{"id":5461,"date":"2026-07-30T00:59:14","date_gmt":"2026-07-30T00:59:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5461"},"modified":"2026-07-30T00:59:14","modified_gmt":"2026-07-30T00:59:14","slug":"revitalisasi-kawasan-kota-tua-jakarta-jadi-ruang-hidup-untuk-warga-seniman-dan-pelaku-ekonomi-kreatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5461","title":{"rendered":"Revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta: Jadi Ruang Hidup untuk Warga, Seniman, dan Pelaku Ekonomi Kreatif"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat sepakat untuk mempercepat revitalisasi Kawasan Kota Tua agar menjadi tujuan wisata unggulan di Jakarta.<\/p>\n<p>Revitalisasi Kota Tua akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada tahun 2029. Pasca revitalisasi, wisata Kota Tua nantinya akan menggabungkan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Revitalisasi Kawasan Kota Tua dikawal langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Investasi dan Hilirisasi\/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.<\/p>\n<p>Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan revitalisasi Kota Tua adalah kerja kolektif. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan BUMN untuk memastikan proses berjalan sesuai perlindungan cagar budaya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, revitalisasi harus menjaga nilai sejarah kawasan sekaligus menciptakan peluang baru bagi dunia usaha, akademisi, dan pelaku industri kreatif di Jakarta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/245769681\/free-walking-tour-serunya-menjelajahi-kawasan-kota-tua-jakarta\">Baca: Serunya menjelajahi Kawasan Kota Tua Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Melalui program revitalisasi ini, Kota Tua Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi kawasan wisata, tetapi juga ruang hidup bagi warga, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Revitalisasi Kota Tua Jakarta akan dilakukan secara berkelanjutan melalui pembentukan task force lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah pusat, Pemprov DKI, BUMN, dan pihak swasta.<\/p>\n<p>Pada tahap awal 2026, Pemprov DKI akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, sungai, dan jalur pedestrian di sekitar kawasan Kota Tua.<\/p>\n<p>Pembangunan infrastruktur dasar ini menjadi pondasi penting untuk menapaki fase lanjutan seperti revitalisasi gedung, penataan ruang, dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Tua.<\/p>\n<p>Pramono menegaskan, Kota Tua bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol identitas sejarah Kota Jakarta yang harus dihidupkan kembali dengan cara modern dan inklusif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244380940\/kawasan-kota-tua-akan-diitegrasikan-dengan-kawasan-pecinan-di-pancoranglodok\">Baca: Kawasan Kota Tua akan diintegrasikan dengan Kawasan Pecinan di Glodok<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ia ingin kawasan ini berkembang sebagai ruang publik yang menggabungkan fungsi seni, budaya, pendidikan, dan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Kota Tua harus naik kelas. Kami ingin menjadikannya pusat budaya dan kreativitas yang bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,&rdquo; kata Pramono di sela-sela kunjungan ke Kota Tua, Senin (20\/10\/2025).<\/p>\n<p>Sebelumnya, Pramono Anung juga mengungkapkan rencana pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang&nbsp;saat&nbsp;ini&nbsp;berada&nbsp;di&nbsp;Cikini&nbsp;ke kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Usulan ini bertujuan menjadikan Kota Tua sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, sekaligus memperkuat atmosfer kreatif di kawasan bersejarah tersebut.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memindahkan IKJ ke tempat ini (Kota Tua),&rdquo; ujar Pramono Anung, Sabtu (18\/10\/2025).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243988214\/jakarta-akan-terus-perluas-kawasan-rendah-emisi\">Baca: Kawasan Kota Tua akan dijadikan kawasan rendah emisi<\/a><\/p>\n<p>Pramono menjelaskan, langkah itu diambil agar Kota Tua tidak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata sejarah, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi para seniman untuk berkarya.<\/p>\n<p>Ia menilai, keberadaan mahasiswa dan seniman dari IKJ akan menghidupkan kembali suasana kawasan&nbsp;Kota&nbsp;Tua&nbsp;yang tengah direvitalisasi.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini memerlukan banyak talent-talent seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini, dan saya yakin, ruang kreativitasnya menjadi lebih baik, lebih lebar, lebih luas,&rdquo; kata Pramono.<\/p>\n<p>Menurutnya, kehadiran lembaga seni itu akan memperkuat karakter Kota Tua sebagai pusat ekspresi seni dan budaya urban. Namun, pemindahan IKJ baru akan dilakukan setelah infrastruktur pendukung dan jalur MRT Fase II (Bundaran HI&ndash;Kota) selesai.<\/p>\n<p>Tahap pembangunan di atas tanah akan diselesaikan pada 2027, bertepatan dengan perayaan 500 Tahun Jakarta, sementara konstruksi bawah tanah dan konektivitas MRT ditargetkan selesai dua tahun kemudian.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan rampungnya MRT ke Kota Tua, kawasan ini akan menjadi hub baru Jakarta yang menghubungkan masa lalu dan masa depan kota,&rdquo; pungkas Pramono.<\/p>\n<p>Reporter:&nbsp;Kemal&nbsp;Maulana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat sepakat untuk mempercepat revitalisasi Kawasan Kota Tua agar menjadi tujuan wisata unggulan di Jakarta. Revitalisasi Kota Tua akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada tahun 2029. Pasca revitalisasi, wisata Kota Tua nantinya akan menggabungkan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif. Revitalisasi Kawasan Kota Tua dikawal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9,349,27],"class_list":["post-5461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jakarta","tag-kota-tua","tag-ruang-hidup"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}