{"id":5949,"date":"2026-07-30T01:02:35","date_gmt":"2026-07-30T01:02:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5949"},"modified":"2026-07-30T01:02:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:02:35","slug":"perilaku-generasi-z-ketahanan-pangan-dan-produksi-sampah-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=5949","title":{"rendered":"Perilaku Generasi Z, Ketahanan Pangan dan Produksi Sampah Makanan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ketahanan pangan tidak bisa hanya dilihat dari sisi produksi dan distribusi, tapi juga berkaitan dengan cara konsumsi masyarakat, termasuk pengendalian sampah&nbsp;makanan&nbsp;(food waste).<\/p>\n<p>Generasi Z yang merupakan populasi terbesar memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak konsumsi berkelanjutan.<\/p>\n<p>Hal itu mengemuka dalam hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa program Doktor Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Shinta Dewi Novitasari.<\/p>\n<p>Perilaku boros pangan Generasi Z memiliki dampak besar&nbsp;bagi upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan, sehingga perlu adanya edukasi, penguatan norma sosial, serta kontrol perilaku dalam mendukung konsumsi berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dalam risetnya yang berjudul &ldquo;Dampak Perilaku Generasi Z Menghasilkan Sampah Makanan (Food Waste) Berbasis Komoditas Beras Terhadap Ketahanan Pangan di Kabupaten Bantul&rdquo;, Shinta menemukan bahwa konsumsi nasi masih menjadi makanan utama bagi gen Z, usia 13&ndash;28 tahun.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245360746\/dlh-dki-jakarta-wajibkan-hotel-restoran-dan-kafe-kurangi-sampah-makanan\">Baca: Hotel, restoran dan kafe diwajibkan kurangi sampah makanan<\/a><\/p>\n<p>Dilansir ugm.ac.id, riset itu menemukan terdapat perilaku lemahnya kontrol porsi sehingga masih ada ketidakseriusan dalam mengelola sisa makanan.<\/p>\n<p>&ldquo;Food waste generasi muda memiliki dampak terhadap menurunnya penggunaan pangan,&rdquo; katanya dalam ujian tertutup promosi doktor Jumat (19\/9\/2025) lalu.<\/p>\n<p>Dari permasalahan tersebut, Shinta memberikan sejumlah rekomendasi seperti integrasi literasi pangan yang dapat dicanangkan melalui kurikulum sekolah, kampanye melalui media sosial, hingga penguatan bank makanan komunitas melalui RT\/RW, dan beberapa gagasan lainnya.<\/p>\n<p>Shinta juga berhasil merumuskan metode pengurangan food waste melalui mitigasi dan navigasi.<\/p>\n<p>Menurutnya, strategi mitigasi memiliki fokus jangka pendek seperti edukasi atau kampanye. Sedangkan strategi navigasi menekankan peralihan jangka panjang seperti kebijakan daerah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245566749\/pemprov-daerah-khusus-jakarta-maksimalkan-jakarta-recycle-centre-untuk-olah-sampah-makanan\">Baca: Jakarta Recycle Centre dimaksimalkan untuk mengolah sampah makanan<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Intervensi berbasis perilaku menjadi penting, terutama penguatan kontrol perilaku Generasi Z, sebagai prioritas kebijakan daerah yang adaptif terhadap karakter generasi muda yang dinamis dan digital,&rdquo; tegas Shinta.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dari disertasi ini Shinta melahirkan Behavioral-Based Food Security Model, sebuah model yang menempatkan perilaku Generasi Z sebagai faktor penentu utama dalam ketahanan pangan.<\/p>\n<p>Dari sisi praktis, kerangka ini dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai acuan dalam merancang kebijakan berbasis bukti.<\/p>\n<p>Selain itu, pendekatan ini juga menekankan pentingnya partisipasi generasi muda terhadap dinamika tantangan pangan di masa depan.<\/p>\n<p>Disertasi ini&nbsp;dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus Q3, Food Research, dengan judul &ldquo;The Effect of Food Waste Behavior among Generation Z on Sustainable Food Security.&rdquo;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245747250\/volume-sampah-makanan-melonjak-saat-bulan-ramadan-mengancam-lingkungan\">Baca: Volume sampah makanan melonjak saat bulan Ramadan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ketahanan pangan tidak bisa hanya dilihat dari sisi produksi dan distribusi, tapi juga berkaitan dengan cara konsumsi masyarakat, termasuk pengendalian sampah&nbsp;makanan&nbsp;(food waste). Generasi Z yang merupakan populasi terbesar memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak konsumsi berkelanjutan. Hal itu mengemuka dalam hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa program Doktor Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":5950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1900],"class_list":["post-5949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ketahanan-pangan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5949\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}