{"id":571,"date":"2026-07-30T00:22:49","date_gmt":"2026-07-30T00:22:49","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=571"},"modified":"2026-07-30T00:22:49","modified_gmt":"2026-07-30T00:22:49","slug":"ekonomi-sedang-tidak-baik-baik-saja-tapi-cafe-dan-mal-tetap-ramai-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=571","title":{"rendered":"Ekonomi Sedang Tidak Baik-baik Saja Tapi Cafe dan Mal Tetap Ramai: Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level terendah sepanjang sejarah pada 4 Juni 2026, yang mencapai <a href=\"https:\/\/www.bi.go.id\/en\/statistik\/informasi-kurs\/jisdor\/default.aspx\">Rp18 ribu per dolar AS<\/a>.<\/p>\n<p>Pada level ini, pelemahan nilai tukar ini seharusnya sudah bukan angka ekonomi makro semata. Ia menyentuh level finansial rumah tangga karena ada peningkatan biaya pembelian barang impor, energi, jasa, dan <a href=\"https:\/\/www.dpr.go.id\/kegiatan-dpr\/berita\/Waspadai-Dampak-Lonjakan-Kurs-Dolar-AS-terhadap-Sektor-Pangan-Nasional-65738\">pangan<\/a>.<\/p>\n<figure>  <!--iframe1--> <br \/><figcaption><span class=\"caption\">Kondisi ekonomi makro sedang tidak baik-baik saja seharusnya sudah berdampak pada konsumsi masyarakat. Tapi mall dan cafe terlihat tetap penuh.<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>Bahkan, per 10 Juni 2026, <a href=\"https:\/\/pertaminapatraniaga.com\/page\/harga-terbaru-bbm\">harga Pertamax<\/a> naik signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.<\/p>\n<p>Kondisi-kondisi tersebut seharusnya sudah mamaksa masyarakat untuk menyesuaikan kekuatan finansial rumah tangga dengan segala kebutuhan yang harus dipenuhi.<\/p>\n<p>Namun di sisi lain, sudut perkotaan, mal, kafe, dan tempat nongkrong tetap ramai seolah tidak ada yang terjadi.<\/p>\n<p>Nyatanya, hal ini disebabkan karena banyak yang tak sadar yang sebenarnya bisa dihemat.&nbsp;<\/p>\n<h2>Gaya hidup mengalahkan kebutuhan hidup<\/h2>\n<p>Tidak seperti <em><a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/shelleykohan\/2024\/07\/11\/lipstick-effect-powers-beauty-sales-despite-economic-uncertainty\/\">lipstick effect<\/a><\/em>, yaitu satu fenomena yang menjelaskan mengapa konsumen tetap membeli produk kecil yang bersifat <em>affordable luxury<\/em> (seperti lipstik, kosmetik, atau kopi premium) di saat kondisi ekonomi memburuk.<\/p>\n<p>Saat ini sekat antara kebutuhan hidup dan gaya hidup makin menipis. Sebab kebutuhan hidup masyarakat modern semakin beragam yang mencakup gaya hidup, teknologi, dan digitalisasi yang belum ada sebelumnya turut menjadi kebutuhan baru.<\/p>\n<p>Alhasil, belanja seperti biaya internet rumah, paket data, berlangganan layanan hiburan digital, aplikasi berbasis langganan untuk menunjang pekerjaan dan aktivitas sehari-hari harus dipenuhi.<\/p>\n<p>Belum lagi biaya aktivitas rekreasi dan gaya hidup, seperti membeli kopi di kedai kopi, nongkrong, dan <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/masa-depan-padel-antara-gengsi-atau-turun-kelas-agar-tren-ini-langgeng-276977\">berolahraga<\/a> seperti lari atau padel yang menjelma jadi tren dan gaya hidup kaum urban.<\/p>\n<figure>  <!--iframe2--> <\/figure>\n<p>Fakta menarik dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terjadi kenaikan proporsi <a href=\"https:\/\/www.bps.go.id\/id\/publication\/2026\/05\/29\/057b21b35bc236c5ede9d160\/pengeluaran-untuk-konsumsi-penduduk-indonesia-september-2025.html\">pengeluaran rumah tangga untuk kelompok makanan<\/a> dari 48,68% pada 2016 menjadi 50,77% pada 2025.&nbsp;<\/p>\n<p>Statistik ini menunjukkan bahwa rumah tangga Indonesia saat ini mengalami beban ganda. Beban datang dari kebutuhan dasar untuk makanan saat ini menyerap sebagian besar anggaran rumah tangga.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Di saat bersamaan, kebutuhan baru terus bermunculan sehingga menambah daftar alokasi pengeluaran yang harus dikelola dengan bijak. Padahal, tidak semua kebutuhan baru yang muncul harus dituruti dan jadi wajib untuk dipenuhi.<\/p>\n<h2>Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi beban selangit<\/h2>\n<p>Biaya-biaya dari pengeluaran tambahan yang disebutkan sebelumnya mungkin terlihat kecil dan masih terjangkau. Namun, jika dilakukan secara rutin dan jumlahnya banyak, tambahan pengeluaran tersebut dapat menjadi beban finansial rumah tangga.<\/p>\n<p>Untuk mengulasnya, salah satu konsep ekonomi perilaku yang relevan adalah <em><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1002\/(SICI)1099-0771(199909)12:3%3C183::AID-BDM318%3E3.0.CO;2-F\">mental accounting<\/a><\/em>. Konsep tersebut mengenalkan bahwa individu cenderung menilai dampak setiap pengeluaran kecil secara terpisah, bukan sebagai akumulasi total, sehingga dampak kumulatifnya seringkali tidak disadari.<\/p>\n<p>Seseorang tidak merasa keberatan untuk membeli kopi seharga Rp20 ribu dan air minum kemasan Rp5 ribu setiap hari.<\/p>\n<p>Padahal, jika diakumulasikan dalam sebulan bahkan setahun, pengeluaran tersebut senilai Rp600 ribu- Rp9 juta. Jumlah uang yang cukup banyak untuk dijadikan tabungan bukan?&nbsp;<\/p>\n<p>Kecenderungan ini juga diperkuat dengan <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1162\/003355397555253\"><em>present bias<\/em><\/a>, yakni bias psikologis manusia untuk lebih memilih kepuasan yang dirasakan sekarang daripada manfaat yang dirasakan pada masa mendatang.<\/p>\n<p>Selain itu, kemudahan pembayaran digital saat ini juga sukses menghilangkan efek jera seseorang dalam melakukan pembayaran atau yang dikenal dengan <em><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1287\/mksc.17.1.4\">pain of paying<\/a><\/em>.<\/p>\n<p>Akibatnya, berbagai pengeluaran kecil menjadi semakin mudah dilakukan dan semakin sulit dikendalikan.<\/p>\n<p>Tidak heran, banyak ditemukan dan mungkin termasuk kita sendiri, lebih mendahulukan membayar tagihan Netflix, Spotify, Disney+ ketimbang mengikuti kursus berbayar untuk menunjang pengembangan keahlian diri.<\/p>\n<h2>Sulit ditekan, tapi tidak mustahil<\/h2>\n<p>Jika keputusan kecil yang berulang dapat melemahkan kekuatan finansial rumah tangga, maka solusi untuk memperkuat finansialnya juga dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang sama.<\/p>\n<p>Yang paling mudah dilakukan adalah beralih dari membeli kopi di kedai kopi dengan menyeduh kopi sendiri di rumah, membiasakan membawa air minum dengan tumbler, dan membawa bekal dari rumah.<\/p>\n<p>Kebiasaan-kebiasaan kecil ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi makanan jadi&mdash;komponen terbesar pengeluaran rumah tangga pada kelompok makanan.<\/p>\n<p>Hasil <a href=\"https:\/\/web-api.bps.go.id\/download.php?f=7CPrcWzQOHWG6Necwli8s3FzOFh0L2dUMjUxYmNkbVZaWThsdTZEbDVZemVQZktFdUhRZ3VwR2I5Yk1pNlJIV0dJMjkyM0hjVnM1Ni95ZktSSWNaYW1BbkpDdVY0V3VBY0VzQUFSbDNoSEU2Wk5uN2xlaEpEVjAxWWliYmJBa2lVZWNmcFJvWWtkTGYrUUtMeHJadncwMEhnbXVlMDFTVmhraFViamtnZkdMTC9URmNnVWhCQ2NEOXB0SEUrTmxtWlBja2h5bGtuZ0ZhSDZVMTFxK0JRa2lTUFpDWlVuV1Mxd0N2TEZPZXcwTXR0R0NMR1NudTJ1UHVKeEdPK1RJU0hqMmlVT1R1ai9GTUkvMlE0c3ZmdFVsejdBMFdBSXhFaXhHVTVMczBIMGlRYjZ6OCtlN3NyZUVJUmxuK0c0bUwxR1pYNk1WczVOazNqZnVK&amp;_gl=1*1c1uwsf*_ga*MTExODEzMjUwNS4xNzY2MTEwMDk1*_ga_XXTTVXWHDB*czE3ODEwNjQxNTIkbzE4JGcxJHQxNzgxMDY0MjU5JGo0MCRsMCRoMA..\">Susenas 2026<\/a> dari BPS menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk makanan dan minuman jadi mencapai 32,51% dari total pengeluaran kelompok makanan, meningkat 3,46% dari satu dekade lalu.<\/p>\n<figure>  <!--iframe3--> <\/figure>\n<p>Hal ini mengonfirmasi adanya pergeseran pola konsumsi makanan dan gaya hidup ke arah yang lebih mudah dan praktis, semakin didukung dengan layanan pesan-antar daring.<\/p>\n<p>Kebiasaan lain yang perlu dihemat adalah pengeluaran langganan layanan digital seperti platform <em>streaming<\/em>, penyimpanan awan (<em>cloud<\/em>), aplikasi produktivitas, serta layanan berbasis kecerdasan buatan yang tidak digunakan secara optimal.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dalam situasi tekanan ekonomi yang penuh ketidakpastian, kekuatan finansial rumah tangga menjadi hal penting yang harus mendapat perhatian khusus.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, tantangan terbesar yang dihadapi rumah tangga bukanlah mencari cara untuk berhemat. Akan tetapi, menyadari bahwa setiap keputusan-keputusan kecil yang tampak tidak penting hari ini dapat menentukan kondisi keuangan rumah tangga di masa depan.<!-- Di bawah ini adalah tag penghitung halaman The Conversation. Tolong JANGAN HAPUS. --> <!--img2--> <!-- Akhir kode. Jika Anda tidak melihat kode apa pun di atas, silakan dapatkan kode baru dari tab Lanjutan setelah Anda mengklik tombol publikasikan ulang. Penghitung halaman tidak mengumpulkan data pribadi apa pun. Info lebih lanjut: https:\/\/theconversation.com\/republishing-guidelines --><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/andriana-lisnasari-1406313\">Andriana Lisnasari<\/a>, Statistisi Ahli Pertama, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/badan-pusat-statistik-3944\">Badan Pusat Statistik<\/a><\/em><\/p>\n<p>Artikel ini terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\">The Conversation<\/a>. Baca <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/mengapa-mal-dan-cafe-terlihat-tetap-ramai-di-tengah-ekonomi-lesu-285416\">artikel sumber<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level terendah sepanjang sejarah pada 4 Juni 2026, yang mencapai Rp18 ribu per dolar AS. Pada level ini, pelemahan nilai tukar ini seharusnya sudah bukan angka ekonomi makro semata. Ia menyentuh level finansial rumah tangga karena ada peningkatan biaya pembelian barang impor, energi, jasa, dan pangan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":572,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[306],"class_list":["post-571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=571"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/571\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}