{"id":5544,"date":"2026-07-30T00:59:49","date_gmt":"2026-07-30T00:59:49","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5544"},"modified":"2026-07-30T00:59:49","modified_gmt":"2026-07-30T00:59:49","slug":"cuaca-panas-menyengat-di-beberapa-kota-mengapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5544","title":{"rendered":"Cuaca Panas Menyengat di Beberapa Kota, Mengapa?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;<\/strong> Beberapa hari terakhir ini masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia merasakan cuaca panas ekstrem. Bahkan suhu udara mencapai 36 derajat celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan beberapa faktor penyebabnya.<\/p>\n<p>Dalam rilisnya, BMKG mengungkapkan cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh pergeseran semu matahari ke selatan Indonesia. Hal ini memicu peningkatan intensitas radiasi matahari di wilayah Indonesia bagian selatan.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Meteorologi BMKG, &nbsp;Guswanto menjelaskan faktor lainnya adalah minimnya tutupan awan yang membuat sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa banyak hambatan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246597489\/kota-hijau-jadi-alternatif-atasi-suhu-panas-ekstrem\">Baca: Kota Hijau Jadi Alternatif Hadapi Cuaca Panas Ekstrem<\/a><\/p>\n<p>Kondisi cuaca di IIndonesia yang saat ini tengah berada pada musim pancaroba (peralihan musim kemarau ke musim hujan) juga menjadi faktor pemicu terjadinya cuaca panas ekstrem. &nbsp;<\/p>\n<p>BMKG memprediksi cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring dengan meningkatnya tutupan awan dan datangnya musim hujan.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pemantauan BMKG beberapa hari terakhir, wilayah DKI Jakarta suhu tertinggi mencapai 35 derajat celsius. &nbsp;Demikian juga wilayah Bali dan Nusa Tenggara, suhu tertinggi sekitar 35 derajat celsius.<\/p>\n<p>Kemudian wilayah Semarang, Grobogan, dan Sragen (Jawa Tengah) suhu tertinggi antara 34-35 derajat celsius. Sedangkan wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur suhu tertinggi mencapai 36 derajat celsius.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246402317\/ketika-kota-semakin-panas-warga-miskin-semakin-menderita\">Baca: Kota Semakin Panas, Warga Miskin Semakin Menderita<\/a><\/p>\n<p>Dengan kondisi cuaca panas ekstrem seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dengan menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan sunscreen.<\/p>\n<p>Masyarakat juga diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya mengurangi kegiatan fisik berat pada siang hari, terutama bagi anak-anak dan lansia,&#8221; imbau Guswanto.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Beberapa hari terakhir ini masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia merasakan cuaca panas ekstrem. Bahkan suhu udara mencapai 36 derajat celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan beberapa faktor penyebabnya. Dalam rilisnya, BMKG mengungkapkan cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh pergeseran semu matahari ke selatan Indonesia. Hal ini memicu peningkatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5545,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,50,10,269],"class_list":["post-5544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bmkg","tag-cuaca","tag-kota","tag-panas-ekstrem"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5544"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5544\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}