{"id":6025,"date":"2026-07-30T01:03:23","date_gmt":"2026-07-30T01:03:23","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6025"},"modified":"2026-07-30T01:03:23","modified_gmt":"2026-07-30T01:03:23","slug":"pembentukan-lembaga-adat-betawi-untuk-jaga-identitas-kota-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6025","title":{"rendered":"Pembentukan Lembaga Adat Betawi untuk Jaga Identitas Kota Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendukung pembentukan Lembaga Adat&nbsp;Masyarakat Betawi untuk menjaga identitas kota Jakarta.<\/p>\n<p>Pembentukan lembaga adat&nbsp;ini tengah digodok melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat mendukung, karena untuk pelestarian dan perlindungan cagar budaya khususnya di Jakarta memang perlu ada lembaga khusus yang menaunginya,&#8221; ujar Farah, Senin (22\/9\/2025).<\/p>\n<p>Farah menilai, keberadaan lembaga adat&nbsp;ini diharapkan tidak hanya membuat pelestarian budaya bertumpu pada Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, tetapi juga membuka ruang bagi pemangku kepentingan lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/246075294\/10-hotel-bintang-lima-di-jakarta-wajib-tampilkan-budaya-betawi\">Baca: 10 Hotel bintang lima di Jakarta wajib tampilkan budaya Betawi<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Yang penting lembaga adat&nbsp;ini efektif dan bisa memberi peluang bagi stakeholder lain yang fokus pada pelestarian budaya untuk ikut serta,&#8221; jelasnya seperti dikutip jakarta.go.id<\/p>\n<p>Ia juga berharap lembaga tersebut dapat mengantarkan budaya Betawi terlibat dalam forum internasional, termasuk ikut serta dalam pertemuan badan kebudayaan PBB, UNESCO.<\/p>\n<p>&#8220;Kita butuh stakeholder seperti NGO baik profit maupun non-profit agar bisa masuk di situ. Itu peluang dari Raperda,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Farah menyambut baik rencana pembentukan Pamong Budaya Betawi yang dikonsep seperti pecalang di Bali, guna memperkuat persatuan sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245014614\/delapan-karya-budaya-betawi-diajukan-sebagai-warisan-budaya-takbenda-indonesia\">Baca: 8 Karya budaya Betawi diajukan jadi warisan budaya takbenda Indonesia<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Sejauh ini kami menyetujui, tapi implementasinya harus benar-benar dikawal,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan bahwa Raperda Lembaga Masyarakat Adat Betawi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.<\/p>\n<p>Dalam Raperda tersebut, Rano menggagas kehadiran Pamong Budaya yang bertugas meredam potensi kericuhan, termasuk mencegah perusakan fasilitas umum saat aksi unjuk rasa.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Budaya punya keunggulan, karena mampu menjahit perbedaan apapun menjadi persatuan di Jakarta,&#8221; ujar pria yang akrab disapa Bang Doel itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendukung pembentukan Lembaga Adat&nbsp;Masyarakat Betawi untuk menjaga identitas kota Jakarta. Pembentukan lembaga adat&nbsp;ini tengah digodok melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta. &#8220;Kami sangat mendukung, karena untuk pelestarian dan perlindungan cagar budaya khususnya di Jakarta memang perlu ada lembaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1123,2025],"class_list":["post-6025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-betawi","tag-lembaga-adat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6025"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6025\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}