{"id":551,"date":"2026-07-30T00:22:44","date_gmt":"2026-07-30T00:22:44","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=551"},"modified":"2026-07-30T00:22:44","modified_gmt":"2026-07-30T00:22:44","slug":"el-nino-makin-menguat-dikhawatirkan-akan-memicu-terciptanya-rekor-panas-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=551","title":{"rendered":"El Ni\u00f1o Makin Menguat: Dikhawatirkan Akan Memicu Terciptanya Rekor Panas Baru"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam pernyataannya pada Kamis (18\/6\/2026) Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) menyebut El Ni&ntilde;o terus menguat di Pasifik dan diprediksi akan meningkat ke&nbsp;status &#8220;sedang atau kuat&#8221; pada musim gugur ini.<\/p>\n<p>El Ni&ntilde;o terjadi ketika suhu di Pasifik khatulistiwa 0,5&deg;C di atas rata-rata selama beberapa bulan berturut-turut. Jika suhu permukaan laut di wilayah Pasifik yang dipantau El Ni&ntilde;o melebihi 2&deg;C, maka peristiwa tersebut dianggap &#8220;sangat kuat.&#8221;<\/p>\n<p>Saat ini, NOAA memprediksi peluang terjadi fenomena El Nino mencapai 63 persen.<br \/>Fenomena iklim global ini, yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun rata-rata, dikaitkan dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur.<\/p>\n<p>Ketika ini terjadi, angin pasat timur-barat mereda, menjaga udara lebih hangat dari biasanya di bagian timur dan tengah Pasifik tropis, yang akibatnya meningkatkan suhu rata-rata global.<\/p>\n<p>Ketika dikombinasikan dengan perubahan iklim jangka panjang yang disebabkan oleh aktivitas manusia,&nbsp;El&nbsp;Nino&nbsp;seringkali mendorong suhu global ke rekor tertinggi.<\/p>\n<p>Gelombang panas yang berkepanjangan dan intensif selanjutnya dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan di beberapa wilayah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247408075\/wmo-peringatkan-el-nino-bisa-memicu-kekeringan-di-indonesia\">Baca: El Nino Bisa Memicu Kekeringan di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Gelombang panas juga meningkatkan permintaan akan pendingin udara, yang dapat mengakibatkan lebih banyak pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan pemanasan global untuk memenuhi peningkatan permintaan listrik.<\/p>\n<p>Panas ekstrem juga sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan dapat berakibat fatal jika gejalanya tidak segera diobati. Pekerja di luar ruangan, anak-anak dan lansia, wanita hamil, mereka yang tinggal di permukiman informal, dan tunawisma sangat berisiko.<\/p>\n<p>Dua peristiwa serupa di masa lalu &ndash;pada tahun 2014-16 dan 2023-24&ndash; mengakibatkan rekor panas di seluruh dunia yang memicu peningkatan suhu global lebih lanjut.<\/p>\n<p>Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah karena kombinasi perubahan iklim jangka panjang yang disebabkan oleh manusia dan pola cuaca El Ni&ntilde;o yang kuat.<\/p>\n<p>Kembalinya El Ni&ntilde;o meningkatkan peluang terjadinya tahun terpanas yang memecahkan rekor &ndash; kemungkinan besar pada tahun 2027.<\/p>\n<p>Pergeseran kuat pada angin Pasifik dan suhu air biasanya juga mengakibatkan pola cuaca yang tidak menentu secara global.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247404224\/tanda-tanda-godzilla-el-ni%C3%B1o-semakin-nyata-pemerintah-tak-bisa-terus-menerus-mengandalkan-modifikasi-cuaca\">Baca: Tanda-tanda Godzilla El Ni&ntilde;o Semakin Nyata<\/a><\/p>\n<p>Dilansir Earth.org, hal ini antara lain peningkatan kemungkinan kekeringan parah di Australia, Afrika sub-Sahara, dan Asia Tenggara, serta banjir besar di beberapa bagian selatan AS, Amerika Selatan, Tanduk Afrika, dan Asia Tengah.<\/p>\n<p>Kekeringan berpotensi menghancurkan tanaman, terutama jagung, beras, dan gandum, yang memengaruhi rantai pasokan pangan global yang sudah menderita krisis pupuk akibat penutupan Selat Hormuz.<\/p>\n<p>Namun, di Amerika Serikat, kondisi basah diperkirakan akan meningkatkan produksi kedelai global.<\/p>\n<p>El Ni&ntilde;o juga memengaruhi siklon tropis. Di cekungan Atlantik, angin yang lebih kuat biasanya menekan perkembangan badai, sementara angin yang lebih lemah dapat meningkatkan perkembangan badai di cekungan Pasifik timur dan tengah.<\/p>\n<p>Dalam prakiraan musim badai Atlantik dan Pasifik timur dan tengah yang dirilis bulan lalu, NOAA memperkirakan peluang 55 persen aktivitas badai di bawah rata-rata di Atlantik dan peluang 70 persen aktivitas di atas rata-rata di Pasifik tengah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247400338\/yuk-kencangkan-suara-untuk-pelestarian-lingkungan\">Baca: Kencangkan Suara untuk Pelestarian Lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Kondisi El Ni&ntilde;o juga biasanya meningkatkan badai di Pasifik barat laut. Topan menempuh jalur yang lebih panjang di atas perairan selama tahun-tahun El Ni&ntilde;o, menurut Yale Climate Connections.<\/p>\n<p>Hal ini karena air laut yang lebih hangat bergeser ke arah Pasifik Tengah, menyebabkan badai tropis terbentuk jauh lebih ke timur daripada biasanya.<\/p>\n<p>Jalur yang memanjang ini memberi lebih banyak waktu bagi badai untuk menyerap panas dan kelembapan, secara drastis meningkatkan peluangnya untuk berkembang menjadi badai besar dan dahsyat.<\/p>\n<p>El Ni&ntilde;o cenderung menguat saat belahan bumi utara sedang menghadapi musim dingin, dengan dampak globalnya biasanya paling signifikan di musim dingin<\/p>\n<p>&ldquo;Setiap El Nino tidak sama; masing-masing unik dengan jejaknya sendiri pada cuaca kita,&rdquo; kata Ken Graham, Direktur Layanan Cuaca Nasional (NWS) NOAA.<\/p>\n<p>&ldquo;Pemantauan tingkat lanjut dan pemahaman yang lebih baik tentang pola El Nino memungkinkan NWS untuk memprediksi dan mempersiapkan masyarakat serta mitra inti kami dengan lebih baik untuk menghadapi apa yang akan datang.&rdquo;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam pernyataannya pada Kamis (18\/6\/2026) Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) menyebut El Ni&ntilde;o terus menguat di Pasifik dan diprediksi akan meningkat ke&nbsp;status &#8220;sedang atau kuat&#8221; pada musim gugur ini. El Ni&ntilde;o terjadi ketika suhu di Pasifik khatulistiwa 0,5&deg;C di atas rata-rata selama beberapa bulan berturut-turut. Jika suhu permukaan laut di wilayah Pasifik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":552,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[68,78],"class_list":["post-551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-el-nino","tag-gelombang-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/551\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}