{"id":5513,"date":"2026-07-30T00:59:32","date_gmt":"2026-07-30T00:59:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5513"},"modified":"2026-07-30T00:59:32","modified_gmt":"2026-07-30T00:59:32","slug":"menteri-agama-sebut-media-besar-besarkan-kekerasan-seksual-di-pondok-pesantren-kompaks-melukai-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5513","title":{"rendered":"Menteri Agama Sebut Media Besar-besarkan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren, KOMPAKS: Melukai Korban"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS) mengecam dan menyesalkan pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang menyebutkan kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren terlalu dibesar-besarkan oleh media.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya pada Selasa (14\/10\/2024), Nasaruddin Umar juga menyebut pemberitaan mengenai kekerasan seksual di pondok pesantren berpotensi membuat orang tua khawatir untuk menyekolahkan anak-anaknya di pesantren.<\/p>\n<p>Dalam pernyataan tertulisnya kepada media, Kompaks menilai pernyataan Menag&nbsp;tersebut melukai rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban kekerasan seksual di lingkungan pesantren karena mengecilkan dan cenderung menyangkal pengalaman korban.<\/p>\n<p>Penyangkalan terhadan pengalaman korban justru dapat menghilangkan akuntabilitas dan membangun ruang impunitas dengan alasan atas nama baik pesantren.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245351381\/uu-tpks-memungkinkan-proses-hukum-terhadap-laki-laki-yang-tak-mau-bertanggung-jawab-atas-kehamilan-pasangannya\">UU TPKS Memungkinkan Proses Hukum terhadap Laki-laki yang Tak Mau Bertanggung-jawab atas Kehamilan Pasangannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain itu, pernyataan Menteri Agama tersebut bertentangan dengan semangat dan mandat UU TPKS dan berpotensi menghalangi implementasi UU TPKS, memperlemah kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan agama.<\/p>\n<p>KOMPAKS&nbsp;juga&nbsp;menilai&nbsp;ini&nbsp;mengancam komitmen Indonesia terhadap perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak atas rasa aman bagi anak dan perempuan di lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p>&ldquo;Pernyataan Menag juga berpotensi menghalangi kerja-kerja jurnalisme yang memiliki mandat konstitusional untuk menjalankan fungsi pengawasan sosial dan memastikan transparansi publik,&ldquo; demikian Kompaks dalam pernyataannya.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, KOMPAKS yang beranggotakan puluhan lembaga yang peduli isu pemenuhan hak-hak perempuan, pencegahan serta penanganan kekerasan berbasis gender, mendesak Menteri Agama untuk meminta maaf atas pernyataan yang menilai bahwa media massa telah membesar-besarkan kasus kekerasan seksual.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244613624\/dua-tahun-uu-tpks-belum-lengkapnya-aturan-turunan-sangat-rugikan-korban-kekerasan-seksual\">Dua Tahun UU TPKS: Belum Lengkapnya Aturan Turunan Sangat Rugikan Korban Kekerasan Seksual<\/a><\/strong><\/p>\n<p>KOMPAKS juga mendesak Menag melaporkan kepada publik terkait pelaksanaan PMA 73\/2022 yang telah, dalam proses, dan belum melaksanakan ketentuan tersebut<\/p>\n<p>Ketiga, mengubah UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dengan menambahkan hak santri untuk bebas dari kekerasan, perundungan, dan intoleransi, serta kewajiban penyelenggara pesantren untuk membangun ruang aman dari berbagai bentuk kekerasan.<\/p>\n<p>Keempat, mendukung upaya-upaya masyarakat sipil dan pesantren yang tengah membangun pesantren ramah anak dan perempuan<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Terakhir, KOMPAKS mendesak pengusutan tuntas kasus-kasus kekerasan di pesantren, menghukum tegas pelaku, dalam upaya perlindungan terhadap santriwan dan santriwati di Indonesia.<\/p>\n<p>KOMPAKS turut dalam #GerakBersama mengawal penyusunan UU TPKS dan implementasinya, serta upaya-upaya lain untuk menghapus kekerasan berbasis gender.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS) mengecam dan menyesalkan pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang menyebutkan kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren terlalu dibesar-besarkan oleh media. Dalam pernyataannya pada Selasa (14\/10\/2024), Nasaruddin Umar juga menyebut pemberitaan mengenai kekerasan seksual di pondok pesantren berpotensi membuat orang tua khawatir untuk menyekolahkan anak-anaknya di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1849],"class_list":["post-5513","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-kekerasan-seksual-di-pondok-pesantren"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5513"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5513\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}