{"id":6447,"date":"2026-07-30T01:05:48","date_gmt":"2026-07-30T01:05:48","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6447"},"modified":"2026-07-30T01:05:48","modified_gmt":"2026-07-30T01:05:48","slug":"klh-gandeng-brin-dan-bappenas-untuk-perbaiki-tata-kelola-ekosistem-keanekaragaman-hayati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6447","title":{"rendered":"KLH Gandeng BRIN dan Bappenas untuk Perbaiki Tata Kelola Ekosistem Keanekaragaman Hayati"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity atau keanekaragaman hayati terbesar di dunia dengan 22 tipe ekosistem alami yang tersebar dari daratan hingga laut, menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna.<\/p>\n<p>Potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia juga melimpah di level genetik, yang dapat menjadi sumber pangan, energi, dan obat-obatan.<\/p>\n<p>Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah dalam upaya memperbaiki dan menjaga ekosistem keanekaragaman hayati (Kehati) di Indonesia.<\/p>\n<p>Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di sela peluncuran Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia Ekoregion Sumatra dan Sulawesi yang digelar di Jakarta pada Agustus lalu mengatakan, berdasarkan Undang-Undang No. 32\/2009 mengamanatkan tujuh ekosistem esensial yang harus diatur melalui peraturan pemerintah.<\/p>\n<p>Tujuh ekosistem tersebut, mulai dari ekosistem gambut, mangrove, karst, danau, padang lamun, hingga terumbu karang. Namun, hingga saat ini baru dua ekosistem gambut dan mangrove yang memiliki payung hukum lengkap.<\/p>\n<p>&#8220;Masih ada lima ekosistem esensial lagi yang menunggu regulasi. Kami berharap dukungan penuh dari Bappenas dan BRIN agar tata kelola ini segera terwujud,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245861893\/membangun-big-data-keanekaragaman-hayati-indonesia\">Baca: Membangun &lsquo;big data&rsquo; keanekaragaman hayati Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Dikatakan Hanif, keanekaragaman hayati Indonesia tidak akan bermakna jika tidak dikelola secara kolaboratif. Maka dari itu, diperlukan adanya kolaborasi secara pentahelix, yakni melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, pakar, akademisi, serta media.<\/p>\n<p>Hanif menambahkan, keanekaragaman hayati memiliki manfaat ganda (dual benefit), baik dalam penyediaan sumber daya genetik maupun keterkaitannya dengan karbon.<\/p>\n<p>&ldquo;Tanpa biodiversitas, karbon kita juga tidak akan terbentuk. Sayangnya, kita terlalu sibuk membangun carbon credit tapi lupa pada biodiversity credit,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi lapangan, salah satunya menurunnya populasi pesut Mahakam yang kini tersisa sekitar 62 ekor akibat aktivitas tongkang di sungai.<\/p>\n<p>&ldquo;Dulu di Samarinda tahun 1990-an, kita masih bisa melihat pesut dengan mudah. Sekarang, habitatnya porak-poranda. Kita berdiam diri ketika megafauna kita terancam punah,&rdquo; ucap Hanif.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung kerusakan ekosistem di Riau, di mana hampir separuh daratan berubah menjadi perkebunan sawit.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245716298\/harga-yang-harus-dibayar-akibat-rusaknya-keanekaragaman-hayati\">Baca: Harga yang harus dibayar akibat rusaknya keanekaragaman hayati<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Di sana ada gajah, harimau, orangutan, dan banteng. Mereka kehilangan habitatnya, sementara kita tidak punya action plan yang jelas untuk menyelamatkan mereka,&rdquo; kata Hanif.<\/p>\n<p>Hanif menekankan bahwa instrumen hukum untuk melindungi biodiversitas masih minim. Padahal, kata dia, Indonesia sudah memiliki banyak instrumen eksploitasi sumber daya alam, sementara payung perlindungan terlambat hadir.<\/p>\n<p>Karena itu, dia menyambut baik hadirnya empat dokumen penting yang diluncurkan Bappenas dan BRIN, termasuk Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Ekoregion Sumatra dan Sulawesi.<\/p>\n<p>Dokumen ini diharapkan menjadi landasan penguatan instrumen hukum dan kebijakan.<\/p>\n<p>Hanif menegaskan, bukan saatnya lagi terjebak pada perdebatan siapa yang berwenang, apakah kehutanan, perairan, atau laut. Yang penting adalah bagaimana semua pihak bersama-sama menjaga keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>&ldquo;Biodiversitas bukan hanya milik Indonesia, tapi milik dunia, dan kita punya tanggung jawab menjaganya,&rdquo; pungkas Hanif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245716084\/dampak-kerusakan-lingkungan-sudah-di-depan-mata-investasi-untuk-konservasi-keanekaragaman-hayati-tak-dapat-ditunda-lagi\">Baca: Investasi untuk konservasi keanekaragaman hayati tak dapat ditunda<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity atau keanekaragaman hayati terbesar di dunia dengan 22 tipe ekosistem alami yang tersebar dari daratan hingga laut, menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna. Potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia juga melimpah di level genetik, yang dapat menjadi sumber pangan, energi, dan obat-obatan. Namun demikian, masih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[44,17],"class_list":["post-6447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-keanekaragaman-hayati","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}