{"id":5749,"date":"2026-07-30T01:01:36","date_gmt":"2026-07-30T01:01:36","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5749"},"modified":"2026-07-30T01:01:36","modified_gmt":"2026-07-30T01:01:36","slug":"tata-niaga-gula-belum-memberi-perlindungan-untuk-petani-tebu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5749","title":{"rendered":"Tata Niaga Gula Belum Memberi Perlindungan untuk Petani Tebu"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Persoalan tata niaga gula nasional terbukti merugikan petani tebu. Banyak hasil panen petani tidak terserap oleh pabrik gula akibat kebocoran distribusi gula rafinasi ke pasar konsumsi.<\/p>\n<p>Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah pabrik gula di Jawa Timur kesulitan memasarkan produksinya akibat kebocoran ini.<\/p>\n<p>&ldquo;Indikasinya ada rembesan gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan bagi industri, tetapi malah bocor ke pasar konsumsi. Hal ini jelas merugikan petani tebu&nbsp;karena produk lokal tidak terserap optimal,&rdquo; ujar Anggota Komisi VI DPR, Abdul Hakim Bafagih dikutip Parlementaria, Jumat (2\/10\/2025).<\/p>\n<p>Ia menilai, Kementerian Perdagangan sudah berusaha memitigasi persoalan tersebut. Namun, menurutnya, akar masalah juga perlu dibedah lebih jauh, terutama terkait peran perusahaan negara seperti PTPN III dan PT Rajawali.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, kebutuhan gula konsumsi nasional mencapai sekitar 2,8 juta ton per tahun, sementara produksi nasional baru sekitar 2,5 juta ton. Kekurangan inilah yang kemudian dipenuhi melalui impor.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246417953\/saat-gula-impor-banjiri-pasar-pabrik-gula-lokal-kesulitan-menjual-produksinya\">Baca: Pabrik gula lokal kesulitan menjual produksinya<\/a><\/p>\n<p>Namun, ia menegaskan bahwa impor bukan satu-satunya solusi. Kalau optimalisasi aset PTPN dan Rajawali berhasil, ujarnya, otomatis produksi meningkat.<\/p>\n<p>&rdquo;Mitra petani yang bisa digandeng juga akan bertambah banyak, sehingga kebutuhan nasional bisa tercukupi bahkan tidak menutup kemungkinan kita bisa ekspor gula,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Kalau PTPN dan Rajawali bisa mengoptimalkan kapasitas produksinya, otomatis serapan hasil pertanian tebu dari petani juga meningkat. Jadi problem ini bisa diminimalisir.<\/p>\n<p>Bafagih mendorong adanya transparansi soal rendemen (hasil gula dari proses tebu). Transparansi ini penting agar petani tahu berapa nilai hasil panennya dan bisa merencanakan penanaman berikutnya.<\/p>\n<p>Dia juga mengusulkan adanya skema pembiayaan atau supply chain financing bagi petani yang kesulitan modal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245607694\/impor-tapioka-membuat-nasib-petani-singkong-di-sukabumi-makin-terhimpit\">Baca: Impor Tapioka menyulitkan petani singkong<\/a><\/p>\n<p>Dengan skema ini, kontrak atau Delivery Order (DO) dari pabrik gula bisa dijadikan jaminan ke perbankan sehingga petani berpeluang mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau akses pembiayaan lain untuk kembali menanam tebu.<\/p>\n<p>Selain optimalisasi produksi, Abdul Hakim juga menekankan pentingnya edukasi pola konsumsi masyarakat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Kita perlu mendorong gaya hidup sehat. Kalau konsumsi gula masyarakat bisa ditekan, maka angka kebutuhan nasional bisa lebih realistis, tidak selalu 2,8 juta ton seperti yang diasumsikan selama ini,&rdquo; tambahnya.<\/p>\n<p>Politisi PAN ini juga meminta pemerintah lebih tegas dalam pengawasan tata niaga gula. Jika ditemukan indikasi rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi, perusahaan terkait harus dicatat dan diberi sanksi.<\/p>\n<p>Catatan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi ketika perusahaan kembali mengajukan kebutuhan impor.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243077146\/perkebunan-monokultur-penyumbang-terbesar-deforestasi-atau-penebangan-hutan-global\">Baca: Perkebunan monokultur menyumbang deforestasi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Persoalan tata niaga gula nasional terbukti merugikan petani tebu. Banyak hasil panen petani tidak terserap oleh pabrik gula akibat kebocoran distribusi gula rafinasi ke pasar konsumsi. Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah pabrik gula di Jawa Timur kesulitan memasarkan produksinya akibat kebocoran ini. &ldquo;Indikasinya ada rembesan gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan bagi industri, tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5750,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1924,1925],"class_list":["post-5749","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gula","tag-petani-tebu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5749"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5749\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}