{"id":5820,"date":"2026-07-30T01:01:59","date_gmt":"2026-07-30T01:01:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5820"},"modified":"2026-07-30T01:01:59","modified_gmt":"2026-07-30T01:01:59","slug":"penerapan-ekonomi-sirkular-untuk-mengurangi-limbah-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5820","title":{"rendered":"Penerapan Ekonomi Sirkular untuk Mengurangi Limbah Makanan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pelaku usaha dapat memetik manfaat dari pengurangan limbah makanan baik secara ekonomi, sosial, dan dalam skala yang lebih luas, memetik manfaat untuk lingkungan.<\/p>\n<p>Terinspirasi oleh upaya keberlanjutan Patagonia, Tim Proyek Mitchell Center di University of Maine, AS&nbsp;melakukan penelitian yang bertujuan untuk memberdayakan pelaku bisnis agar mengadopsi praktik pengelolaan pangan yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dari berbagai industri terkait pangan di Maine, mulai dari toko kelontong dan pertanian hingga restoran dan rumah sakit.<\/p>\n<p>Dilansir Earth.org, tujuan proyek ini adalah untuk menentukan seberapa mudah perubahan ini dapat diadaptasi agar sesuai dengan gaya hidup masing-masing konsumen.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan pendekatan tiga tujuan utama, sektor bisnis didorong untuk memprioritaskan keuntungan finansial mereka secara seimbang dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial mereka.<\/p>\n<p>Peneliti merekomendasikan perubahan sistem pangan dari sistem linier menjadi sistem sirkular. Dalam sistem linier, terdapat hubungan sederhana antara produksi dan konsumsi, yang menghasilkan limbah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246641994\/sistem-pangan-sirkular-jadi-opsi-untuk-mengatasi-limbah-makanan\">Baca: Opsi untuk mengatasi limbah makanan<\/a><\/p>\n<p>Sementara, dalam ekonomi sirkular, tujuannya adalah mendaur ulang limbah termasuk limbah makanan menjadi sumber daya yang dapat digunakan untuk menciptakan produk baru.<\/p>\n<p>Berikut enam solusi dikembangkan untuk penerapan ekonomi sirkular di sektor pangan melalui kolaborasi pemangku kepentingan, yang masing-masing berfokus pada pengurangan, pemulihan, atau daur ulang:<\/p>\n<p><strong>1. Mengukur dan melacak semua&nbsp;stok makanan<\/strong><br \/>Pelaku usaha didorong untuk menggunakan teknologi pelacakan limbah makanan yang sudah ada. Sistem ini dapat membantu pelaku usaha menyadari uang yang mereka buang untuk limbah makanan yang tidak pernah sampai ke konsumen.<\/p>\n<p><strong>2. Menciptakan sistem &#8220;Penyelamatan Makanan&#8221;<\/strong><br \/>Solusi ini memanfaatkan sistem berbasis web yang mencocokkan makanan yang tersedia secara lokal dengan kebutuhan pangan lokal dan para relawan untuk menyalurkan makanan tersebut kepada mereka yang paling membutuhkan.<\/p>\n<p><strong>3. Edukasi limbah konsumen dan produsen di seluruh negara bagian<\/strong><br \/>Edukasi dan kesadaran konsumen tentang sistem pangan dan limbah didorong. Hal ini membantu masyarakat melihat nilai sebenarnya dari makanan yang mereka beli.<\/p>\n<p>Menerapkan program edukasi di sekolah juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengedukasi masyarakat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243112288\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-limbah-makanan\">Baca: Limbah makanan jadi ancaman serius untuk lingkungan<\/a><\/p>\n<p><strong>4. Membangun infrastruktur penanganan dan pemrosesan makanan<\/strong><br \/>Solusi ini berfokus pada &#8220;mendaur ulang&#8221; makanan yang sudah ada dalam sistem, misalnya mengubah tomat menjadi saus tomat dan meningkatkan permintaan dalam pengalengan dan pemrosesan makanan untuk penyimpanan jangka panjang.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah untuk menghubungkan anggota kunci sistem pangan dan menciptakan sinergi di antara para pemangku kepentingan dalam penanganan dan pengolahan.<\/p>\n<p>Adapun&nbsp;isu-isu utama yang perlu ditangani adalah ketersediaan transportasi, keterbatasan penyimpanan, dan pembatasan terkait donasi makanan.<\/p>\n<p><strong>5. Mengedukasi produsen tentang keuntungan donasi<\/strong><br \/>Tujuan utamanya adalah mengedukasi para pemangku kepentingan tentang insentif donasi makanan, perlindungan hukum, dan memberikan panduan kepada instansi pemerintah terkait.<\/p>\n<p><strong>6. Alternatif Pengomposan<\/strong><br \/>Solusi ini bertujuan untuk meningkatkan pilihan pengomposan dan alternatif lain selain pembuangan makanan di tempat pembuangan akhir (TPA).<\/p>\n<p>Mengembangkan praktik di seluruh negara bagian untuk mengalihkan sampah makanan dari TPA dapat menghasilkan penghematan biaya yang sangat besar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245855276\/kota-di-eropa-dorong-warganya-pelihara-ayam-untuk-atasi-limbah-makanan-rumah-tangga\">Baca: Kota di Eropa dorong warganya pelihara ayam untuk atasi limbah makanan rumah tangga<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pelaku usaha dapat memetik manfaat dari pengurangan limbah makanan baik secara ekonomi, sosial, dan dalam skala yang lebih luas, memetik manfaat untuk lingkungan. Terinspirasi oleh upaya keberlanjutan Patagonia, Tim Proyek Mitchell Center di University of Maine, AS&nbsp;melakukan penelitian yang bertujuan untuk memberdayakan pelaku bisnis agar mengadopsi praktik pengelolaan pangan yang lebih berkelanjutan. Penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[302,888],"class_list":["post-5820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ekonomi-sirkular","tag-limbah-makanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5820"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5820\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}