{"id":541,"date":"2026-07-30T00:22:30","date_gmt":"2026-07-30T00:22:30","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=541"},"modified":"2026-07-30T00:22:30","modified_gmt":"2026-07-30T00:22:30","slug":"berita-terpopuler-pekan-ini-upaya-kota-atasi-panas-ekstrem-hingga-penyakit-akibat-gaya-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=541","title":{"rendered":"Berita Terpopuler Pekan Ini: Upaya Kota Atasi Panas Ekstrem hingga Penyakit Akibat Gaya Hidup"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Artikel mengenai upaya kota-kota di dunia menghadapi panas menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.<\/p>\n<p>Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan lainnya seperti dampak panas ekstrem terhadap pengemudi ojek online serta inovasi mengolah puntung rokok menjadi barang berguna<\/p>\n<p>Artikel terkait isu kesehatan gusi dan penyakit yang diakibatkan gaya hidup juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia<\/p>\n<p>Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:<\/p>\n<p><strong>1. Upaya kota-kota di dunia atasi panas ekstrem<\/strong><br \/>Alam telah mengirim sinyal yang tak dapat diabaikan, bahwa panas ekstrem semakin sering terjadi dan semakin tinggi intensitasnya. Panas ekstrem akibat perubahan iklim bukan hanya isu iklim, tetapi juga tentang ketidakadilan.<\/p>\n<p>Dampak panas ekstrem tidak dirasakan sama oleh kelompok masyarakat. Kelompok lansia, anak-anak, masyarakat berpendapatan rendah dan pekerja lapangan merasakan dampak yang lebih besar.<\/p>\n<p>Data Program Lingkungan PBB (UNEP) menyebut, 2,4 miliar pekerja (lebih dari 70 persen angkatan kerja, harus berjibaku menghadapi panas ekstrem hampir sepanjang tahun.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/247429564\/upaya-kota-kota-di-dunia-mengatasi-panas-ekstrem-yang-kian-menyengat\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>2. Gusi berdarah bisa memicu penyakit serius<\/strong><br \/>Masalah gusi kerap dianggap gangguan ringan. Padahal, gusi yang tidak terawat dapat menjadi sumber peradangan kronis yang berisiko memengaruhi organ tubuh lainnya.<\/p>\n<p>Di sela-sela acara Pepsodent Gum Expert Lab di Jakarta beberapa waktu lalu, drg. Ines Augustina Sumbayak, menjelaskan, infeksi pada gusi yang dibiarkan terus menerus dapat memicu peningkatan sel inflamasi dalam tubuh.<\/p>\n<p>&ldquo;Gusi yang tidak terawat secara terus menerus itu, bakteri dan produk-produk peradangan akan terus berada di dalam aliran darah. Dengan kondisi itu, inflamasi akan semakin tinggi dan bisa berdampak menjadi fokus infeksi,&rdquo; jelas Ines.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/247429902\/jangan-anggap-sepele-gusi-berdarah-bisa-jadi-pintu-masuk-penyakit-serius\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>3. Dampak&nbsp;panas&nbsp;ekstrem&nbsp;pada&nbsp;pengemudi&nbsp;ojek&nbsp;online<\/strong><br \/>Perubahan&nbsp;iklim&nbsp;membuat&nbsp;anomali cuaca di berbagai kota besar, terutama di Jakarta, makin menjadi-jadi. Ketika panas tiba-tiba hujan, ketika hujan tiba-tiba panas. Semuanya tak menentu.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Bagi para pekerja kantoran, kondisi ini masih bisa diacuhkan karena mereka bekerja di ruangan tertutup dan ber-AC. Namun, beda cerita bagi para pengemudi ojek online (ojol) atau pun kurir, mereka tidak bisa mengeluh terhadap panas terik maupun hujan.<\/p>\n<p>Dengan tempat berteduh yang sangat minim, bahkan tanpa risiko iklim sekalipun, para pengemudi ojol sudah mengalami kelelahan ekstrem.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247429382\/dampak-perubahan-iklim-bagi-pengemudi-ojek-online-tak-ada-tempat-berteduh-dan-tak-punya-pilihan\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>4. Penyakit akibat gaya hidup mengintai anak-anak<\/strong><br \/>Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) menyebut perubahan pola hidup menjadi pemicu penyakit tersebut.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan peningkatan kasus obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 pada anak menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.<\/p>\n<p>&ldquo;Penyakit akibat gaya hidup ini menjadi epidemi. Seharusnya penyakit tidak menular itu ya tidak menular, tetapi secara global terjadi tren peningkatan obesitas, peningkatan kasus anak dengan hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang muncul di usia semakin muda,&rdquo; ujar Piprim.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/247428947\/bukan-hanya-orang-dewasa-penyakit-gaya-hidup-kini-mengincar-anak-indonesia\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>5. Parongpong RAW Lab sukses mengolah puntung rokok<\/strong><br \/>Parongpong RAW Lab yang dikenal sukses mengolah sampah menjadi beragam produk. Salah satunya, Parongpong RAW Lab sukses mendaur ulang sampah puntung rokok menjadi aneka perabot rumah tangga.<\/p>\n<p>Presiden Direktur Parongpong RAW Lab Rendy Aditya Wachid mengatakan, sampah puntung rokok digunakan sebagai salah satu bahan untuk pengganti serat fiber yang harganya cukup tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan puntung rokok kami bisa membuat produk seperti tatakan, asbak, bahkan sampai kursi dan harganya pun cukup tinggi,&#8221; kata Rendy seperti dikutip Antaranews.com.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244811510\/parongpong-raw-lab-sukses-mendaur-ulang-sampah-puntung-rokok-jadi-produk-bernilai-tinggi\">di sini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Artikel mengenai upaya kota-kota di dunia menghadapi panas menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini. Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan lainnya seperti dampak panas ekstrem terhadap pengemudi ojek online serta inovasi mengolah puntung rokok menjadi barang berguna Artikel terkait isu kesehatan gusi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":542,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35,10,269],"class_list":["post-541","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-berita-terpopuler","tag-kota","tag-panas-ekstrem"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=541"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/541\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}