{"id":689,"date":"2026-07-30T00:23:22","date_gmt":"2026-07-30T00:23:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=689"},"modified":"2026-07-30T00:23:22","modified_gmt":"2026-07-30T00:23:22","slug":"ketika-sepeda-menjadi-jalan-arezoo-menyebarkan-pesan-persahabatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=689","title":{"rendered":"Ketika Sepeda Menjadi Jalan Arezoo Menyebarkan Pesan Persahabatan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Bagi sebagian orang, sepeda mungkin hanya alat transportasi. Namun bagi Arezoo Eskandari, kendaraan dua roda ini menjadi jalan panjang untuk membawa pesan tentang perdamaian, persahabatan, dan hubungan antarmanusia.<\/p>\n<p>Perempuan asal Kota Esfahan, Iran itu mengayuh sepeda melintasi berbagai negara di Asia selama tujuh bulan. Ribuan kilometer ia tempuh seorang diri, menghadapi berbagai medan, budaya, hingga tantangan sebagai seorang perempuan yang melakukan perjalanan panjang tanpa pendamping.<\/p>\n<p>Arezoo tiba di Jakarta pada Sabtu (6\/6\/2026). Kedatangannya bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian dari misi pribadi untuk menunjukkan bahwa perbedaan negara, bahasa, dan budaya bukan penghalang untuk saling mengenal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24566068\/mengenal-sosok-ulama-buya-hamka-lewat-film\">Baca: Mengenal Sosok Ulama Hamka Lewat Film<\/a><\/p>\n<p>Perjalanan panjang itu dimulai ketika ia terbang dari Iran menuju negara awal rutenya. Dari sana, petualangan dengan sepeda dimulai.<\/p>\n<p>&ldquo;China menjadi bagian tersulit karena itu negara pertama dalam perjalanan ini. Saya baru memulai dan harus beradaptasi dengan banyak hal. Selain itu, tidak banyak warga lokal yang bisa berbahasa Inggris sehingga komunikasi menjadi tantangan tersendiri,&rdquo; jelas Arezoo saat berbincang dengan media di Jakarta, Senin (8\/6\/2026).<\/p>\n<p>Keputusan Arezoo untuk meninggalkan rutinitas bukan hal mudah. Sebelum memulai perjalanan, psikolog ini bekerja di perusahaan swasta.<\/p>\n<p>Namun demi mengejar impiannya menjelajah dunia dengan sepeda, ia memilih keluar dari pekerjaannya bahkan rela menjual mobilnya sebagai modal dalam perjalanannnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/246945443\/kemiskinan-dan-ketidakharmonisan-keluarga-membuat-anak-dan-perempuan-rentan-jadi-korban-kekerasan\">Baca: Ketidakharmonisan Keluarga Picu Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan <\/a><\/p>\n<p>Pilihan tersebut sempat membuat banyak orang bertanya. Termasuk keluarganya yang perlu bertahun-tahun untuk meyakinkan mereka. Apalagi ia menjalankan perjalanan ribuan kilometer itu seorang diri sebagai perempuan berusia 35 tahun.<\/p>\n<p>Namun Arezoo percaya, banyak ketakutan manusia sebenarnya muncul dari batasan yang diciptakan oleh pikiran sendiri.<\/p>\n<p>&ldquo;Banyak ketakutan sebenarnya berasal dari persepsi dan batasan yang kita buat sendiri,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Di sepanjang perjalanan, Arezoo harus berhadapan dengan berbagai situasi yang tidak selalu mudah. Salah satunya adalah menentukan tempat beristirahat. Sebagai perempuan yang bepergian sendiri, ia harus lebih berhati-hati memilih lokasi aman untuk mendirikan tenda.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/246361035\/mengenang-sosok-kwik-kian-gie-ekonom-kritis-yang-tak-mudah-terbeli\">Baca: Kwik Kian Gie, Ekonom Kritis yang Tak Mudah Terbeli<\/a><\/p>\n<p>Keterbatasan biaya membuatnya lebih sering bermalam di alam terbuka dibandingkan hotel. Ia juga memasak sendiri untuk menghemat pengeluaran.<\/p>\n<p>Sepeda yang menjadi teman perjalanannya pun tidak dalam kondisi ringan. Berbagai perlengkapan berkemah, alat memasak, dan kebutuhan harian membuat beban yang dibawa mencapai sekitar 60 kilogram.<\/p>\n<p>Setiap hari, Arezoo rata-rata mengayuh sejauh 50 hingga 70 kilometer. Jarak yang bagi kendaraan bermotor hanya membutuhkan waktu singkat, bagi Arezoo menjadi perjalanan panjang yang harus dilalui dengan kesabaran.<\/p>\n<p>&ldquo;Mobil bisa menempuh 100 kilometer dalam waktu sekitar satu jam. Saya hanya bisa menempuh sekitar 15 kilometer per jam karena menggunakan sepeda dan membawa beban yang berat,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/244672152\/presiden-ebrahim-raisi-meninggal-iran-tetapkan-masa-berkabung-selama-5-hari\">Baca: Presiden Iran, Ebrahim Raisi Meninggal<\/a><\/p>\n<p>Tantangan lain muncul ketika sepeda mengalami masalah, seperti ban bocor. Di negara yang baru dikunjungi, ia harus mencari bengkel atau bantuan dari orang-orang yang sebelumnya tidak ia kenal.<\/p>\n<p>Namun di balik semua tantangan itu, ada satu hal yang paling ia rindukan selama tujuh bulan jauh dari rumah.<\/p>\n<p>&ldquo;Keluarga, terutama pelukan ibu,&rdquo; kata Arezoo. Kerinduan itu terasa semakin berat ketika komunikasi dengan keluarga sempat terputus akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.<\/p>\n<p>Saat itu, Arezoo mengaku sempat berada dalam situasi emosional karena harus menghadapi keadaan tersebut sendirian.<\/p>\n<p>&ldquo;Itu salah satu momen yang sulit karena saya harus menjalani semuanya sendirian. Sekarang saya bersyukur komunikasi sudah kembali lancar,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/243072022\/mengenal-sosok-mia-khalifa-yang-dipecat-playboy-karena-bela-palestina\">Baca: Mengenal Mia Khalifa, Model Majalah Playboy yang Bela Palestina<\/a><\/p>\n<p>Meski perjalanan ini penuh tantangan, Arezoo menganggap setiap kilometer yang ditempuh membawa pelajaran berharga. Baginya, perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga proses mengenal diri sendiri.<\/p>\n<p>&ldquo;Perjalanan ini membuat saya menjadi pribadi yang lebih sabar dan lebih menghargai waktu yang sedang saya jalani,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Melalui kayuhan panjangnya, Arezoo ingin menyampaikan pesan sederhana, terutama kepada perempuan dan anak-anak perempuan agar tidak ragu mengejar impian. &ldquo;Jangan takut untuk bermimpi dan mengejar impian kalian,&rdquo; pesan Arezoo.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Bagi sebagian orang, sepeda mungkin hanya alat transportasi. Namun bagi Arezoo Eskandari, kendaraan dua roda ini menjadi jalan panjang untuk membawa pesan tentang perdamaian, persahabatan, dan hubungan antarmanusia. Perempuan asal Kota Esfahan, Iran itu mengayuh sepeda melintasi berbagai negara di Asia selama tujuh bulan. Ribuan kilometer ia tempuh seorang diri, menghadapi berbagai medan, budaya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":690,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13,9,10,359,358],"class_list":["post-689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-iran","tag-jakarta","tag-kota","tag-perdamaian","tag-sepeda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}