{"id":6129,"date":"2026-07-30T01:04:28","date_gmt":"2026-07-30T01:04:28","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6129"},"modified":"2026-07-30T01:04:28","modified_gmt":"2026-07-30T01:04:28","slug":"komitmen-majelis-sinode-gpib-berkontribusi-dalam-upaya-mengatasi-krisis-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6129","title":{"rendered":"Komitmen Majelis Sinode GPIB Berkontribusi dalam Upaya Mengatasi Krisis Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata, langkah kecil bisa menjadi awal perubahan besar.<\/p>\n<p>Semangat inilah yang mendasari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara GreenFaith Indonesia dan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Selasa (16\/9\/2025).<\/p>\n<p>Mengambil tempat di Kantor Majelis Sinode GPIB, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat MoU ini menandai komitmen baru bagi gereja dan komunitas lintas iman untuk mengambil peran nyata dalam penyelamatan bumi.<\/p>\n<p>Penandatanganan dilakukan oleh Hening Parlan, Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia, bersama Pendeta Paulus Kariso Rumambi, Ketua Umum Majelis Sinode GPIB.<\/p>\n<p>Kerja sama ini mencakup tiga hal utama. Pertama, penelitian kolaboratif di bidang lingkungan hidup, termasuk penerbitan hasil riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p>Kedua, penguatan kapasitas jemaat GPIB agar semakin peduli dan mampu beraksi dalam gerakan ekologi. Ketiga, promosi gerakan gereja ramah lingkungan baik di tingkat daerah maupun nasional.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244759473\/hari-lingkungan-hidup-sedunia-konsep-mencintai-lingkungan-yang-diterapkan-enam-agama-di-indonesia\">Baca: Konsep mencintai lingkungan yang diterapkan enam agama di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Kerja sama berlaku empat tahun dan dapat diperpanjang. Seluruh pembiayaan dituangkan dalam rencana program bersama yang dikelola secara transparan.<\/p>\n<p>&ldquo;Krisis iklim adalah krisis spiritual. Ia menantang kita semua umat beragama, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk keluar dari zona nyaman dan bekerja bersama. MoU ini adalah langkah kecil, tetapi penting, menuju perubahan besar,&rdquo; kata Hening Parlan usai penandatanganan MoU.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, transisi energi bukan semata soal teknis, tetapi perubahan pola pikir. &ldquo;Net zero tidak hanya soal listrik, tetapi juga mengurangi sampah dan mengubah kebiasaan yang tidak ramah lingkungan,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Komitmen gereja&nbsp;atasi&nbsp;krisis&nbsp;iklim&nbsp;<\/strong><br \/>GPIB, melalui kemitraan ini, menegaskan dirinya sebagai gereja publik&mdash;gereja yang tak hanya berfokus pada ruang ibadah, tetapi juga menjawab pergumulan masyarakat dan lingkungan.<\/p>\n<p>&ldquo;Gereja tak bisa menutup mata. Kerusakan lingkungan adalah krisis moral. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberi teladan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari pelayanan kasih,&rdquo; ujar Pdt. Manuel E. Raintung, Ketua II Majelis Sinode GPIB Bidang Gereja, Masyarakat, Agama-Agama, dan Lingkungan Hidup (GERMASA-LH), yang juga hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut.<\/p>\n<p>Manuel menambahkan, sinergi dengan GreenFaith sudah terjalin sejak lama melalui bidang GERMASA. Dalam waktu dekat, GPIB juga akan meluncurkan buku lingkungan. Bahkan, salah satu pendetanya, Meilani, kini tengah menempuh studi doktoral di bidang ekologi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244486975\/greenfaith-ajak-anak-muda-lakukan-aksi-nyata-atasi-krisis-iklim\">Baca: GreenFaith ajak anak muda lakukan aksi nyata atasi krisis iklim<\/a><\/p>\n<p>Pertemuan itu juga mengungkapkan komitmen GPIB untuk menjajaki kerja sama menuju target net zero emission, antara lain lewat audit energi, penurunan konsumsi energi, dan penggunaan panel surya.<\/p>\n<p>Luwi Liliefna, dari Majelis Sinode GPIB, menyampaikan gagasan penyusunan buku panduan praktis bagi rumah ibadah untuk mengurangi emisi.<\/p>\n<p>&ldquo;Mulai dari aktivitas rendah emisi, penanaman pohon, hingga perhitungan emisi yang seimbang,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Hening, yang juga memimpin gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah, menyambut baik rencana tersebut. Ia menjelaskan pengalaman serupa sudah digerakkan di masjid, sekolah, dan pesantren.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau penyadaran dilakukan secara masif, perubahan nyata bisa diwujudkan,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Kolaborasi ini menegaskan optimisme bahwa komunitas agama memiliki modal sosial besar yakni basis umat yang nyata, setia, dan siap bergerak. Sebuah kekuatan moral yang mampu melampaui batas institusi politik maupun korporasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245795681\/ngaji-ramadan-pentingnya-reformasi-pemikiran-keagamaan-yang-pro-lingkungan\">Baca: Pentingnya reformasi pemikiran keagamaan yang pro-lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata, langkah kecil bisa menjadi awal perubahan besar. Semangat inilah yang mendasari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara GreenFaith Indonesia dan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Selasa (16\/9\/2025). Mengambil tempat di Kantor Majelis Sinode GPIB, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat MoU ini menandai komitmen baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2050,1886,167,17],"class_list":["post-6129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gereja","tag-greenfaith-indonesia","tag-krisis-iklim","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}