gaza membutuhkan upaya mobilisasi intens dalam jangka panjang, tak peduli seberapa banyak dana yang dikucurkan para donor. Membangun ulang Gaza tak hanya butuh uang, tetapi juga upaya dan komitmen jangka panjang.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, Penulis: John Tookey (Professor of Construction Management, Auckland University of Technology), Kezia Kevina Harmoko berkontribusi dalam penerjemahan artikel ini.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sebagian besar area Gaza terkubur di bawah reruntuhan. Perserikatan&nbsp;Bangsa-bangsa&nbsp;(PBB) menaksir bahwa 83 persen struktur bangunan dan area pemukiman di Kota Gaza dalam kondisi rusak. Kini, tersisa sebuah pertanyaan: Apakah Gaza masih mampu membangun kembali kehidupan seperti sediakala? Gencatan senjata yang baru terjadi membuka secercah harapan akan kedamaian jangka panjang. Saat artikel ini ditulis, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5295,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[498],"class_list":["post-5294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gaza"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5294"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5294\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}