{"id":6391,"date":"2026-07-30T01:05:35","date_gmt":"2026-07-30T01:05:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6391"},"modified":"2026-07-30T01:05:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:05:35","slug":"jangan-lewatkan-fenomena-gerhana-blood-moon-malam-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6391","title":{"rendered":"Jangan Lewatkan Fenomena Gerhana &#8220;Blood Moon&#8221; Malam Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Fenomena gerhana bulan berwarna merah darah atau &#8220;blood moon&#8221; dapat disaksikan oleh masyarakat pada Minggu,&nbsp;7 September 2025 mulai pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.<\/p>\n<p>Melalui unggahan resmi di akun instagram @brin_indonesia, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin mengungkapkan saat bulan memasuki bayangan bumi, dimulai fase gerhana sebagian.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika seluruh purnama masuk dalam bayangan bumi, itulah yang disebut gerhana bulan total. Kemudian bayangan bumi mulai meninggalkan purnama, kembali ke fase gerhana sebagian yang menandai proses akhir gerhana,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245207583\/jangan-lewatkan-keindahan-hunter-moon-petang-ini-sekira-pukul-1739-wib\">Baca: Mengenal fenomena hunter moon<\/a><\/p>\n<p>Thomas melanjutkan, saat gerhana bulan total, purnama tidak gelap total. Ada cahaya merah yang dibiaskan atmosfer bumi yang mengenai bulan sehingga bulan tampak merah darah.<\/p>\n<p>&#8220;Itu sebabnya gerhana bulan total sering disebut blood moon (bulan merah darah),&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Thomas mengungkapkan gerhana bulan total yang terjadi pada 7-8 September 2025 dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244784665\/jangan-lupa-fenomena-langka-strawberry-moon-dapat-disaksikan-nanti-malam\">Baca: Mengenal fenomena langka strawberry moon<\/a><\/p>\n<p>Fenomena ini berlangsung dari pukul 23.27 sampai 02.56 WIB, dengan rincian:<\/p>\n<p>23.27 WIB &#8211; Awal gerhana sebagian<\/p>\n<p>00.31 WIB &#8211; Awal gerhana total<\/p>\n<p>01.53 WIB &#8211; Akhir gerhana total<\/p>\n<p>02.56 WIB &#8211; Akhir gerhana sebagian<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244516396\/5-fakta-menarik-soal-gerhana-matahari-total-pada-8-april-2024\">Baca: Fakta Menarik Soal Gerhana Matahari Total pada 8 April 2024<\/a><\/p>\n<p>Adapun gerhana bulan total berikutnya akan terjadi pada 3 Maret 2026. Tetapi wilayah Indonesia hanya bisa melihat bagian akhir gerhana. Saat purnama terbit, gerhana bulan total sudah terjadi.<\/p>\n<p>Sementara, pengamatan gerhana bulan bisa dilakukan dengan mata telanjang tanpa teleskop. Jenis ponsel tertentu dapat memotret proses gerhana bulan dengan jelas.<\/p>\n<p>&#8220;Gerhana bulan menarik untuk diamati. Kelengkungan bayangan bumi saat gerhana sebagian membuktikan bentuk bumi yang bulat,&#8221; tutur Thomas Djamaluddin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Fenomena gerhana bulan berwarna merah darah atau &#8220;blood moon&#8221; dapat disaksikan oleh masyarakat pada Minggu,&nbsp;7 September 2025 mulai pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB. Melalui unggahan resmi di akun instagram @brin_indonesia, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin mengungkapkan saat bulan memasuki bayangan bumi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6392,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2127,2128],"class_list":["post-6391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bulan","tag-gerhana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6391\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}