{"id":6856,"date":"2026-07-30T01:07:34","date_gmt":"2026-07-30T01:07:34","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6856"},"modified":"2026-07-30T01:07:34","modified_gmt":"2026-07-30T01:07:34","slug":"krisis-iklim-mengancam-populasi-rusa-kutub","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6856","title":{"rendered":"Krisis Iklim Mengancam Populasi Rusa Kutub"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Jumlah rusa kutub di Arktika dikhawatirkan akan anjlok hingga 80 persen pada tahun&nbsp;2100 akibat pemanasan global dan&nbsp;krisis iklim.<\/p>\n<p>Demikian peringatan para&nbsp;pakar&nbsp;yang&nbsp;terlibat&nbsp;dalam&nbsp;penelitian yang dipimpin oleh tim peneliti Australia yang dirilis Kamis (14\/8\/2025).<\/p>\n<p>Pernyataan yang dirilis oleh Universitas Adelaide di Australia mengungkapkan tim peneliti menggunakan fosil, DNA purba, dan model iklim untuk mengkaji cara herbivora dari zaman es.<\/p>\n<p>Penelitian tersebut sangat penting bagi penghidupan masyarakat asli Arktika, beradaptasi selama 21.000 tahun terakhir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246044344\/setiap-pergantian-musim-jutaan-burung-melakukan-migrasi-pembangunan-kota-jadi-kendala\">Baca: Pembangunan kota mengganggu proses migrasi tahunan burung-burung liar&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Krisis&nbsp;iklim telah memangkas jumlah rusa kutub Arktika di seluruh dunia sebesar hampir dua pertiga dalam 30 tahun terakhir, sebut studi yang dirinci dalam jurnal Science Advances, yang dipublikasikan oleh <em>American Association for the Advancement of Science<\/em>.<\/p>\n<p>Peneliti utama dari Universitas Adelaide dan Universitas Kopenhagen di Denmark Elisabetta Canteri mengatakan, penelitian ini menunjukkan bahwa populasi rusa kutub mengalami penurunan besar selama periode pemanasan iklim yang cepat.<\/p>\n<p>&#8220;Namun kerusakan yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa dekade mendatang akibat perubahan iklim di masa depan kemungkinan akan jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Associate professor di Universitas Adelaide yang juga salah satu pemimpin penelitian tersebut, Damien Fordham mengungkapkan, tanpa pengurangan emisi besar-besaran dan peningkatan upaya konservasi, jumlah karibu di Amerika Utara berpotensi merosot hingga 80 persen pada 2100.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246193719\/koridor-ekologi-upaya-kirgistan-menjaga-kelestarian-satwa-liar-dari-perubahan-iklim\">Baca: Upaya Kirgistan menjaga kelestarian satwa liar dari krisis iklim<\/a><\/p>\n<p>Penurunan itu dapat meningkatkan kerentanan rusa kutub dan memicu efek domino, mulai dari berkurangnya keanekaragaman tanaman tundra hingga pelepasan karbon tersimpan dari tanah Arktika.<\/p>\n<p>Kondisi ini akan mengintensifkan pemanasan global dan semakin mengancam spesies maupun ekosistem yang bergantung padanya, demikian menurut peringatan para peneliti.<\/p>\n<p>Profesor Eric Post dari University of California Davis (Amerika Serikat) mengatakan, selama ribuan tahun, kesejahteraan spesies manusia telah diuntungkan secara langsung dari populasi rusa kutub dan karibu yang sehat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Saat ini, lebih dari sebelumnya, kita perlu memastikan kesejahteraan mereka sebagai balasannya,&#8221; tutur Eric Post yang turut berkontribusi dalam penelitian itu.<\/p>\n<p>Pewarta: Antaranews.com\/Xinhua,&nbsp;Foto:iStock<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Jumlah rusa kutub di Arktika dikhawatirkan akan anjlok hingga 80 persen pada tahun&nbsp;2100 akibat pemanasan global dan&nbsp;krisis iklim. Demikian peringatan para&nbsp;pakar&nbsp;yang&nbsp;terlibat&nbsp;dalam&nbsp;penelitian yang dipimpin oleh tim peneliti Australia yang dirilis Kamis (14\/8\/2025). Pernyataan yang dirilis oleh Universitas Adelaide di Australia mengungkapkan tim peneliti menggunakan fosil, DNA purba, dan model iklim untuk mengkaji cara herbivora [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[167,2252],"class_list":["post-6856","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-krisis-iklim","tag-rusa-kutub"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6856\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}