{"id":6730,"date":"2026-07-30T01:07:02","date_gmt":"2026-07-30T01:07:02","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6730"},"modified":"2026-07-30T01:07:02","modified_gmt":"2026-07-30T01:07:02","slug":"rencana-pengurangan-emisi-yang-telah-diajukan-baru-mencakup-22-persen-emisi-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6730","title":{"rendered":"Rencana Pengurangan Emisi yang Telah Diajukan Baru Mencakup 22 Persen Emisi Global"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kurang dari tiga bulan pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP 30 di Belem, Brasil baru 29 negara yang telah menyerahkan rencana dokumen pengurangan emisi (NDC) terbarunya.<\/p>\n<p>Di antara 166 negara yang belum menyerahkan dokumen pengurangan emisi, terdapat beberapa negara penghasil emisi terbesar di dunia seperti Uni Eropa, Iran, Afrika Selatan, dan China.<\/p>\n<p>Menurut Climate Action Tracker, rencana pengurangan emisi yang telah diajukan sejauh ini baru mencakup kurang dari 22 persen emisi global.<\/p>\n<p>Penilaian independen tersebut, menyediakan informasi terbaru secara berkala mengenai proposal pengurangan emisi negara-negara penandatangan Perjanjian Paris.<\/p>\n<p>Penilaian ini mengidentifikasi rencana pengurangan&nbsp;emisi&nbsp;Inggris sebagai satu-satunya yang sejalan dengan ambang batas pemanasan global 1,5&deg;C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246453796\/china-dan-inggris-berpeluang-memimpin-aksi-iklim-dunia-setelah-as-keluar-dari-perjanjian-paris\">Baca: China dan Inggris berpeluang memimpin aksi iklim dunia<\/a><\/p>\n<p>Melebihi 1,5&deg;C pemanasan global, para ahli memperingatkan bahwa titik kritis akan terlampaui, yang akan mengakibatkan konsekuensi yang menghancurkan dan berpotensi tidak dapat diubah bagi beberapa sistem vital Bumi yang menopang planet yang ramah.<\/p>\n<p>Konsekuensi itu seperti naiknya permukaan air laut, gelombang panas yang lebih intens, badai yang lebih kuat, dan gangguan pada ekosistem dan keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Penilaian terbaru PBB terhadap NDC, yang diterbitkan Oktober lalu, menemukan bahwa janji-janji yang ada saat ini, akan&nbsp;menempatkan dunia pada jalur kenaikan suhu sebesar 2,6&nbsp;hingga&nbsp;3,1&deg;C selama seratus tahun atau satu abad ini.<\/p>\n<p>Dalam Perjanjian Paris 2015, negara-negara yang tergabung di dalamnya berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga pemanasan global tidak melebihi 1,5&deg;C di atas rata-rata pra-industri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246453688\/arah-aksi-iklim-dunia-setelah-as-hengkang-dari-perjanjian-paris\">Baca: Arah aksi iklim dunia setelah AS hengkang dari Perjanjian Paris<\/a><\/p>\n<p>Namun, nyatanya rata-rata suhu Bumi pada tahun 2024 lalu telah melewati batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris tersebut.<\/p>\n<p>Suhu rata-rata global pada 2024 mencapai sekitar 1,6&deg;C di atas suhu rata-rata pada akhir abad ke-19, sebelum manusia mulai membakar bahan bakar fosil dalam skala besar.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Meski begitu, data satu tahun saja tidak cukup untuk bisa menyatakan bahwa ambang batas Perjanjian Paris telah terlampaui.<\/p>\n<p>Sebab, target suhu dalam Perjanjian Paris&nbsp;ini diukur berdasarkan tren jangka panjang selama beberapa dekade, bukan sekadar lonjakan sesaat di atas 1,5&deg;C.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kurang dari tiga bulan pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP 30 di Belem, Brasil baru 29 negara yang telah menyerahkan rencana dokumen pengurangan emisi (NDC) terbarunya. Di antara 166 negara yang belum menyerahkan dokumen pengurangan emisi, terdapat beberapa negara penghasil emisi terbesar di dunia seperti Uni Eropa, Iran, Afrika Selatan, dan China. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6731,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2220,1500],"class_list":["post-6730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengurangan-emisi","tag-perjanjian-paris"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6730"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6730\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}