{"id":5465,"date":"2026-07-30T00:59:15","date_gmt":"2026-07-30T00:59:15","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5465"},"modified":"2026-07-30T00:59:15","modified_gmt":"2026-07-30T00:59:15","slug":"kemlu-korban-tppo-online-scam-didominasi-gen-z-dan-berpendidikan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5465","title":{"rendered":"Kemlu: Korban TPPO Online Scam Didominasi Gen Z dan Berpendidikan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa profil korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk penipuan daring (online scam) didominasi oleh generasi muda dan berpendidikan.<\/p>\n<p>&ldquo;Yang kami hadapi, profil korban TPPO online scam, yaitu Gen-Z, usia 18-35 tahun, dan berpendidikan,&rdquo; kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu Judha Nugraha dalam temu media di Jakarta, Senin (20\/10\/2025)<\/p>\n<p>Ia mengatakan bahwa karakteristik korban TPPO untuk penipuan daring ini sangat berbeda dengan profil korban TPPO pada umumnya.<\/p>\n<p>Pada&nbsp;TPPO&nbsp;sebelumny,&nbsp;sebagian besar korban&nbsp;adalah pekerja rumah tangga di sektor domestik, berpendidikan rendah, dan tinggal di wilayah terpencil di Indonesia.<\/p>\n<p>Judha pun mengatakan bahwa pendidikan tinggi tak menjamin seseorang dapat luput dari jeratan TPPO penipuan daring.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245098037\/dpr-nilai-pemerintah-kurang-maksimal-antisipasi-kasus-perdagangan-orang-atau-tppo\">Baca: Pemerintah dinilai kurang maksimal antisipasi kasus TPPO<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kami pernah menangani kasus WNI yang punya gelar magister, S2, tapi tetap bisa ditipu,&rdquo; kata dia&nbsp;seperti&nbsp;dilansir&nbsp;Antaranews.com.<\/p>\n<p>Diketahui pula bahwa karakteristik lain dari korban TPPO penipuan daring adalah kecenderungan bahwa mereka datang dari keluarga yang memiliki tingkat ekonomi menengah.<\/p>\n<p>Menurut pejabat di Kemlu RI itu, iming-iming gaji yang tinggi menjadi salah satu faktor utama yang membuat para korbannya terpikat untuk bekerja di sektor penipuan daring.<\/p>\n<p>Bahkan, ditemukan kasus WNI yang sudah bekerja di tempat yang layak di luar negeri justru beralih ke sektor penipuan daring karena tawaran gaji yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Judha mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 10.000 kasus penipuan daring melibatkan WNI tercatat terjadi sejak 2020 hingga saat ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/243352783\/dicurhati-tingginya-kasus-tppo-di-ntt-ini-solusi-yang-ditawarkan-ganjar-pranowo\">Baca: Tingginya kasus TPPO di Nusa Tenggara Barat dan Timur<\/a><\/p>\n<p>Namun, berdasarkan penelusuran pihaknya, hanya sekitar 1.500-an orang yang diidentifikasi benar-benar sebagai korban TPPO penipuan daring sebagaimana ditetapkan UU 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sementara, sebagian besar lainnya diduga secara sukarela mengambil pekerjaan dalam sindikat penipuan daring.<\/p>\n<p>Judha pun memperingatkan bahwa mereka dapat dipidana karena bekerja di sektor yang dilarang oleh undang-undang di Indonesia.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau ternyata bekerja secara sukarela, kemudian menipu dan kalau korbannya orang Indonesia juga, tentu kami akan bekerja sama dengan kepolisian untuk bisa dilakukan penangkapan,&rdquo; kata dia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa profil korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk penipuan daring (online scam) didominasi oleh generasi muda dan berpendidikan. &ldquo;Yang kami hadapi, profil korban TPPO online scam, yaitu Gen-Z, usia 18-35 tahun, dan berpendidikan,&rdquo; kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu Judha Nugraha dalam temu media di Jakarta, Senin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1845,1844],"class_list":["post-5465","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-online-scam","tag-tppo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5465\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}