{"id":6528,"date":"2026-07-30T01:06:09","date_gmt":"2026-07-30T01:06:09","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6528"},"modified":"2026-07-30T01:06:09","modified_gmt":"2026-07-30T01:06:09","slug":"setara-institute-serukan-masyarakat-hentikan-penjarahan-itu-bukan-demonstrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6528","title":{"rendered":"SETARA Institute Serukan Masyarakat Hentikan Penjarahan: Itu Bukan Demonstrasi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ketua SETARA Institute, Hendardi menyayangkan penjarahan yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dan sikap abai DPR.<\/p>\n<p>Menurut Hendardi, penjarahan bukanlah demonstrasi untuk&nbsp;mengekspresikan&nbsp;pendapat&nbsp;dan tidak pernah dibenarkan oleh hukum, betapapun rakyat marah dengan para pejabat negara.<\/p>\n<p>Karena itu, penjarahan harus dipisahkan aksi demonstrasi konstitusional yang dilakukan mahasiswa, buruh, ojol dan elemen sipil lainnya yang dilakukan&nbsp;dengan&nbsp;damai.<\/p>\n<p>&#8220;Aksi anarkis malam hari, dini hari, dan targetted adalah pola yang hanya bisa digerakkan oleh orang-orang terlatih. Kerumunan massa anarkis adalah fakta permukaan saja,&#8221; ujar Hendardi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Minggu (31\/8\/2025).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246507020\/puan-ajak-masyarakat-jaga-persatuan-dan-minta-aparat-tidak-melukai-rakyat\">Baca: Puan minta aparat tidak melukai rakyat<\/a><\/p>\n<p>Seperti diberitakan penjarahan yang dilakukan kelompok masyarakat ke rumah sejumlah anggota DPR dan pejabat negara yang dinilai menjadi sumber kekecewaan mereka.<\/p>\n<p>Rumah yang menjadi sasaran penjarahan antara lain adalah kediaman Wakil Ketua Komisi III DPR Sahroni, kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani serta rumah Eko Patrio dan Nafa&nbsp;Urbach.<\/p>\n<p>Hendardi&nbsp;menambahkan, dalam situasi chaos seperti saat ini, kontestasi kepentingan yang diduga menggerakkan aksi-aksi anarkis&nbsp;akan&nbsp;saling&nbsp;berkelindan.<\/p>\n<p>Ada ketegangan elit, lanjutnya, ada kontestasi kekuasaan, ada avonturir politik dan juga <em>conflict entrepreneur<\/em> yang memanfaatkan faktor-faktor penarik (<em>push factor<\/em>) yang menjadikan aksi damai tereskalasi menjadi anarkis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246504577\/kecam-tindakan-represif-aparat-terhadap-pengunjukrasa-koalisi-masyarakat-sipil-desak-presiden-copot-kapolri\">Baca: Koalisi masyarakat sipil desak presiden copot kapolri<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, menurutnya, aparat keamanan harus mengambil kendali situasi dan tindakan tegas serta terukur, didahului dengan peringatan keras.<\/p>\n<p>&#8220;Tindakan tegas tidak berarti penembakan, tetapi juga blokade teritori dan pencegahan yang serius dan sungguh-sungguh. Bukan pemadam yang datang belakangan dan hanya menonton,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Aksi anarkis yang bergulir dibiarkan, imbuh Hendardi, akan mengundang aksi lanjutan yang menyasar pada kelompok-kelompok lain dan rentan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Karena itu, kecepatan tindakan dan pemulihan harus dilakukan untuk menjaga, harkat manusia, jiwa manusia, perekonomian dan tidak mengundang lahirnya kebijakan represif baru, seperti darurat sipil, darurat militer dan pembenaran-pembenaran tindakan militer lanjutan.<\/p>\n<p>Momentum ini, tegas Hendardi, tidak boleh menjadi dasar pemberangusan kebebasan sipil dan kemunduran demokrasi semakin terpuruk.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ketua SETARA Institute, Hendardi menyayangkan penjarahan yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dan sikap abai DPR. Menurut Hendardi, penjarahan bukanlah demonstrasi untuk&nbsp;mengekspresikan&nbsp;pendapat&nbsp;dan tidak pernah dibenarkan oleh hukum, betapapun rakyat marah dengan para pejabat negara. Karena itu, penjarahan harus dipisahkan aksi demonstrasi konstitusional yang dilakukan mahasiswa, buruh, ojol dan elemen sipil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6529,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1302,2167],"class_list":["post-6528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-demonstrasi","tag-penjarahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6528"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6528\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}