{"id":5867,"date":"2026-07-30T01:02:14","date_gmt":"2026-07-30T01:02:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5867"},"modified":"2026-07-30T01:02:14","modified_gmt":"2026-07-30T01:02:14","slug":"mencari-model-pendanaan-transportasi-publik-yang-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5867","title":{"rendered":"Mencari Model Pendanaan Transportasi Publik yang Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Menurut OECD dan Forum Transportasi Internasional (ITF), butuh perubahan paradigma&nbsp;untuk&nbsp;menata&nbsp;transportasi&nbsp;publik, dari investasi tradisional yang seringkali berfokus pada jalan raya ke pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dalam Laporan OECD bertajuk <em>The Future of Public Transport Funding<\/em> yang dirilis Februari 2024, disebutkan bahwa transisi ini perlu melibatkan optimalisasi alokasi investasi serta pengembangan model pendanaan yang inovatif dan transparan.<\/p>\n<p>Selain&nbsp;juga&nbsp;menyeimbangkan biaya pengguna dengan kontribusi dari penerima manfaat tidak langsung dan sektor publik, serta memastikan komitmen jangka panjang yang ambisius terhadap tujuan kebijakan publik.<\/p>\n<p>Rekomendasi utama laporan ini meliputi peralihan dari pendekatan &#8220;penyediaan&#8221; infrastruktur ke pendekatan &#8220;putuskan dan sediakan&#8221;, pemanfaatan teknologi baru, dan fokus pada pembangunan berorientasi transit untuk menciptakan kota yang aksesibel, dekarbonisasi, dan layak huni.<\/p>\n<p>Layanan transportasi publik yang didanai dengan baik dan menyediakan kemudahan akses bagi seluruh warga kota menjadi kunci untuk percepatan&nbsp;dekarbonisasi sektor&nbsp;transportasi, sekaligus&nbsp;menjadikan kota kita lebih layak huni, dan menghubungkan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.<\/p>\n<p>&ldquo;Laporan ini bertujuan untuk membantu pemerintah memenuhi tantangan pendanaan transportasi umum secara berkelanjutan dan adil,&ldquo; demikian disampaikan dalam pengantar laporan tersebut.<\/p>\n<p>Laporan ini merekomendasikan peninjauan kembali alokasi investasi, beralih dari fokus pada jalan raya, dan memastikan efisiensi layanan transportasi umum.<\/p>\n<p>Pemerintah kota juga harus mengoptimalkan kontribusi pengguna, penerima manfaat tidak langsung dari transportasi umum (termasuk pemilik lahan dan pelaku bisnis), dan sektor publik.<\/p>\n<p>Transportasi publik selalu memainkan peran krusial dalam menyediakan mobilitas bagi komunitas, perekonomian, dan masyarakat luas yang melayani tujuan lokal, regional, dan nasional.<\/p>\n<p>Peran ini kini menjadi inti dari misi global untuk mendekarbonisasi mobilitas. Sektor transportasi saat ini menyumbang 23 persen emisi global.<\/p>\n<p>Dan, angka ini belum menunjukkan tanda-tanda menurun mengingat meningkatnya permintaan mobilitas dan sulitnya mendekarbonisasi semua moda transportasi dengan kecepatan yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Elektrifikasi armada kendaraan pribadi akan berkontribusi pada upaya dekarbonisasi, tetapi<br \/>penyebarannya dinilai tidak akan cukup cepat, dan masih menyisakan masalah kemacetan parah di kota-kota kita.<\/p>\n<p>Elektrifikasi dapat memperburuk ketimpangan dan masih terdapat emisi tertanam yang signifikan dalam rantai pasokan global mereka.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Oleh karena itu, peralihan moda dari mobil pribadi ke transportasi publik harus menjadi inti dari strategi dekarbonisasi, terutama untuk perjalanan yang menghubungkan kota dan wilayah pinggiran kota.<\/p>\n<p>Untuk&nbsp;mewujudkan&nbsp;pergeseran ini, butuh strategi baru yang bertujuan untuk meningkatkan secara substansial penawaran transportasi&nbsp;publik yang efisien dan berorientasi pengguna, yang diterapkan secara paralel dengan pembatasan penggunaan mobil, baik melalui waktu perjalanan maupun biaya.<\/p>\n<p>Jean Coldefy and Jonathan Saks, Working Group Co-Chairs&nbsp;yang&nbsp;menyusun&nbsp;laporan&nbsp;ini, dalam pengantarnya menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi misi ini adalah pendanaan dan pembiayaan, terutama dengan kecepatan yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Pemodelan oleh berbagai lembaga menunjukkan kebutuhan pendanaan global lebih dari 2 triliun dolar per tahun antara saat ini dan tahun 2050, dengan hampir dua pertiga dari pendanaan tersebut dibutuhkan di negara-negara berkembang.<\/p>\n<p>Laporan ini disusun oleh lebih dari 40 pakar dari 19 negara, yang bekerja selama<br \/>18 bulan untuk membahas kemungkinan mekanisme pendanaan transportasi umum.<\/p>\n<p>Laporan ini membedakan antara investasi baru dan pengoperasian layanan transportasi umum, tanpa mengabaikan tantangan krusial dari segi efisiensi dan pertimbangan pengguna.<\/p>\n<p>&ldquo;Dalam pertimbangan kami, kami menemukan banyak pilihan dan model pendanaan yang praktis dan terdokumentasi dengan baik, dengan banyaknya studi kasus penggunaan yang baik dan buruk,&ldquo; kata&nbsp;mereka.<\/p>\n<p>Besarnya tantangan pendanaan transportasi publik mengharuskan para pembuat kebijakan dan penyandang dana untuk ambisius, berfokus secara spasial dan strategis, serta memberikan komitmen berkelanjutan terhadap serangkaian tujuan yang jelas dan solid.<\/p>\n<p>Hal ini akan meletakkan dasar penting bagi model pendanaan yang sukses: mendorong kepercayaan investor &#8211;baik publik maupun swasta&#8211; untuk menanamkan uangnya.<\/p>\n<p>Komitmen berkelanjutan juga akan memungkinkan strategi tarif jangka panjang dan transparan untuk menciptakan keseimbangan antara menghasilkan aliran pendapatan yang berkelanjutan dan fokus yang jelas bagi pengguna, termasuk konsesi yang ditargetkan<br \/>yang mendukung pemerataan mobilitas;<\/p>\n<p>Ini juga akan memastikan pembiayaan investasi di muka bukan satu-satunya pertimbangan,<br \/>yang menyiratkan visi jangka panjang untuk konstruksi hingga operasi dan pemeliharaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Menurut OECD dan Forum Transportasi Internasional (ITF), butuh perubahan paradigma&nbsp;untuk&nbsp;menata&nbsp;transportasi&nbsp;publik, dari investasi tradisional yang seringkali berfokus pada jalan raya ke pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam Laporan OECD bertajuk The Future of Public Transport Funding yang dirilis Februari 2024, disebutkan bahwa transisi ini perlu melibatkan optimalisasi alokasi investasi serta pengembangan model pendanaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5868,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[439,93],"class_list":["post-5867","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-dekarbonisasi","tag-transportasi-publik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5867"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5867\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}