{"id":6694,"date":"2026-07-30T01:06:52","date_gmt":"2026-07-30T01:06:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6694"},"modified":"2026-07-30T01:06:52","modified_gmt":"2026-07-30T01:06:52","slug":"who-ingatkan-cuaca-panas-ekstrem-pengaruhi-kesehatan-dan-produktivitas-pekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6694","title":{"rendered":"WHO Ingatkan Cuaca Panas Ekstrem Pengaruhi Kesehatan dan Produktivitas Pekerja"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem berisiko serius terhadap miliaran pekerja di seluruh dunia<\/p>\n<p>Dalam laporan bersama yang dirilis baru-baru ini, WHO menyebut bahwa perubahan iklim menyebabkan gelombang panas dan&nbsp;cuaca&nbsp;panas&nbsp;ekstrem&nbsp;lebih sering terjadi dan lebih intens.<\/p>\n<p>Laporan berjudul &#8220;Perubahan Iklim dan Tekanan Panas di Tempat Kerja&#8221; tersebut didasarkan pada bukti yang dikumpulkan selama lima dekade dan menyoroti dampak serius kenaikan suhu terhadap kesehatan dan produktivitas.<\/p>\n<p>Menurut WMO, 2024 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu siang hari di atas 40&deg;C dan bahkan 50&deg;C yang semakin umum terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Tekanan panas telah membahayakan kesehatan dan mata pencaharian miliaran pekerja, terutama di komunitas yang paling rentan,&#8221; ujar Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Perawatan, Dr. Jeremy Farrar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246417293\/perubahan-iklim-akibatkan-jumlah-kematian-akibat-gelombang-panas-meningkat-tiga-kali-lipat\">Baca: Jumlah kematian akibat gelombang panas meningkat tiga kali lipat<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Panduan baru ini menawarkan solusi praktis berbasis bukti untuk melindungi jiwa, mengurangi ketimpangan, dan membangun tenaga kerja yang lebih tangguh di dunia yang semakin memanas,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Pedoman tersebut mencatat bahwa produktivitas pekerja turun menjadi 2 hingga 3 persen untuk setiap kenaikan suhu satu derajat Celcius di atas 20&deg;C.<\/p>\n<p>Risiko kesehatan yang terkait dengan suhu panas ekstrem meliputi sengatan panas, dehidrasi, disfungsi ginjal, dan gangguan neurologis.<\/p>\n<p>Laporan itu juga&nbsp;mencatat sekitar setengah dari populasi dunia sudah menderita dampak buruk akibat suhu tinggi&nbsp;yang&nbsp;dipicu&nbsp;cuaca&nbsp;panas&nbsp;ekstrem<\/p>\n<p>&#8220;Paparan panas ekstrem di tempat kerja telah menjadi tantangan sosial global, yang tidak lagi terbatas pada negara-negara yang terletak dekat khatulistiwa &ndash; seperti gelombang panas baru-baru ini di Eropa,&#8221; kata Wakil Sekretaris Jenderal WMO Ko Barrett.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243351516\/wmo-kenaikan-suhu-global-picu-bencana-akan-lebih-sering-terjadi\">Baca: Kenaikan suhu global memicu bencana akan lebih sering terjadi<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Perlindungan pekerja dari panas ekstrem bukan hanya keharusan kesehatan, tetapi juga kebutuhan ekonomi.&#8221;&nbsp;imbuhnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kedua organisasi tersebut, yakni WHO dan WMO mendesak pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi rencana aksi penanganan panas di tempat kerja.<\/p>\n<p>Pemerintah negara-negara di dunia juga didorong meningkatkan kesadaran akan gejala stres akibat&nbsp;cuaca&nbsp;panas&nbsp;ekstrem, dan merancang perlindungan yang terjangkau dan berkelanjutan bagi para pekerja.<\/p>\n<p>&#8220;Laporan ini merupakan tonggak penting dalam respons kolektif kita terhadap ancaman panas ekstrem yang semakin meningkat di dunia kerja,&#8221; ujar Kepala Keselamatan dan Kesehatan Kerja Organisasi Perburuhan Internasional Joaquim Pintado Nunes.<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews.com\/Anadolu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem berisiko serius terhadap miliaran pekerja di seluruh dunia Dalam laporan bersama yang dirilis baru-baru ini, WHO menyebut bahwa perubahan iklim menyebabkan gelombang panas dan&nbsp;cuaca&nbsp;panas&nbsp;ekstrem&nbsp;lebih sering terjadi dan lebih intens. Laporan berjudul &#8220;Perubahan Iklim dan Tekanan Panas di Tempat Kerja&#8221; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6695,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[909,54,173],"class_list":["post-6694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cuaca-panas-ekstrem","tag-pekerja","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6694"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6694\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6695"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}