{"id":6096,"date":"2026-07-30T01:04:12","date_gmt":"2026-07-30T01:04:12","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6096"},"modified":"2026-07-30T01:04:12","modified_gmt":"2026-07-30T01:04:12","slug":"panas-ekstrem-makin-intens-adakah-alat-pendinginan-yang-ramah-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6096","title":{"rendered":"Panas Ekstrem Makin Intens: Adakah Alat Pendinginan yang Ramah Lingkungan?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Permintaan alat pengkondisian atau pendinginan udara (AC) terus meningkat seiring dengan panas ekstrem yang semakin sering terjadi di banyak kota di dunia.<\/p>\n<p>Meski sangat membantu melindungi warga dari panas ekstrem, penggunaan AC secara masif akan memperburuk perubahan iklim karena emisi yang dikeluarkannya.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, alternatif pendinginan yang lebih berkelanjutan sudah tersedia, tetapi untuk mengurangi kebutuhan akan pendingin udara, diperlukan pendekatan pendinginan yang lebih holistik.<\/p>\n<p>Di kota-kota beriklim hangat seperti Dubai (Uni Emirat Arab) pendinginan kawasan merupakan alternatif berkelanjutan yang terbukti efektif untuk menjaga suhu tetap rendah, hanya membutuhkan setengah energi dibandingkan dengan pendingin udara.<\/p>\n<p>Air dingin dialirkan melalui pipa-pipa berinsulasi dari instalasi pendingin pusat ke gedung-gedung. Air tersebut kemudian didistribusikan ke unit-unit penanganan udara, yang mendinginkan gedung.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246595017\/ac-dibutuhkan-saat-panas-ekstrem-tapi-keberadaannya-perburuk-perubahan-iklim\">Baca: AC dibutuhkan saat panas ekstrem, tapi keberadaannya perburuk krisis iklim<\/a><\/p>\n<p>Setelah air menyerap panas, air tersebut mengalir kembali ke instalasi pendingin pusat untuk didinginkan dan digunakan kembali.<\/p>\n<p>Di Eropa, semakin banyak kota yang mempertimbangkan pendinginan kawasan untuk menjaga suhu tetap rendah sekaligus menjaga emisi tetap rendah. Paris memiliki salah satu sistem pendinginan distrik terbesar di Eropa.<\/p>\n<p>Lebih dari 800 lokasi&nbsp;di&nbsp;kota&nbsp;itu, termasuk Museum Louvre, tetap sejuk dengan air dingin dari Sungai Seine.<\/p>\n<p>Dilansir Earth.org, otoritas kota Paris berencana untuk memperluas sistem ini lebih lanjut, menghubungkan rumah sakit, panti jompo, dan tempat penitipan anak di seluruh kota.<\/p>\n<p><strong>Kota Hijau sebagai solusi<\/strong><br \/>Solusi pendinginan berbasis alam seperti menciptakan ruang hijau seperti taman dan hutan kota, merestorasi lahan basah juga mulai dilakukan banyak kota.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245768660\/bumi-makin-panas-permintaan-alat-pendingin-udara-bakal-melonjak\">Baca: Bumi makin panas, kebutuhan alat pendingin udara melonjak<\/a><\/p>\n<p>Juga penerapan infrastruktur hijau seperti atap dan dinding hijau dapat membantu menurunkan suhu di area perkotaan yang terlalu panas, dan mengurangi kebutuhan pendinginan penghuninya secara keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Namun, dengan penerapan teknik pendinginan pasif dan area perkotaan yang lebih hijau sekalipun, AC akan tetap menjadi solusi pendinginan yang penting di masa mendatang.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, mengurangi jejak karbon&nbsp;dari&nbsp;peralatan pendinginan&nbsp;udara sangatlah penting.<\/p>\n<p>Refrigeran yang ramah&nbsp;lingkungan dan lebih hemat energi dapat menggantikan gas sintetis berbahaya, dan dengan berlakunya Amandemen Kigali pada tahun 2019, penggunaan HFC berbahaya dalam peralatan pendingin secara bertahap dihapuskan.<\/p>\n<p>Para penandatangan amandemen telah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan HFC lebih dari 80 persen selama 30 tahun. Diperkirakan hal ini dapat mencegah peningkatan suhu global sebesar 0,5&deg;C selama abad ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246143366\/dunia-makin-serius-kurangi-emisi-dari-sektor-pendinginan\">Baca: Dunia makin serius kurangi emisi dari sektor pendinginan<\/a><\/p>\n<p><strong>Apa yang dapat dilakukan konsumen?<\/strong><br \/>Kebiasaan konsumen yang sadar juga dapat membuat perbedaan dalam mengendalikan konsumsi energi saat suhu meningkat. Misalnya, menyetel AC ke 26&deg;C, alih-alih 24&deg;C, mengonsumsi energi sekitar 30 persen lebih sedikit.<\/p>\n<p>Termostat pintar juga dapat digunakan untuk menyesuaikan suhu secara otomatis saat Anda tidak di rumah, sehingga mencegah pemborosan pendinginan. <br \/>Membersihkan atau mengganti filter udara secara teratur untuk memastikan unit beroperasi secara efisien dan tidak perlu bekerja lebih keras dari yang seharusnya.<\/p>\n<p>Selain itu konsumen dapat memilih model dengan peringkat Rasio Efisiensi Energi Musiman (SEER) yang tinggi &ndash; yang dirancang untuk menggunakan lebih sedikit energi &ndash; merupakan cara lain untuk mengurangi jejak karbon kita.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk membantu konsumen membeli peralatan pendingin yang paling hemat energi.<\/p>\n<p>Menurut IEA, konsumen di seluruh dunia cenderung membeli AC dengan efisiensi hanya setengahnya dibandingkan dengan unit berkinerja terbaik yang tersedia di toko.<\/p>\n<p>Di Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS), penerapan standar kinerja energi dan label efisiensi energi telah membantu mengurangi konsumsi energi AC hingga 50 persen.<\/p>\n<p>Artikel ini diterjemahkan dari Earth.org, baca artikel aslinya<a href=\"https:\/\/earth.org\/air-conditioners-worsen-global-warming-what-can-we-do\/\"> di sini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Permintaan alat pengkondisian atau pendinginan udara (AC) terus meningkat seiring dengan panas ekstrem yang semakin sering terjadi di banyak kota di dunia. Meski sangat membantu melindungi warga dari panas ekstrem, penggunaan AC secara masif akan memperburuk perubahan iklim karena emisi yang dikeluarkannya. Kabar baiknya, alternatif pendinginan yang lebih berkelanjutan sudah tersedia, tetapi untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6097,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[827,10,17,269,1693],"class_list":["post-6096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ac","tag-kota","tag-lingkungan","tag-panas-ekstrem","tag-pendinginan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6096\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}