{"id":6230,"date":"2026-07-30T01:04:53","date_gmt":"2026-07-30T01:04:53","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6230"},"modified":"2026-07-30T01:04:53","modified_gmt":"2026-07-30T01:04:53","slug":"ketatnya-aturan-bersepeda-di-jepang-simak-denda-dan-sanksi-bagi-pesepeda-yang-melanggar-aturan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6230","title":{"rendered":"Ketatnya Aturan Bersepeda di Jepang, Simak Denda dan Sanksi bagi Pesepeda yang Melanggar Aturan"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Baru-baru ini pihak Kepolisian Jepang telah merilis buku panduan tentang denda dan sanksi bagi pesepeda yang melanggar aturan lalu lintas.<\/p>\n<p>Mulai 1 April 2026, pesepeda berusia 16 tahun ke atas akan mendapat &#8220;tilang biru&#8221; jika melakukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, misalnya menggunakan ponsel saat bersepeda.<\/p>\n<p>Jika denda tidak dibayar sesuai waktu yang ditetapkan, maka pelanggar akan menghadapi tuntutan hukum.<\/p>\n<p>Panduan yang dirilis 4 September itu juga menjelaskan bahwa sanksi untuk pelanggaran ringan tetap mengacu pada kebijakan lama, yakni peringatan. Namun, denda bisa diberlakukan jika pesepeda dianggap membahayakan orang lain.<\/p>\n<p>Contoh pelanggaran ringan adalah bersepeda di trotoar yang dilarang, membawa payung saat bersepeda, atau tidak menyalakan lampu saat bersepeda pada malam hari.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242433968\/berikut-daftar-kota-ramah-sepeda-di-dunia-jakarta-masuk-100-besar\">Baca: Daftar kota ramah bersepeda di dunia<\/a><\/p>\n<p>Penjelasan soal larangan bersepeda di trotoar muncul setelah pemerintah meminta pendapat publik, yang sebagian besar menolak rencana awal mengenakan denda 6.000 yen (sekitar Rp667.000) untuk pelanggaran tersebut.<\/p>\n<p>Tilang biru akan diberikan untuk pelanggaran seperti menggunakan ponsel saat bersepeda (denda 12.000 yen), menerobos palang pintu kereta api yang tertutup (7.000 yen), atau bersepeda tanpa rem (5.000 yen).<\/p>\n<p>Sementara itu, pelanggaran berat seperti bersepeda dalam kondisi mabuk tetap akan dikenai &#8220;tilang merah,&#8221; yang diancam dengan hukuman pidana.<\/p>\n<p>Jepang menerapkan aturan yang ketat bagi pesepeda. Dan, bersepeda menjadi salah satu moda transportasi yang jamak ditemukan di kota-kota besar di Jepang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/246167106\/kota-kota-di-afrika-berlomba-kembangkan-jalur-untuk-pesepeda-dan-pejalan-kaki\">Baca: Kota-kota di Afrika berlomba kembangkan jalur pesepeda dan pejalan kaki<\/a><\/p>\n<p>Berikut sejumlah aturan bersepeda di Jepang sebagaimana kami kutip dari matcha-jp.com:<\/p>\n<p>1. Dilarang melakukan kegiatan lain saat bersepeda<br \/>Aturan ini termasuk melakukan kegiatan &ldquo;sambilan&rdquo; seperti menggunakan ponsel, menggunakan payung dan mendengarkan musik dengan earphone atau headphone adalah hal yang dilarang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">2. Mematuhi aturan dan etika<br \/>Jalur sepeda di Jepang berada di sisi kiri jalan. Selain itu, beberapa jalan memiliki jalur khusus sepeda. Akan tetapi, jika tidak ada, pada dasarnya sepeda melaju di jalur mobil.<\/p>\n<p>3. Dilarang berboncengan<br \/>Jika ingin menaikkan anak di sepeda sendiri, wajib memasang kursi balita pada bagian depan atau belakang sepeda. Orang dewasa yang berusia lebih dari 16 tahun, diperbolehkan menaikkan hingga maksimal 2 orang balita berusia kurang dari 6 tahun.<\/p>\n<p>4. Dilarang bersepeda dalam kondisi mabuk<br \/>Sama dengan larangan keras menyetir mobil dalam kondisi mabuk, kepolisian Jepang juga melarang bersepeda setelah minum alkohol. Ini diterapkan juga untuk menjaga keselamatan orang di sekitar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244718413\/hari-sepeda-sedunia-membangun-kesadaran-mewujudkan-transportasi-sehat-dan-ramah-lingkungan\">Baca: Sepeda, moda transportasi sehat dan ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>5. Wajib menyalakan lampu saat bersepeda di malam hari<br \/>Lampu sepeda tidak hanya berfungsi untuk menerangi arah jalan, tetapi juga sebagai penanda orang sekitar dan mobil jika ada sepeda yang sedang melaju.<\/p>\n<p>6. Dilarang parkir sembarangan!<br \/>Jika memarkir sepeda di tempat yang bukan merupakan parkir, maka sepeda Anda akan disita oleh otoritas setempat. Dibutuhkan waktu dan biaya untuk mengambilnya karena tempat penyitaan sepeda ini terletak jauh dari stasiun.<\/p>\n<p>7. Parkir wajib tempat yang disediakan<br \/>Di Jepang juga ada tempat untuk memarkir sepeda yang disebut &ldquo;churinjo&rdquo; yang biasanya terdapat di depan stasiun dan supermarket. Sejumlah tempat wisata seperti Kuil Nanzenji di Kyoto, Nagato, dan lainnya juga menyediakan parkir sepeda gratis.<\/p>\n<p>Jika tidak menemukan tempat parkir sepeda gratis, pesepeda biasanya menggunakan tempat parkir berbayar. Biasanya terpasang mesin kasir otomatis dan biayanya berbeda bergantung daerah.<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews.com\/Kyodo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Baru-baru ini pihak Kepolisian Jepang telah merilis buku panduan tentang denda dan sanksi bagi pesepeda yang melanggar aturan lalu lintas. Mulai 1 April 2026, pesepeda berusia 16 tahun ke atas akan mendapat &#8220;tilang biru&#8221; jika melakukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, misalnya menggunakan ponsel saat bersepeda. Jika denda tidak dibayar sesuai waktu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6231,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1203,395,2080],"class_list":["post-6230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bersepeda","tag-jepang","tag-pesepeda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6230"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6230\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}