{"id":6418,"date":"2026-07-30T01:05:41","date_gmt":"2026-07-30T01:05:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6418"},"modified":"2026-07-30T01:05:41","modified_gmt":"2026-07-30T01:05:41","slug":"perjanjian-global-untuk-cegah-migrasi-sampah-plastik-sering-disalah-gunakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6418","title":{"rendered":"Perjanjian Global untuk Cegah Migrasi Sampah Plastik Sering Disalah-gunakan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Earth.org memaparkan upaya global seperti Konvensi Basel 1989, sebuah perjanjian internasional yang dirancang untuk meminimalkan pergerakan lintas batas sampah plastik dan limbah berbahaya lainnya<\/p>\n<p>Konvensi Basel ini juga ditujukan untuk mencegah perdagangan ilegal sampah plastik. Namun demikian, perdagangan limbah plastik ilegal masih terjadi, terutama di negara-negara maju.<\/p>\n<p>Perdagangan ilegal sampah plastik ini, dinilai merupakan kegagalan regulasi internasional dan sistem nasional yang seharusnya mengelola sampah plastik secara bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Salah satu contohnya adalah Inggris, di mana skema Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (<em>Extended Producer Responsibility<\/em>), yang dirancang untuk mempromosikan daur ulang domestik, justru&nbsp;disalahgunakan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246524411\/ledakan-sampah-plastik-memicu-penjajahan-oleh-negara-maju-ke-negara-berkembang\">Baca: Ledakan sampah plastik memicu penjajahan gaya baru<\/a><\/p>\n<p>Aturan ini dieksploitasi secara luas oleh para penjahat lingkungan untuk menanggung keuntungan pribadi.<\/p>\n<p>Catatan daur ulang palsu digunakan untuk mengantongi sekitar 50 juta pound atau sekitar Rp1,1 triliun per tahun, memungkinkan plastik diekspor ke luar negeri dengan label palsu &#8220;daur ulang&#8221;.<\/p>\n<p>Penipuan ini tidak hanya merusak upaya daur ulang yang sesungguhnya, tetapi juga secara aktif memungkinkan kolonialisme limbah.<\/p>\n<p>Dengan menyamarkan limbah sebagai sesuatu yang dapat didaur ulang, Inggris dan negara-negara maju lainnya dapat mengalihkan beban lingkungan ke negara-negara di belahan bumi selatan.<\/p>\n<p>Konsekuensinya parah: perdagangan ilegal&nbsp;sampah&nbsp;plastik&nbsp;ini juga&nbsp;memperburuk kemiskinan, dapat membantu penyebaran penyakit, dan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang bagi manusia dan lingkungan di negara-negara penerima limbah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246401433\/posisi-negara-negara-di-dunia-dalam-menangani-sampah-plastik\">Baca: Posisi negara-negara di dunia dalam menangani sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Perdagangan ilegal&nbsp;sampah&nbsp;plastik ini juga memperkuat pola eksploitasi lama, serupa dengan yang terjadi di era kolonial.<\/p>\n<p>Di Surabaya, Indonesia, laporan mengungkapkan bahwa masyarakat setempat membakar sampah plastik sebagai bahan bakar untuk produksi tahu, yang mengarah pada penemuan dioksin dalam telur ayam di sekitarnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Meskipun krisis sampah plastik ini signifikan, keadaan masih dapat diperbaiki, dan jawabannya mungkin lebih dekat dari yang kita duga.<\/p>\n<p>Misalnya, di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), orang-orang telah menggunakan kembali, memperbaiki, dan memanfaatkan kembali material selama beberapa generasi dengan mengubah pakaian bekas menjadi karpet atau tas.<\/p>\n<p>Mereka juga menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengganti plastik. Praktik sehari-hari ini menunjukkan bahwa hidup berkelanjutan bukanlah hal baru; melainkan bagian dari budaya kita.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246441433\/perundingan-plastik-jenewa-gagal-hasilkan-perjanjian-pengurangan-polusi-plastik-global\">Baca: Perundingan Plastik Jenewa gagal sepakati pengurangan produksi plastik global<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Earth.org memaparkan upaya global seperti Konvensi Basel 1989, sebuah perjanjian internasional yang dirancang untuk meminimalkan pergerakan lintas batas sampah plastik dan limbah berbahaya lainnya Konvensi Basel ini juga ditujukan untuk mencegah perdagangan ilegal sampah plastik. Namun demikian, perdagangan limbah plastik ilegal masih terjadi, terutama di negara-negara maju. Perdagangan ilegal sampah plastik ini, dinilai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6419,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,686],"class_list":["post-6418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-sampah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6418"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6418\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}