{"id":6272,"date":"2026-07-30T01:05:03","date_gmt":"2026-07-30T01:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6272"},"modified":"2026-07-30T01:05:03","modified_gmt":"2026-07-30T01:05:03","slug":"bmkg-bibit-siklon-tropis-93s-di-samudra-hindia-berpotensi-memicu-hujan-lebat-pada-12-18-september-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6272","title":{"rendered":"BMKG: Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia Berpotensi Memicu Hujan Lebat pada 12-18 September 2025"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Memasuki dasarian kedua September, BMKG memperkirakan potensi peningkatan curah hujan akan terjadi terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.<\/p>\n<p>Dilansir di laman resminya, BMKG menyebut bahwa secara atmosferik, hal ini dipengaruhi oleh nilai <em>Dipole Mode Index<\/em> (DMI) yang negatif, sehingga memicu peningkatan aktivitas konvektif.<\/p>\n<p>Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, dan M<em>adden Julian Oscillation<\/em> (MJO) diprediksi masih aktif hingga sepekan mendatang.<\/p>\n<p>Indikasi ini juga terlihat dari nilai <em>Outgoing Longwave Radiation<\/em> (OLR) yang secara signifikan menunjukkan nilai negatif, menandakan kecenderungan pertumbuhan awan hujan.<\/p>\n<p>Faktor lain yang turut memperkuat kondisi tersebut adalah keberadaan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia barat Sumatera serta pola siklonik di sekitar Kalimantan Utara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/246560817\/update-banjir-bali-korban-meninggal-bertambah-jadi-14-orang-2-orang-masih-dalam-pencarian\">Baca: Korban meninggal akibat banjir Bali bertambah jadi 14 orang<\/a><\/p>\n<p>Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor, yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap aktivitas harian maupun transportasi.<\/p>\n<p>Masyarakat diharapkan memastikan saluran drainase tetap bersih dan tidak tersumbat, serta selalu memantau informasi cuaca resmi BMKG sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan kegiatan.<\/p>\n<p>Pada periode 12&ndash;14 September 2025, secara umum kondisi cuaca di Indonesia didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.<\/p>\n<p>Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:<\/p>\n<p>Siaga (Hujan lebat): Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Selatan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246020738\/bencana-alam-makin-intens-akibat-perubahan-iklim-menuntut-aksi-iklim-yang-berkeadilan\">Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Sedangkan waspada angin kencang ditujukan untuk Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, dan Maluku.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.<\/p>\n<p>Hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n<p>Hujan juga berpotensi terjadi di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Memasuki dasarian kedua September, BMKG memperkirakan potensi peningkatan curah hujan akan terjadi terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia. Dilansir di laman resminya, BMKG menyebut bahwa secara atmosferik, hal ini dipengaruhi oleh nilai Dipole Mode Index (DMI) yang negatif, sehingga memicu peningkatan aktivitas konvektif. Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6273,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,50,24],"class_list":["post-6272","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bmkg","tag-cuaca","tag-hujan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6272"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6272\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6273"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}