{"id":5459,"date":"2026-07-30T00:59:12","date_gmt":"2026-07-30T00:59:12","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5459"},"modified":"2026-07-30T00:59:12","modified_gmt":"2026-07-30T00:59:12","slug":"jelang-cop-30-catatan-kritis-terhadap-inisiatif-tfff-untuk-lindungi-hutan-tropis-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5459","title":{"rendered":"Jelang COP 30: Catatan Kritis terhadap Inisiatif TFFF untuk Lindungi Hutan Tropis Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintah Brasil akan menjadi tuan rumah Konferensi Para Pihak ke-30 Konvensi Iklim PBB (COP 30) yang akan diselenggarakan di Bel&eacute;m do Par&aacute;, Brasil&nbsp;pada November&nbsp;2025&nbsp;mendatang<\/p>\n<p>Kesempatan ini akan dimanfaatkan Brasil untuk meluncurkan <em>Tropical Forest Finance Facility (TFFF)<\/em> atau Fasilitas Pembiayaan Hutan Tropis dunia.<\/p>\n<p>Dalam press brefing pada Senin (20\/10\/2025) disebutkan bahwa inisiatif ini akan mempertemukan negara-negara dengan hutan hujan terbesar di dunia.<\/p>\n<p>Dalam kertas posisi, yang dirilis WALHI pada April 2025 lalu, disebutkan bahwa TFFF pertama kali difasilitasi di sela-sela KTT G20 di Bali, Indonesia pada November 2022.<\/p>\n<p>Kala Sebuah kesepakatan diumumkan antara Brasil, Indonesia, dan Republik Demokratik Kongo&mdash;tiga negara yang jika digabungkan diperkirakan memiliki sekitar 52 persen hutan hujan dunia.<\/p>\n<p>Mekanisme TFFF ini pertama kali digagas lebih dari 15 tahun yang lalu oleh seorang eksekutif senior Bank Dunia bernama Kenneth Lay.<\/p>\n<p>Pada tahun 2018, <em>Center for Global Development<\/em> menyebarluaskan sebuah proposal terkait mekanisme keuangan ini dan pemerintah Brasil kemudian mengadopsinya serta mempresentasikannya dalam COP 28 di Dubai.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, sebuah tim yang terdiri dari perwakilan pemerintah Brasil, Bank Dunia, Lion&#8217;s Head Global Partners, dan sejumlah pihak lainnya mulai menyusun proposal rinci yang tetap menggunakan akronim TFFF, namun dengan makna baru untuk salah satu huruf &#8220;F&#8221;: kini dikenal sebagai <em>Tropical Forest Forever Facility<\/em>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246727194\/jelang-cop-30-brasil-dorong-inisiatif-tfff-untuk-pelestarian-hutan-tropis\">Baca: Brasil dorong inisiatif TFFF untuk Pelestarian Hutan Tropis<\/a><\/p>\n<p>Hingga Maret 2025, tim ini telah menghasilkan dua concept note mengenai TFFF. Yang pertama, yang akan kami sebut sebagai Versi 1, dirilis pada 5 Juli 2024. Yang kedua, atau Versi 2, dirilis pada 24 Februari 2025.<\/p>\n<p>Mary Louise Malig, Direktur Kebijakan <em>Global Forest Coalition<\/em> yang menulis kertas posisi ini mnyebut, terdapat banyak perbedaan antara kedua versi ini.<\/p>\n<p>Berikut analisis Mary lebih lanjut tentang TFFF yang akan dilaunching pada COP 30, November mendatang<\/p>\n<p>Mary mengritik TFFF sebagai konsep yang dibangun di atas logika kapitalisme hijau yang menyesatkan. Ia menganggap krisis iklim terjadi karena &ldquo;kegagalan pasar&rdquo; dalam memberi nilai pada jasa ekosistem, bukan karena model ekonomi ekstraktif yang rakus dan menghancurkan alam.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Alih-alih melindungi hutan&nbsp;tropis, TFFF dinilai&nbsp;justru memperdalam komodifikasi hutan tropis, dan mengubahnya menjadi aset finansial yang diperdagangkan dan dipertaruhkan.<\/p>\n<p>&#8220;Hutan dinilai hanya 4 dolar per hektare, padahal menyediakan penyerapan karbon, pengatur iklim global, hingga habitat biodiversitas. Angka ini bukan hasil kalkulasi ilmiah, tapi sekadar imbal hasil investasi yang diinginkan Bank Dunia,&#8221; tandas Mary dalam tulisannya.<\/p>\n<p>Mary menulis, TFFF sebagai skema rapuh yang menguntungkan investor dan bahkan menurutnya bisa berbahaya. Karena bergantung pada pinjaman dan investasi pasar modal, jika terjadi krisis keuangan, insentif bisa dihentikan.<\/p>\n<p>Bahkan dokumen resmi TFFF menyatakan bahwa fasilitas ini bisa dilikuidasi jika gagal memenuhi target keuangan. Dengan kata lain, nasib hutan tropis ditentukan oleh stabilitas pasar global, bukan komitmen perlindungan lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246089639\/kerusakan-hutan-dunia-semakin-mengkhawatirkan-akibat-pemanasan-global\">Baca: Kerusakan hutan tropis dunia semakin mengkhawatirkan<\/a><\/p>\n<p><strong>Siapa yang Diuntungkan?<\/strong><br \/>TFFF menjanjikan dana untuk perlindungan hutan, tetapi \u206080 persen dari dana dikendalikan pemerintah pusat, bukan komunitas penjaga hutan seperti masyarakat adat.<\/p>\n<p>Kertas posisi itu juga menyoroti, dana yang dialokasikan untuk masyarakat adat dan komunitas lokal yang hanya 20 persen, padahal masyrakat adat inilah yang justru telah terbukti paling efektif menjaga hutan.<\/p>\n<p>\u2060Tidak ada sanksi untuk negara atau perusahaan yang melakukan deforestasi atas nama pembangunan atau investasi.<\/p>\n<p>Sementara itu, korporasi bisa dengan mudah mengklaim bahwa mereka &ldquo;berkontribusi pada penyelamatan hutan&rdquo; hanya dengan menanamkan modal di TFFF. Greenwashing dilegalkan.<\/p>\n<p><strong>TFFF Gagal Menjawab Akar Masalah<\/strong><br \/>TFFF tidak menyentuh penyebab utama deforestasi: ekspansi sawit, peternakan industri, tambang, dan proyek infrastruktur. Skema ini justru mengalihkan tanggung jawab dari negara industri ke negara tropis.<\/p>\n<p>Dengan membayar 4 dolar per hektare, negara-negara kaya bisa mencuci tangan tanpa harus mengurangi emisi mereka sendiri.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini bukan keadilan iklim&mdash;ini adalah outsourcing tanggung jawab moral dan ekologis,&ldquo; demikian kertas posisi tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintah Brasil akan menjadi tuan rumah Konferensi Para Pihak ke-30 Konvensi Iklim PBB (COP 30) yang akan diselenggarakan di Bel&eacute;m do Par&aacute;, Brasil&nbsp;pada November&nbsp;2025&nbsp;mendatang Kesempatan ini akan dimanfaatkan Brasil untuk meluncurkan Tropical Forest Finance Facility (TFFF) atau Fasilitas Pembiayaan Hutan Tropis dunia. Dalam press brefing pada Senin (20\/10\/2025) disebutkan bahwa inisiatif ini akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5460,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1841,1712],"class_list":["post-5459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hutan-tropis","tag-tfff"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5459\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}