{"id":6811,"date":"2026-07-30T01:07:25","date_gmt":"2026-07-30T01:07:25","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6811"},"modified":"2026-07-30T01:07:25","modified_gmt":"2026-07-30T01:07:25","slug":"hujan-monsun-picu-banjir-bandang-di-pakistan-lebih-dari-350-orang-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6811","title":{"rendered":"Hujan Monsun Picu Banjir Bandang di Pakistan, Lebih dari 350 Orang Tewas"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Korban tewas bencana banjir bandang dan longsor akibat hujan monsun&nbsp;yang&nbsp;deras di Pakistan terus meningkat hingga 351 orang, demikian dilaporkan media Geo News pada Minggu (17\/8\/2025) mengutip otoritas setempat.<\/p>\n<p>Banjir bandang ini terjadi akibat hujan monsun yang biasa terjadi pada Juni hingga September setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Hujan monsun sering menyebabkan kerusakan di Asia Selatan, termasuk Pakistan. Namun, perubahan iklim telah mengakibatkan intensitas hujan monsun meningkat dan membuatnya semakin tak bisa diprediksi dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Otoritas penanganan bencana nasional Pakistan juga telah memberi peringatan bahwa hujan monsun kemungkinan masih akan terjadi hingga 10 September mendatang.<\/p>\n<p>Dilansir Anadolu, korban meninggal terbanyak tercatat di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yakni sebanyak 328 orang, sementara 12 orang tewas di Gilgit-Baltistan dan 11 lainnya meninggal di Azad Jammu dan Kashmir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246020738\/bencana-alam-makin-intens-akibat-perubahan-iklim-menuntut-aksi-iklim-yang-berkeadilan\">Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Otoritas Pakistan mengkhawatirkan jumlah korban tewas meningkat di tengah operasi penyelamatan di daerah-daerah yang terdampak paling parah. Rumah-rumah, pertokoan, dan infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana.<\/p>\n<p>Sementara, pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa menyatakan keadaan darurat di semua wilayah yang terdampak banjir di tengah berlanjutnya operasi pencarian korban hilang dan meningkatnya jumlah korban tewas.<\/p>\n<p>Otoritas penanganan bencana provinsi tersebut melaporkan sembilan wilayah yang terdampak banjir yaitu Swat, Battagram, Bajaur, Buner, Dir Lower, Dir Upper, Mansehra, Torghar dan Shangla.<\/p>\n<p>Sejauh ini, 209 orang dilaporkan tewas di Buner, di samping 134 korban yang hilang dan 159 cedera. Operasi penyelamatan di wilayah tersebut dilakukan oleh tiga batalyon angkatan darat beserta 300 relawan pertahanan sipil.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246094249\/laporan-copernicus-sebut-eropa-alami-bencana-terburuk-akibat-perubahan-iklim-pada-tahun-lalu\">Baca: Eropa alami bencana terburuk akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Otoritas setempat turut menyediakan pangan, tenda-tenda, dan selimut bagi korban di pengungsian.<\/p>\n<p>Kepala daerah Khyber Pakhtunkhwa Ali Amin Gadaput telah mengunjungi zona terdampak bencana di Buner dan kemudian memimpin rapat penanganan bencana.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Para pejabat wilayah setempat melaporkan bahwa sudah lebih dari 3.500 orang berhasil diselamatkan. Ia memuji kinerja semua pihak yang terlibat dan memberi jaminan bahwa pemerintah tidak akan meluputkan satu orang pun dalam rehabilitasi para korban.<\/p>\n<p>Khyber Pakhtunkhwa mengumumkan masa berkabung pada Sabtu (16\/8\/2025) kemarin sebagai tanda belasungkawa atas jatuhnya korban banjir bandang dan longsor di provinsi Pakistan itu.<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews.com\/Anadolu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Korban tewas bencana banjir bandang dan longsor akibat hujan monsun&nbsp;yang&nbsp;deras di Pakistan terus meningkat hingga 351 orang, demikian dilaporkan media Geo News pada Minggu (17\/8\/2025) mengutip otoritas setempat. Banjir bandang ini terjadi akibat hujan monsun yang biasa terjadi pada Juni hingga September setiap tahunnya. Hujan monsun sering menyebabkan kerusakan di Asia Selatan, termasuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[355,2061,2141,173],"class_list":["post-6811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir-bandang","tag-hujan-monsun","tag-pakistan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6811\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}