{"id":6680,"date":"2026-07-30T01:06:49","date_gmt":"2026-07-30T01:06:49","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6680"},"modified":"2026-07-30T01:06:49","modified_gmt":"2026-07-30T01:06:49","slug":"refleksi-spritual-dalam-pameran-seni-merangkai-bunga-ikebana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6680","title":{"rendered":"Refleksi Spritual dalam Pameran Seni Merangkai Bunga Ikebana"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pameran seni merangkai bunga asal Jepang, Ikebana akan dihadirkan Ikebana International Chapter 224 bekerja sama dengan The Japan Foundation di Jakarta pada 27-29 Agustus 2025.<\/p>\n<p>Ikebana yang juga dikenal sebagai kad\u014d, yang berarti &#8220;jalan bunga&#8221; bukan hanya sekadar merangkai bunga, tetapi bertujuan menciptakan harmoni dalam bentuk linier, ritme, dan warna, dengan tiga titik utama yang melambangkan langit, bumi, dan manusia.<\/p>\n<p>Berbeda dengan rangkaian bunga gaya Barat, ikebana berfokus pada pengaturan garis dan bentuk, serta sering kali menampilkan keindahan alam dalam bentuk yang sederhana dan minimalis.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat Jepang, proses merangkai bunga dianggap sebagai bentuk meditasi, ketenangan batin, dan refleksi spiritual, menghubungkan perangkai dengan alam dan kehidupan.<\/p>\n<p>Bahan yang biasa digunakan dalam Ikebana antara lain bunga, rumput, daun, ranting, dan kadang-kadang bahkan logam, plastik, dan batu dalam gaya modern.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244814430\/kokedama-seni-tanaman-hias-asal-jepang-bentuk-apresiasi-pada-ketidaksempurnaan-alam\">Baca: Kokedama, seni tanaman hias dari Jepang<\/a><\/p>\n<p>Prinsip Ikebana didasarkan pada tiga elemen utama yang mewakili langit (shin), bumi (soe), dan manusia (hikae), yang menunjukkan keseimbangan dan harmoni. <br \/>Gaya dan Teknik<\/p>\n<p>Ada beberapa gaya utama dalam ikebana. Yang&nbsp;pertama&nbsp;adalah&nbsp;Rikka, yakni gaya tradisional yang sangat formal, fokus pada lanskap tanaman dan digunakan untuk perayaan keagamaan.<\/p>\n<p>Lantas ada Ikebana&nbsp;Shoka, yang kurang formal namun tetap tradisional, menyoroti bentuk asli tumbuhan.<\/p>\n<p>Selain itu ada juga Jiyuka yang lebih bebas dan modern, berkembang setelah Perang Dunia II, memungkinkan penggunaan kreativitas bebas dan bahan-bahan non-konvensional.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/245517553\/minimalisme-delapan-cara-orang-jepang-mengusir-overthinking\">Baca: Cara orang Jepang mengusir overthinking<\/a><\/p>\n<p>Publication Officer Communication Team Japan Foundation, Abdul Barry Sutan Pulungan menjelaskan pameran tahun ini akan menampilkan 60 karya ikebana dari enam aliran besar yang berkembang di Indonesia, yakni Ikenobo, Mishoryu, Ohara, Sogetsu, Ichiyo dan Shofukadokai.<\/p>\n<p>Setidaknya ada sebanyak 50 perangkai bunga akan tampil di pameran tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Menurut dia, para perangkai akan menampilkan ragam ikebana yang harmoni baik dari linier, ritme, maupun warna dari tanaman-tanaman yang khususnya ada di Indonesia tanpa meninggalkan pakem ciri khas Jepang.<\/p>\n<p>Pakem&nbsp;Jepang,&nbsp;ujarnya,&nbsp;seringkali menampilkan ketidaksempurnaan sebagai bentuk keindahan.<\/p>\n<p>Pameran Ikebana akan diselenggarakan di The Japan Foundation, Jakarta, dan dibuka oleh Direktur Informasi dan Kebudayaan Kedubes Jepang di Indonesia Hoshino Daisuke dan Director General The Japan Foundation Jakarta Inami Kazumi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pameran seni merangkai bunga asal Jepang, Ikebana akan dihadirkan Ikebana International Chapter 224 bekerja sama dengan The Japan Foundation di Jakarta pada 27-29 Agustus 2025. Ikebana yang juga dikenal sebagai kad\u014d, yang berarti &#8220;jalan bunga&#8221; bukan hanya sekadar merangkai bunga, tetapi bertujuan menciptakan harmoni dalam bentuk linier, ritme, dan warna, dengan tiga titik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[326,2206,395],"class_list":["post-6680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bunga","tag-ikebana","tag-jepang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}