{"id":6031,"date":"2026-07-30T01:03:24","date_gmt":"2026-07-30T01:03:24","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6031"},"modified":"2026-07-30T01:03:24","modified_gmt":"2026-07-30T01:03:24","slug":"banyak-masalah-komisi-ix-usul-pengelolaan-program-makan-bergizi-gratis-diserahkan-ke-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6031","title":{"rendered":"Banyak Masalah, Komisi IX Usul Pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis Diserahkan ke Sekolah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai terobosan pemenuhan gizi anak sekolah dan menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru menimbulkan banyak persoalan.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah keracunan massal di berbagai daerah yang dialami siswa akibat program makan bergizi gratis ini. Sejak Januari hingga September 2025, sedikitnya 5.626&nbsp;siswa&nbsp;mengalami kasus keracunan yang&nbsp;terjadi di 17 provinsi.<\/p>\n<p>Terbaru, keracunan massal Makan Bergizi Gratis terjadi di Kab Banggai Kepulauan. Kemudian ada juga keracunan MBG di Garut, Tasikmalaya, hingga Bau Bau Sulawesi Tenggara.<\/p>\n<p>Banyak daerah harus menanggung biaya perawatan korban di Puskesmas maupun rumah sakit. Padahal pada saat bersamaan, alokasi transfer ke daerah justru dipangkas hingga Rp50,29 triliun.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menilai Badan Gizi Nasional (BGN) bersama DPR serta pihak-pihak terkait harus mencari solusi dan alternatif pengelolaan MBG agar masalah keracunan massal tak terjadi lagi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/246389509\/kasus-keracunan-program-mbg-terus-terjadi-dpr-desak-lakukan-audit\">Baca: Kasus keracunan program MBG terus terjadi, DPR desak dilakukan audit<\/a><\/p>\n<p>Dia mengusulkan untuk melibatkan pihak sekolah untuk menyediakan menu MBG yang kualitasnya lebih terjamin dan fresh saat disajikan kepada para siswa.<\/p>\n<p>&#8220;Mengingat banyaknya kasus keracunan, perlu dipikirkan alternatif MBG dikelola sekolah bersama komite sekolah,&#8221; kata Yahya Zaini dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (22\/9\/2025).<\/p>\n<p>Seperti diketahui, saat ini MBG melibatkan mitra seperti yayasan dan UMKM untuk operasional dapur dan penyaluran makanannya.<\/p>\n<p>Yahya mengusulkan agar pengelolaan diberikan kepada masing-masing sekolah untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang ada, sekaligus karena pihak sekolah lebih memahami karakter anak-anak didiknya yang mendapat fasilitas program MBG.<\/p>\n<p>&#8220;Karena akan lebih terjamin higienitas dan keamanannya serta sesuai selera anak-anak sekolah. Mereka sudah paham selera anak-anak sekolahnya,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246499488\/selain-dugaan-kandungan-minyak-babi-ompreng-mbg-juga-diduga-tidak-food-grade\">Baca: Ompreng MBG diduga tidak food grade<\/a><\/p>\n<p>Yahya pun menyinggung pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang mengungkapkan alasan serapan anggaran MBG masih rendah lantaran banyak pihak tidak yakin terhadap jalannya program tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Karena itu, ia meminta BGN mencari alternatif pengelolaan MBG agar target dari program unggulan Presiden Prabowo ini dapat segera tercapai.<\/p>\n<p>Selain masalah keracunan, Yahya juga menyoroti rendahnya serapan anggaran BGN. Di mana anggaran MBG hingga September hanya terserap Rp13,2 triliun atau 18,6 persen dari alokasi Rp71 triliun.<\/p>\n<p>Padahal, klaim pelaksanaan MBG telah berlangsung di 38 provinsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 22 juta. Akan tetapi, angka tersebut tidak dapat diverifikasi karena minimnya informasi yang dapat diakses publik.<\/p>\n<p>Apalagi, laporan Transparency International Indonesia menemukan bahwa sejumlah menu MBG tidak mencapai nilai rata-rata Rp10 ribu per penerima manfaat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246545941\/komisi-ix-dpr-soroti-praktik-dapur-fiktif-dalam-program-mbg\">Baca: Komisi IX DPR soroti praktik dapur fiktif dalam program MBG<\/a><\/p>\n<p>Belum lagi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga telah mewanti-wanti BGN bahwa jika sampai akhir Oktober anggaran untuk melaksanakan MBG tidak terserap, maka pihaknya akan menarik alokasi dana untuk keperluan lain.<\/p>\n<p>&#8220;Ini juga untuk mempercepat pencapaian target yang ditentukan. Mengingat serapan anggaran BGN masih rendah sekitar 22 persen,&#8221; terang Yahya.<\/p>\n<p>Yahya menyebut, pihak ketiga yang bekerja sama untuk pelaksanaan MBG masih tetap bisa dilanjutkan. Hal ini, kata Yahya, dapat dilakukan sambil evaluasi tata kelola pelaksanaan MBG.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi yayasan yang sudah bekerjasama dengan BGN tetap dapat dilanjutkan sambil memperbaiki tata kelola dan keamanan makanannya,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Yahya mendesak Pemerintah untuk segera memperbaiki mekanisme pelaporan anggaran MBG. Bila perlu, ia menyarankan BGN membuka kanal pengaduan publik dan memastikan akuntabilitas belanja agar hak anak untuk memperoleh makanan bergizi dan aman benar-benar terpenuhi.<\/p>\n<p>&#8220;Karena transparansi dan akuntabilitas yang lemah, dikhawatirkan akan memperbesar risiko penyalahgunaan anggaran,&#8221; pungkas Yahya Zaini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai terobosan pemenuhan gizi anak sekolah dan menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru menimbulkan banyak persoalan. Salah satunya adalah keracunan massal di berbagai daerah yang dialami siswa akibat program makan bergizi gratis ini. Sejak Januari hingga September 2025, sedikitnya 5.626&nbsp;siswa&nbsp;mengalami kasus keracunan yang&nbsp;terjadi di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6032,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[675,1915,39],"class_list":["post-6031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-keracunan","tag-makan-bergizi-gratis","tag-mbg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6031\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}