{"id":6150,"date":"2026-07-30T01:04:34","date_gmt":"2026-07-30T01:04:34","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6150"},"modified":"2026-07-30T01:04:34","modified_gmt":"2026-07-30T01:04:34","slug":"gelar-aksi-tabur-bunga-aliansi-perempuan-indonesia-tuntut-aktivis-yang-ditahan-segera-dibebaskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6150","title":{"rendered":"Gelar Aksi Tabur Bunga, Aliansi Perempuan Indonesia Tuntut Aktivis yang Ditahan Segera Dibebaskan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Aliansi Perempuan Indonesia, Rabu (17\/9\/2025) melakukan aksi tabur bunga di depan Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.<\/p>\n<p>Dengan mengenakan pakaian berwarna merah muda atau pink sebagai simbol aksi damai, sejumlah perempuan mengusung poster bernuansa merah muda dan hijau.<\/p>\n<p>Aliansi&nbsp;Perempuan Indonesia&nbsp;yang terdiri dari berbagai organisasi dan media, termasuk jurnalis, buruh pabrik, akademisi, ragam gender dan seksualitas, sampai pekerja rumah tangga ini mendesak pembebasan aktivis yang dikriminalisasi hanya karena mengkritik kesewenang-wenangan Negara.<\/p>\n<p>&#8220;Prabowo segera perintahkan Kapolri &amp; Kapolda menghentikan semua bentuk kekerasan&#8221;<br \/>&#8220;Bebaskan kawan kami!&#8221;<br \/>&ldquo;Pukul mundur militer ke barak&rdquo;, &ldquo;Tarik mundur TNI dan Polri&rdquo;, dan &ldquo;Protes adalah Hak&rdquo;.<\/p>\n<p>Beberapa poster memperlihatkan foto Delpedro dengan bertuliskan, &ldquo;Delpedro Marhaen ditangkap karena aktivisme dan ekspresi di ruang digital&rdquo;.<\/p>\n<p>Mereka juga menuntut perbaikan masalah sistemik sektor keamanan yang selama ini mengakibatkan deretan kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh polisi dalam menghadapi massa aksi.<\/p>\n<p>Dalam aksi ini, Aliansi Perempuan Indonesia juga menuntut Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menghentikan segala bentuk kekerasan.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi, kami di sini hadir untuk meminta kebebasan kawan-kawan kami, baik kawan-kawan aktivis, kemudian juga kawan-kawan pelajar, termasuk juga kawan-kawan pejuang,&rdquo; kata perwakilan API, Mutiara Ika Pratiwi di Polda Metro Jaya.<\/p>\n<p>Ika menjelaskan, tabur bunga ini merupakan sebuah pesan bahwa aksi akhir Agustus 2025 bukan makar dan terorisme. Sejumlah kegiatan aktivis yang kini ditahan di Polda Metro Jaya adalah wujud kepedulian terhadap kerusakan, kemiskinan, dan kekerasan yang belum ditangani secara tuntas.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi aksi-aksi yang dilakukan kemarin itu bukanlah aksi yang kemudian negatif, itulah simbol bunga yang kami bawa pada siang hari ini untuk menunjukkan bahwa protes itu adalah hak,&rdquo; kata dia.<\/p>\n<p>&ldquo;Bahwa protes itu adalah bentuk kepedulian rakyat Indonesia terhadap berbagai situasi ketidakadilan yang terjadi di negeri ini,&rdquo; lanjutnya.<\/p>\n<p>Seperti diberitakatas tuduhan menghasut orang-orang untuk menentang penguasa umum dan melakukan kekerasan.<\/p>\n<p>Mereka adalah Delpedro Marhaen (Direktur Lokataru Foundation), Muzaffar Salim (staf Lokataru), Syahdan Husein (admin Gejayan Memanggil), dan Khariq Anhar (admin Aliansi Mahasiswa Penggugat).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sementara, ratusan organisasi dan individu yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia, dalam pernyataannya menyebut &ldquo;Kriminalisasi aktivis muda sebagai teror terhadap demokrasi&ldquo;.<\/p>\n<p>Mereka mencatat, hingga hari ini puluhan aktivis muda masih ditahan polisi. Beberapa dari mereka tidak hanya ditangkap, ditahan, namun mengalami penganiayaan, penyiksaan, dan penculikan paksa.<\/p>\n<p>Satu korban, alumni muda Universitas Padjajaran di Bandung hingga kini mengalami koma. Tiga orang muda lainnya, Bima Permana Putra, M. Farhan Hamid, dan Reno Syahputrodewo masih hilang hingga kini.<\/p>\n<p>Koalisi mendesak agar para aktivis ini segera dibebaskan.&nbsp;Pemerintah didesak untuk menjamin ruang politik orang muda, tidak hanya ketika Pemilu berlangsung, namun juga di ruang partisipasi politik non-formal seperti demonstrasi.<\/p>\n<p>Pun demikian aktivisme digital serta komunitas isu sektoral untuk memajukan politik kewargaan di tengah pendidikan politik yang lemah di sektor pendidikan formal.<\/p>\n<p>Serangkaian tindakan Aparat Kepolisian di atas telah jelas mengancam kebebasan sipil khususnya hak berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum serta melanggar berbagai ketentuan undang-undang terkait.<\/p>\n<p>Karena itu koalisi masyarakat sipil mendesak Presiden dan DPR RI segera melakukan reformasi penegakan hukum oleh Kepolisian melalui perubahan fundamental terhadap struktur, kultur, dan kewenangan Polri.<\/p>\n<p>Kementerian HAM segera mendorong untuk memastikan penghentian proses hukum terhadap para aktivis dan pegiat media sosial serta mendorong terbentuknya TGPF atas peristiwa yang terjadi pada tanggal 25-31 Agustus 2025.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Aliansi Perempuan Indonesia, Rabu (17\/9\/2025) melakukan aksi tabur bunga di depan Markas Polda Metro Jaya, Jakarta. Dengan mengenakan pakaian berwarna merah muda atau pink sebagai simbol aksi damai, sejumlah perempuan mengusung poster bernuansa merah muda dan hijau. Aliansi&nbsp;Perempuan Indonesia&nbsp;yang terdiri dari berbagai organisasi dan media, termasuk jurnalis, buruh pabrik, akademisi, ragam gender dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6151,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[507,307],"class_list":["post-6150","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aktivis","tag-aliansi-perempuan-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6150"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6150\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}