{"id":6246,"date":"2026-07-30T01:04:57","date_gmt":"2026-07-30T01:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6246"},"modified":"2026-07-30T01:04:57","modified_gmt":"2026-07-30T01:04:57","slug":"waspadai-gangguan-pencernaan-akibat-pengolahan-makanan-yang-tidak-higienis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6246","title":{"rendered":"Waspadai Gangguan Pencernaan Akibat Pengolahan Makanan yang Tidak Higienis"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dear pembaca,&nbsp;mulai&nbsp;sekarang&nbsp;hati-hatilah saat jajan makanan. Pasalnya, pengolahan makanan yang tidak higienis serta sanitasi buruk bisa berdampak pada kesehatan lambung dan bahkan dapat memicu kematian.<\/p>\n<p>&ldquo;Penanganan makanan yang tidak higienis, sanitasi yang buruk, dan air yang terkontaminasi menciptakan tempat berkembang biak bagi mikroba berbahaya,&ldquo; ujar Konsultan Bedah Umum dan Gastroenterologi Rumah Sakit Apollo Spectra, Kanpur, India dr. Saad Anwar dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (13\/9\/2025).<\/p>\n<p>Adapun dampak dari pengolahan makanan yang tidak higienis, berkisar dari ketidaknyamanan lambung ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani atau diabaikan.<\/p>\n<p>Spesialis gastroenterologi itu mengatakan bahwa makanan dan air yang terkontaminasi bakteri, virus dan parasit bisa memicu infeksi, terutama pada anak dengan imunitas lemah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243037891\/gerd-beda-dengan-maag-seperti-ini-penjelasan-keduanya\">Baca: Sama-sama menyerang lambung, ini perbedaan GERD dan maag<\/a><\/p>\n<p>Ia menambahkan, makanan dan air yang terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi dan diare parah. Berikut sejumlah gangguan yang disebabkan makanan yang terkontaminasi.<\/p>\n<p>Makanan dan air yang terkontaminasi bakteri seperti <em>E.coli, salmonella, shigela<\/em> dapat menyebabkan diare parah, muntah, kram perut dan demam bahkan beberapa kasus infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan komplikasi serius.<\/p>\n<p>Gastroenteritis virus atau kerap disebut flu perut, virus norovirus dan rotavirus menyebar lewat makanan dan air yang tidak bersih, menyebabkan mual, diare encer, dehidrasi yang berbahaya bagi anak-anak.<\/p>\n<p>Infeksi parasit seperti Guardian dan <em>entamoeba histolyca<\/em> menyebabkan diare jangka panjang, kembung, kelelahan hingga malnutrisi jika tidak segera ditangani.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/246067894\/mengandung-antioksidan-konsumsi-madu-dapat-meredakan-gangguan-lambung\">Baca: Konsumsi madu dapat meredakan gangguan lambung<\/a><\/p>\n<p>Keracunan makanan yang disebabkan mikroba yang melepaskan racun karena makanan tidak disimpan dengan benar atau rusak menyebabkan diare, kembung, kelelahan dan malnutrisi.<\/p>\n<p>Saad menambahkan, terpapar secara berulang makanan dan air yang terkontaminasi virus dan bakteri tak hanya menyebabkan infeksi akut namun juga melemahkan lapisan usus.<\/p>\n<p>Pada gilirannya, kondisi ini akan mengganggu penyerapan nutrisi sehingga meningkatkan risiko sindrom iritasi usus besar atau masalah pencernaan kronis.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Karena itu, Saan menyarankan para orang tua untuk selalu memperhatikan dengan baik higienitas makanan dan sanitasi lingkungan di tempat tinggalnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dear pembaca,&nbsp;mulai&nbsp;sekarang&nbsp;hati-hatilah saat jajan makanan. Pasalnya, pengolahan makanan yang tidak higienis serta sanitasi buruk bisa berdampak pada kesehatan lambung dan bahkan dapat memicu kematian. &ldquo;Penanganan makanan yang tidak higienis, sanitasi yang buruk, dan air yang terkontaminasi menciptakan tempat berkembang biak bagi mikroba berbahaya,&ldquo; ujar Konsultan Bedah Umum dan Gastroenterologi Rumah Sakit Apollo Spectra, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2085,1777],"class_list":["post-6246","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lambung","tag-sanitasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6246"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6246\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}