{"id":6623,"date":"2026-07-30T01:06:33","date_gmt":"2026-07-30T01:06:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6623"},"modified":"2026-07-30T01:06:33","modified_gmt":"2026-07-30T01:06:33","slug":"8-tahun-genosida-etnis-rohingya-pengungsi-rohingya-desak-pemulangan-ke-tanah-airnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6623","title":{"rendered":"8 Tahun Genosida Etnis Rohingya: Pengungsi Rohingya Desak Pemulangan ke Tanah Airnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Puluhan ribu pengungsi Rohingya di kamp-kamp Bangladesh memperingati delapan tahun pengungsian massal mereka dari Myanmar dengan menuntut kepulangan yang aman, bermartabat, dan mendapat hak setara seperti warga etnis lain di Rakhine.<\/p>\n<p>Pengungi&nbsp;Rohingya&nbsp;menyebut&nbsp;aksi peringatan&nbsp;ini&nbsp;sebagai &ldquo;Hari Peringatan Genosida Rohingya&rdquo;&nbsp;dan digelar di Kutupalong, Cox&rsquo;s Bazar, pada Senin (25\/8\/2025).<\/p>\n<p>Arabnews melaporkan, para pengungsi Rohingnya&nbsp;membawa spanduk bertuliskan &ldquo;No more refugee life&rdquo; dan &ldquo;Repatriation the ultimate solution.&rdquo;<\/p>\n<p>&ldquo;Kami ingin kembali ke negara kami dengan hak yang sama seperti etnis lain di Myanmar. Hak yang mereka nikmati sebagai warga negara, kami juga ingin merasakannya,&rdquo; ujar Nur Aziz, salah satu pengungsi Rohingya&nbsp;berusia 19 tahun.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/246486520\/8-tahun-genosida-etnis-rohingya-memupus-ujaran-kebencian-terhadap-pengungsi-rohingya\">Baca: 8 Tahun genosida etnis Rohingya<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Pemimpin Sementara Bangladesh Muhammad Yunus menyerukan komunitas internasional untuk membantu proses kepulangan para pengungsi.<\/p>\n<p>Yunus yang adalah peraih Nobel Perdamaian menyampaikan hal itu saat membuka konferensi tiga hari tentang Rohingya yang dihadiri perwakilan PBB, diplomat, dan pemerintah sementara Bangladesh.<\/p>\n<p>Yunus&nbsp;menegaskan,&nbsp;hubungan pengungsi&nbsp;Rohingya dengan tanah airnya tidak bisa diputus. Hak mereka untuk kembali harus dijamin.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami mendesak semua pihak bekerja keras menyusun peta jalan praktis bagi kepulangan mereka yang cepat, aman, bermartabat, sukarela, dan berkelanjutan ke Rakhine,&rdquo; kata Yunus.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/243471121\/pengungsi-rohingya-terus-mengalir-apa-yang-harus-dilakukan-indonesia\">Baca: Pengungsi Rohingya terus mengalir, apa yang harus dilakukan Indonesia?<\/a><\/p>\n<p>Sejak Agustus 2017, lebih dari 700 ribu Rohingya meninggalkan Myanmar setelah militer melancarkan operasi brutal di Rakhine menyusul serangan kelompok bersenjata terhadap pos penjagaan.<\/p>\n<p>Operasi itu disertai pembunuhan massal, pemerkosaan, dan pembakaran desa-desa, yang kemudian digolongkan sebagai pembersihan etnis dan genosida oleh komunitas internasional, termasuk PBB.<\/p>\n<p>Hingga kini, hampir 3 juta etnis Rohingya mengungsi di berbagai negara, termasuk Indonesia tanpa kewarganegaraan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Mayoritas Rohingya masih terjebak di kamp-kamp pengungsian di Cox&rsquo;s Bazar dengan keterbatasan fasilitas, sementara situasi di Rakhine tetap tidak stabil akibat konflik antara militer Myanmar dan kelompok bersenjata Arakan Army.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Puluhan ribu pengungsi Rohingya di kamp-kamp Bangladesh memperingati delapan tahun pengungsian massal mereka dari Myanmar dengan menuntut kepulangan yang aman, bermartabat, dan mendapat hak setara seperti warga etnis lain di Rakhine. Pengungi&nbsp;Rohingya&nbsp;menyebut&nbsp;aksi peringatan&nbsp;ini&nbsp;sebagai &ldquo;Hari Peringatan Genosida Rohingya&rdquo;&nbsp;dan digelar di Kutupalong, Cox&rsquo;s Bazar, pada Senin (25\/8\/2025). Arabnews melaporkan, para pengungsi Rohingnya&nbsp;membawa spanduk bertuliskan &ldquo;No [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6624,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2197],"class_list":["post-6623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengungsi-rohingya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6623\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}