{"id":6284,"date":"2026-07-30T01:05:09","date_gmt":"2026-07-30T01:05:09","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6284"},"modified":"2026-07-30T01:05:09","modified_gmt":"2026-07-30T01:05:09","slug":"hari-udara-bersih-sedunia-polusi-udara-mengakibatkan-81-juta-kematian-dini-pada-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6284","title":{"rendered":"Hari Udara Bersih Sedunia: Polusi Udara Mengakibatkan 8,1 Juta Kematian Dini pada 2021"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pada tanggal 7 September, masyarakat&nbsp;dunia merayakan Hari Udara Bersih Sedunia yang diperingati sebagai solusi untuk polusi udara dan mengembalikan langit biru.<\/p>\n<p>Tema Hari Udara Bersih Sedunia tahun ini adalah Berlomba untuk Udara, yang mencerminkan kebutuhan mendesak untuk mengatasi apa yang disebut oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ant&oacute;nio Guterres sebagai &#8220;darurat global.&#8221;<\/p>\n<p>Tema ini juga merupakan titik awal dari semakin kuatnya dukungan untuk udara bersih di antara asosiasi olahraga.<\/p>\n<p>&#8220;Sama seperti atlet, kita semua membutuhkan udara bersih untuk bergerak, berprestasi, dan berkembang,&#8221; kata Steven Stone, Wakil Direktur Divisi Industri dan Ekonomi Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).<\/p>\n<p>&#8220;Udara bersih mendukung masyarakat yang sehat, komunitas yang tangguh, ekonomi yang kuat, dan planet yang sehat,&#8221; lanjutnya&nbsp;seperti&nbsp;dilansir&nbsp;di&nbsp;laman&nbsp;resmi&nbsp;UNEP.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246553492\/hari-udara-bersih-sedunia-lbh-jakarta-tegaskan-udara-bersih-adalah-hak-warga-kota\">Baca: LBH Jakarta tegaskan udara bersih adalah hak warga<\/a><\/p>\n<p>Memperingati Hari Udara Bersih Sedunia 2025,&nbsp;<strong>7cloud.asia<\/strong> menurunkan tulisan yang menggambarkan tentang apa itu polusi udara, mengapa berbahaya, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.<\/p>\n<p><strong>Polusi udara dapat berakibat fatal<\/strong><br \/>Konsekuensi polusi udara memang tidak bisa dianggap enteng. Polusi udara dapat melemahkan dan bahkan mematikan.<\/p>\n<p>Polusi udara sangat buruk bagi kesehatan manusia. Partikel berukuran kurang dari 10 mikron &ndash; juga dikenal sebagai PM10 &ndash; dapat menembus jauh ke dalam paru-paru, menyebabkan peradangan dan merusak lapisan saluran pernapasan.<\/p>\n<p>PM2.5 bahkan lebih bermasalah. Partikel-partikel ini cukup kecil untuk memasuki aliran darah, dan dapat memengaruhi setiap organ dalam tubuh.<\/p>\n<p>Polusi udara telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk pneumonia, penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, dan bayi lahir mati.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244397887\/dampak-polusi-udara-jakarta-pada-kesehatan-fisik-dan-mental\">Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan fisik dan mental<\/a><\/p>\n<p>Pada tahun 2021, polusi udara menyebabkan lebih dari 8,1 juta kematian dini, menurut sebuah studi oleh lembaga nirlaba <em>Health Effects Institute.<\/em><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Angka tersebut lebih dari satu dari delapan kematian di seluruh dunia. Lebih dari 700.000 kematian terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.<\/p>\n<p>Sembilan puluh sembilan persen orang di planet Bumi menghirup udara yang dianggap tercemar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)<\/p>\n<p>Ada dua jenis utama polusi udara: di dalam ruangan dan di luar ruangan. Polusi udara di dalam ruangan terutama berasal dari pembakaran kayu, arang, kotoran hewan, dan apa yang disebut &#8220;bahan bakar padat&#8221; lainnya yang digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia untuk memasak.<\/p>\n<p>Ketika bahan bakar ini dibakar, mereka melepaskan butiran debu mikroskopis, jelaga, dan karbon hitam, yang secara kolektif dikenal sebagai partikel halus.<\/p>\n<p>Polusi udara di luar ruangan berasal dari berbagai sumber, termasuk pabrik, kendaraan bermotor &ndash; bahkan kebakaran hutan dan badai debu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246551837\/dampak-polusi-udara-di-jakarta-bagi-pekerja-sering-jatuh-sakit-dan-produktivitas-menurun\">Baca: Polusi udara dapat menurunkan produktivitas pekerja<\/a><\/p>\n<p>Para ahli mengatakan polutan yang paling mengkhawatirkan adalah:<\/p>\n<p>1. PM 10 dan PM 2.5, dua jenis partikel halus yang sering muncul dari pembakaran bahan bakar fosil;<\/p>\n<p>2. Karbon monoksida (CO), gas tidak berbau yang umumnya berasal dari pembakaran kayu, minyak tanah, dan arang;<\/p>\n<p>3. Ozon (O3) permukaan tanah, komponen utama kabut asap yang terbentuk ketika sinar matahari bersentuhan dengan gas-gas tertentu; dan<\/p>\n<p>4. Nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2), dua senyawa yang sering dihasilkan oleh pabrik dan kendaraan berbahan bakar fosil.<\/p>\n<p>Karena polusi udara hadir dalam berbagai bentuk, tidak ada solusi tunggal yang bisa diterapkan di semua daerah<\/p>\n<p>Namun, ada beberapa hal sederhana dan hemat biaya yang dapat dilakukan kota dan negara untuk mulai mengatasi masalah ini. Apa saja yang bisa dilakukan akan diulas dalam tulian selanjutnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241767322\/polusi-udara-di-jakarta-makin-parah-apa-kabar-pembatasan-kendaraan-bermotor\">Baca: Pembatasan kendaraan bermotor jadi solusi tepat atasi polusi udara<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pada tanggal 7 September, masyarakat&nbsp;dunia merayakan Hari Udara Bersih Sedunia yang diperingati sebagai solusi untuk polusi udara dan mengembalikan langit biru. Tema Hari Udara Bersih Sedunia tahun ini adalah Berlomba untuk Udara, yang mencerminkan kebutuhan mendesak untuk mengatasi apa yang disebut oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ant&oacute;nio Guterres sebagai &#8220;darurat global.&#8221; Tema ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6285,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2096,1676,402],"class_list":["post-6284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hari-udara-bersih","tag-kematian","tag-polusi-udara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6284"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6284\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}